Ekspor Mobil China Tembus 1 Juta Unit dalam Sebulan, Kendaraan Listrik Kini Kuasai Pasar Global

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Minggu, 12 Juli 2026 13:07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Mobil China Tembus 1 Juta Unit dalam Sebulan, Kendaraan Listrik Kini Kuasai Pasar Global

OTOMOTIFMEDIA.COM - Ekspor mobil China kembali mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya, pengiriman kendaraan dari Negeri Tirai Bambu menembus angka 1 juta unit hanya dalam satu bulan. 

 

Menariknya, lebih dari separuh ekspor tersebut kini berasal dari kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV), menegaskan dominasi China di industri otomotif global.

 

Disitat dari laman Carnewschina, berdasarkan data terbaru Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) yang dirilis pada 9 Juli 2026, ekspor kendaraan China pada Juni 2026 mencapai 1,037 juta unit, naik 11,6 persen dibanding Mei dan melonjak 75,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

Secara kumulatif sepanjang semester pertama 2026, ekspor kendaraan China telah mencapai 5,096 juta unit, atau tumbuh 65,3 persen dibandingkan Januari-Juni 2025.

 

Pencapaian tersebut jauh melampaui proyeksi awal industri. Sebelumnya, CAAM memperkirakan ekspor kendaraan sepanjang 2026 hanya mencapai sekitar 7,4 juta unit atau tumbuh sekitar 4,3 persen dibanding tahun sebelumnya. 

 

Namun realisasi enam bulan pertama menunjukkan permintaan global terhadap kendaraan buatan China masih sangat kuat.

 

Di tengah tekanan pasar domestik yang mengalami perlambatan penjualan, ekspor justru menjadi penopang utama pertumbuhan industri otomotif China sepanjang tahun ini.

 

Kendaraan Listrik Kini Mendominasi Ekspor

 

Momentum terbesar datang dari segmen New Energy Vehicle (NEV) yang mencakup mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV).

 

Pada Juni 2026, ekspor NEV mencapai 523 ribu unit, meningkat sekitar 160 persen dibandingkan Juni tahun lalu. 

 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kendaraan energi baru menyumbang lebih dari 50 persen total ekspor kendaraan China.

 

Artinya, satu dari setiap dua mobil yang dikirim China ke pasar internasional kini merupakan kendaraan elektrifikasi.

 

Selama Januari-Juni 2026, ekspor NEV tercatat 2,355 juta unit, melonjak sekitar 120 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan menyumbang 46,2 persen dari total ekspor kendaraan nasional.

 

Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA), Cui Dongshu, menilai keberhasilan tersebut didukung sejumlah faktor.

 

Dari sisi produksi, China memiliki rantai pasok kendaraan listrik yang sangat lengkap, mulai dari baterai, motor listrik hingga sistem kontrol elektronik. 

 

Hal itu membuat biaya produksi jauh lebih kompetitif dibanding banyak produsen global.

 

Selain itu, teknologi seperti arsitektur 800 Volt, integrated die-casting, hingga inovasi baterai terbaru membuat produk-produk asal China memiliki daya saing tinggi, bahkan mampu menawarkan nilai tambah sekitar 10 persen di pasar Eropa.

 

Di sisi produk, produsen otomotif China juga dinilai berhasil mengisi celah yang belum dimanfaatkan optimal oleh pabrikan konvensional seperti Volkswagen maupun Toyota yang transisi elektrifikasinya berjalan lebih lambat.

 

Fitur seperti pengisian daya super cepat, teknologi berkendara pintar, hingga harga yang kompetitif menjadi daya tarik utama di berbagai negara.

 

ASEAN Jadi Pasar Andalan

 

Permintaan dari kawasan berkembang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekspor kendaraan China.

 

Data Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor (OICA) menunjukkan permintaan kendaraan selama lima bulan pertama 2026 meningkat sekitar 35 persen di Vietnam, 15 persen di Thailand, dan 10 persen di Rusia.

 

Selain ASEAN, kawasan Timur Tengah juga menjadi pasar yang terus berkembang bagi berbagai merek otomotif asal China, termasuk BYD, Chery, Geely, MG, hingga GWM.

 

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa laju pertumbuhan ekspor kemungkinan mulai melambat pada paruh kedua tahun ini.

 

Faktor seperti penerapan tarif karbon Uni Eropa, investigasi anti-subsidi terhadap kendaraan listrik asal China, serta tingginya basis penjualan pada semester kedua 2025 diperkirakan akan membuat pertumbuhan ekspor bergerak lebih stabil hingga akhir 2026.

 

Berita Terkait

10 Provinsi Beri Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026, Ini Daftar dan Rincian Insentifnya Mobil Diam Tapi Mesin Hidup, Boros BBM atau Mitos? Ini Faktanya 109 Ribu Km Bersama Terios, Daihatsu Rayakan Kisah Setia Pelanggan di Depok Mobil Bekas Jadi Primadona, Pembiayaan BRI Finance Tumbuh Hampir 78 Persen Mobil Turbo Butuh Perawatan Khusus? Ini Fakta yang Wajib Diketahui Pasar Motor 2-Tak Masih Besar, IPONE Luncurkan Samouraï Terbaru di BBQ Ride 2026 Mobil Bekas Makin Diburu, OLXmobbi Perluas Jaringan hingga Kalimantan Mobil Listrik Makin Dilirik, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13 Kali Lipat
Berita ini 9 kali dibaca