TMMIN Supplier Convention 2026, Diramaikan Lebih dari 500 Perusahaan Berbagai Sektor Rantai Pasok Otomotif

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Kamis, 23 April 2026 09:38:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TMMIN Supplier Convention 2026,  Diramaikan Lebih dari 500 Perusahaan Berbagai Sektor Rantai Pasok Otomotif

Otomotifmedia.com - Di tengah dinamika global, industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan kompleks mulai dari stagnasi pasar domestik, dinamika geopolitik dunia hingga percepatan tren elektrifikasi di industri otomotif.

Hal ini membuat seluruh pelaku industri perlu beradaptasi lebih cepat.
 
Selain berdampak pada pabrikan mobil, situasi ini juga berdampak langsung pada perusahaan pemasok (supplier) yang kini dituntut semakin fleksibel dan siap mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.
 
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyelenggarakan TMMIN Supplier Convention 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk, pada Senin (20/4). 
 
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mempererat kolaborasi dengan seluruh ekosistem rantai pasok (supply chain) dalam rangka menjaga dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
 
Dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran manajemen Toyota termasuk CEO Regional Asia Toyota Motor Corporation Masahiko Maeda, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, serta perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. 
 
Lebih dari 500 perusahaan dari berbagai sektor rantai pasok otomotif turut hadir, termasuk komunitas pemasok yang tergabung dalam Toyota Manufacturers Club (TMClub), Toyota Equipment and Facility Club (TEFC), dan Toyota Logistics Club (TLC).
 
Sejalan dengan perubahan industri yang terus berjalan, TMMIN juga menekankan bahwa proses transisi menuju
netralitas karbon tidak bisa dilakukan melalui satu pendekatan saja.
 
Strategi multi-pathway menjadi pilihan dengan menghadirkan berbagai teknologi kendaraan seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk HEV-Flexy Fuel Vehicle (FFV) dengan menggunakan campuran bioetanol, yang sesuai dengan beragam kebutuhan mobilitas konsumen di pasar
Indonesia. 
 
Pendekatan ini diharapkan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia yang beragam, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan industri ke depan.
 
“Kami terus memperkuat rantai pasok yang adaptif dan kompetitif melalui berbagai upaya, antara lain sinergi dengan pemerintah, penerapan pendekatan multi-pathway untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, pengembangan biofuel dan hidrogen, serta penguatan human resources dan research and development (R&D),” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.
 
Mengusung tema “Stronger Together: Building Resilient, Competitive and Supply Chain Transformation”, TMMIN Supplier Convention 2026 menjadi wadah untuk menjawab tantangan sekaligus peluang industri, termasuk elektrifikasi.
 
Acara dibuka dengan public announcement terkait pemasok baru yang resmi bergabung dalam ekosistem elektrifikasi
Toyota, dilanjutkan dengan showcase kendaraan hasil kolaborasi dengan para pemasok. 
 
Agenda berlanjut ke diskusi panel dengan tema “Strengthening Indonesia's Auto-industry Competitiveness (Domestic & Export)” bersama Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Perwakilan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri
 
Kementerian Perdagangan, Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, serta Ketua TMClub Willy Djunaedi. 
 
Diskusi panel ini membahas tentang kebijakan, tantangan, dan peluang rantai pasok, lalu ditutup dengan awarding sebagai
apresiasi kontribusi para pemasok.
 
Industri otomotif Indonesia terus berperan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama dalam
penciptaan lapangan kerja. 
 
Sebagai industri padat karya, Toyota Indonesia berkontribusi terhadap lebih dari 360.000 tenaga kerja di seluruh rantai nilai, dari hulu hingga hilir. 
 
Sejak berkembang pada era 1970-an, industri ini telah bertransformasi dari importir menjadi produsen kendaraan utuh serta memperdalam struktur industri dengan tingkat kandungan lokal yang kini melampaui 80% dan didukung ekosistem rantai pasok yang terbangun sejak 1977.
 
“Industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja nasional. Momentum ini perlu terus dijaga dan dikembangkan melalui kolaborasi yang erat antara industri dan pemerintah agar memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia,” ujar Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN.
 
Saat ini, TMMIN bermitra dengan lebih dari 240 pemasok tier 1 serta 520 pemasok tier 2 dan tier 3, berperan memperkuat ekosistem industri, mendorong kemandirian, menekan ketergantungan impor, serta mendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). 
 
Dengan perjalanan lebih dari 55 tahun di Indonesia, ekosistem rantai pasok yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing di tengah dinamika industry global.
 
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pelaku industri dan dukungan kebijakan pemerintah, industri otomotif Indonesia diharapkan terus beradaptasi menghadapi dinamika global dan percepatan elektrifikasi.
 

Berita Terkait

Hyundai Bagikan Tips Berkendara Aman dan Cara Menghemat BBM Sigra dan Gran Max Dominasi Pasar LCGC dan Komersial, Kuasai Pasar 16,7% Raih Penghargaan WOW Brand 2026, Isuzu Buktikan Masih Jadi Pilihan Utama TKDN Tembus 71.85%, Hino Fokus Penguatan Kapasitas Produksi Dalam Negeri Wuling Uji Respon Media Lewat First Impression Eksion, SUV 7 Seater dengan Dua Teknologi Mercedes-Benz Dealer of the Year 2025, Ajang Penghargaan Jaringan Diler DCVI Peduli Dunia Pendidikan, Suzuki Donasikan 25 Unit Laptop Operasional kepada Timedoor Academy Perdana Digelar di Jogjakarta, Tiket IMX 2026 Series Dibanderol Rp 55 Ribu
Berita ini 6 kali dibaca