OTOMOTIFMEDIA.COM - Zhejiang Geely Holding Group (ZGH) dan NIO memperkuat kerja sama di sektor kendaraan listrik dengan menghubungkan ekosistem pengisian daya dan battery swapping milik kedua perusahaan.
Kolaborasi ini juga disertai investasi silang yang membuat Geely menguasai 30 persen saham NIO Power.
Kesepakatan yang diumumkan di Hangzhou, Tiongkok, pada 2 Oktober 2026 tersebut melanjutkan kerja sama Geely dan NIO yang telah berjalan sejak 2023.
Dalam kesepakatan terbaru, kedua perusahaan akan bekerja sama dalam pengembangan teknologi dan standar, integrasi jaringan serta layanan, hingga sinergi investasi.
Tujuannya adalah membangun akses energi kendaraan listrik yang lebih mudah, efisien, dan saling terhubung.
Geely akan berinvestasi di NIO Power melalui pengalihan seluruh kepemilikannya di Yiyi Internet Technology Co., Ltd. atau Yiyi Power, anak perusahaan Geely, ditambah investasi tunai RMB640 juta atau sekitar Rp1,45 triliun dengan asumsi kurs Rp2.270 per RMB.
Setelah transaksi selesai, Geely Holding Group akan memiliki 30 persen saham NIO Power.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar mobil penumpang. NIO Power nantinya akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.
Kedua perusahaan juga akan mengembangkan teknologi serta standar battery swapping yang dapat digunakan secara terintegrasi untuk kendaraan penumpang.
Geely Holding akan mengembangkan kendaraan penumpang yang kompatibel dengan sistem battery swapping, sementara NIO Power akan menyediakan layanan penukaran baterai untuk model-model tersebut.
Langkah ini membuka kemungkinan ekosistem battery swapping tidak lagi terbatas pada kendaraan dari satu merek, melainkan dapat digunakan lebih luas melalui standar dan jaringan yang dikembangkan bersama.
CEO Zhejiang Geely Holding Group Andy An Conghui mengatakan pembangunan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi lintas perusahaan agar infrastruktur dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurut Andy, pengembangan industri otomotif yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh skala.
Dia menilai industri membutuhkan rantai pasok yang lebih andal, kualitas dan efisiensi yang lebih tinggi, serta pengembangan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan kolaboratif.
"Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna,” ujarnya.
NIO Juga Masuk ke Bisnis Smart Charging Geely
NIO juga akan menanamkan investasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. atau Haohan Energy, perusahaan energi di bawah Geely Holding.
Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham Haohan Energy.
Kedua perusahaan kemudian akan menghubungkan jaringan pengisian daya yang mereka miliki.
Integrasi ini ditujukan untuk memperluas cakupan infrastruktur sekaligus meningkatkan efisiensi operasional jaringan charging.
Founder, Chairman, dan CEO NIO William Li menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk menggabungkan kekuatan yang telah dikembangkan kedua perusahaan selama bertahun-tahun.
"Kerja sama ini menyatukan kekuatan yang telah dibangun oleh kedua perusahaan selama bertahun-tahun, melalui kolaborasi yang lebih erat dalam teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi,” ujar William Li memungkasi.







