OTOMOTIFMEDIA.COM – Banyak pengemudi masih menganggap membiarkan mesin mobil tetap menyala saat parkir bukan masalah besar.
Alasannya sederhana, kendaraan tidak bergerak sehingga dianggap tidak mengonsumsi banyak bahan bakar.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Mesin yang tetap hidup saat mobil diam atau idle tetap membutuhkan bahan bakar untuk menjaga putaran mesin tetap stabil.
Semakin lama kendaraan dibiarkan menyala, semakin banyak pula bahan bakar yang terbuang tanpa menghasilkan jarak tempuh.
Kebiasaan ini kerap dilakukan saat menunggu seseorang, beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala, maupun ketika berada di area parkir dalam waktu cukup lama.
Mesin Tetap Membakar BBM Meski Mobil Diam
Secara teknis, proses pembakaran di ruang mesin tetap berlangsung selama kendaraan hidup.
Sistem injeksi akan terus menyuplai bahan bakar agar mesin tidak mati dan mampu mengoperasikan berbagai perangkat pendukung seperti AC, kipas pendingin, lampu, hingga sistem kelistrikan lainnya.
Besarnya konsumsi bahan bakar saat idle dipengaruhi beberapa faktor seperti kapasitas mesin, kondisi kendaraan, penggunaan AC, beban kelistrikan, hingga teknologi mesin yang digunakan.
Semakin besar kapasitas mesin dan semakin banyak perangkat yang aktif, konsumsi BBM saat idle umumnya akan semakin tinggi.
Bisa Habiskan Hingga 1 Liter BBM per Jam
Melansir laman Daihatsu Indonesia, pada mobil bensin modern, konsumsi bahan bakar saat idle rata-rata berada di kisaran 0,5 hingga 1 liter per jam.
Jika AC dalam kondisi menyala, konsumsi BBM umumnya berada pada rentang 0,7 hingga 1 liter per jam.
Sementara kendaraan bermesin besar berkapasitas di atas 1.800 cc bahkan dapat mengonsumsi lebih dari 1 liter per jam saat berhenti.
Sebagai ilustrasi, membiarkan mobil menyala selama 30 menit dengan AC aktif dapat menghabiskan sekitar 0,35 hingga 0,5 liter bahan bakar.
Angka tersebut memang terlihat kecil. Namun jika dilakukan setiap hari, akumulasi konsumsi BBM dalam satu bulan bisa menjadi cukup signifikan.
Idle Justru Kurang Efisien
Meski konsumsi BBM saat berkendara lebih besar dibanding kondisi diam, dari sisi efisiensi penggunaan bahan bakar justru idle tergolong kurang efektif.
Satu liter bensin pada kondisi normal dapat digunakan untuk menempuh jarak sekitar 12 hingga 15 kilometer tergantung jenis kendaraan dan kondisi jalan.
Sebaliknya, saat idle selama satu jam, mobil tetap menghabiskan bahan bakar tanpa bergerak sejauh satu meter pun.
Artinya, seluruh bahan bakar yang digunakan tidak menghasilkan manfaat berupa jarak tempuh.
Selain meningkatkan konsumsi bahan bakar, membiarkan mesin menyala terlalu lama saat parkir juga dapat memengaruhi kondisi kendaraan.
Mesin yang terus bekerja akan mempercepat siklus kerja oli sehingga kualitas pelumas lebih cepat menurun.
Komponen seperti busi, injektor, kipas pendingin, dan sistem pendingin juga tetap bekerja selama mesin hidup.
Selain itu, emisi gas buang tetap dihasilkan meski kendaraan tidak bergerak. Dalam area tertutup, kondisi ini bahkan dapat berpotensi membahayakan kesehatan.
Pada kendaraan yang memiliki masalah pada sistem pendingin, idle dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko suhu mesin naik secara berlebihan.
Kapan Mesin Sebaiknya Dimatikan?
Membiarkan mesin tetap hidup masih dapat dimaklumi ketika berhenti dalam waktu singkat, menghadapi lalu lintas stop and go, atau saat penumpang masih berada di dalam kendaraan dengan kebutuhan AC yang tinggi.
Namun jika kendaraan akan berhenti lebih dari lima hingga sepuluh menit di area yang aman, mematikan mesin menjadi pilihan yang lebih bijak.
Selain membantu menghemat bahan bakar, kebiasaan sederhana ini juga dapat mengurangi emisi, menjaga kondisi mesin, serta memperpanjang usia berbagai komponen kendaraan.
Jadi, meski mobil tidak bergerak, bukan berarti konsumsi BBM berhenti. Mesin yang menyala tetap membutuhkan bahan bakar, dan semakin lama idle dilakukan, semakin besar pula energi yang terbuang sia-sia.







