Industri Plastik Tertekan, ExxonMobil Tawarkan Solusi Pangkas Biaya dan Downtime

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 23 Juni 2026 10:03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri Plastik Tertekan, ExxonMobil Tawarkan Solusi Pangkas Biaya dan Downtime

OTOMOTIFMEDIA.COM – Industri plastik dan kemasan nasional masih menghadapi tekanan berat akibat tingginya biaya produksi, ketergantungan pada bahan baku impor, hingga gangguan rantai pasok global yang belum sepenuhnya pulih. 

 

Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk mencari strategi baru guna menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan daya saing.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan turunannya mencapai sekitar USD 2,55 miliar pada kuartal pertama tahun ini. 

 

Sebagian besar impor tersebut masih didominasi bahan baku yang menjadi kebutuhan utama industri manufaktur nasional.

 

Di sisi lain, meski Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan tren perbaikan dan mulai bergerak ke zona stabil, tantangan operasional masih membayangi sektor industri. 

 

Tekanan inflasi, kenaikan biaya produksi, serta ketidakpastian rantai pasok global membuat perusahaan dituntut lebih efisien dalam menjalankan operasionalnya.

 

Menjawab tantangan tersebut, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) mendorong pelaku industri untuk mengoptimalkan sistem pelumasan sebagai salah satu langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi dan menjaga keandalan mesin produksi.

 

“Salah satu upaya efisiensi operasional ini dapat dilakukan melalui optimalisasi pelumasan sintetis, hal ini menjadi langkah strategis dan nyata untuk meningkatkan keandalan peralatan produksi, menekan downtime, meningkatkan efisiensi energi, menjaga stabilitas produksi, serta mengendalikan operasional secara lebih konsisten,” ujar Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), Syah Reza.

 

Menurut EMLI, penggunaan pelumas sintetis dapat menjadi solusi penting di tengah meningkatnya tuntutan produktivitas industri. 

 

Dibandingkan pelumas konvensional, pelumas sintetis memiliki stabilitas yang lebih baik sehingga mampu menjaga performa mesin dalam jangka panjang.

Fakta di lapangan menunjukkan lebih dari 60 persen kegagalan mesin disebabkan oleh praktik pelumasan yang kurang optimal. 

 

Kondisi ini membuat sistem pelumasan menjadi faktor krusial dalam menjaga keandalan operasional sekaligus menekan biaya perawatan.

 

EMLI menyebut penerapan pelumasan sintetis mampu memberikan sejumlah manfaat nyata.

 

Mulai dari menurunkan suhu operasional mesin hingga 8,3 derajat Celsius, memperpanjang usia pakai pelumas hingga dua kali lebih lama, serta membantu menurunkan konsumsi energi sampai 10 persen.

 

Selain itu, keandalan mesin yang lebih baik juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas tim operasional karena mampu mengurangi risiko downtime, limbah produksi, hingga paparan Human-Machine Interface (HMI) yang berlebihan.

 

Untuk mendukung implementasi tersebut, EMLI menghadirkan layanan terintegrasi melalui MACHINEXT dan MobilSM Lubricant Analysis (MLA). 

 

Kedua layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan melakukan pemantauan kondisi pelumas dan grease secara lebih akurat sehingga potensi gangguan mesin dapat dideteksi lebih dini.

 

Melalui pendekatan berbasis data dan analisis kondisi peralatan, industri dapat menjaga stabilitas produksi, mengontrol biaya operasional, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

Berita Terkait

Biaya Ganti Pelat Motor 2026: Rincian Resmi, Syarat, dan Prosedur di Samsat Biaya BBM Membengkak, Pemilik SUV Mewah dan Sport Car Mulai Cari Solusi Finansial Tawarkan Teknologi dan Jarak Tempuh, TAILG Mantap Jualan Motor Listrik di Indonesia Tawarkan Beragam Keunggulan, Banyak Pengunjung IIMS 2026 Langsung SPK All New Carens Danamon dan Adira Finance Tebar Promo Kredit Motor Sampai Tukar Tambah di IIMS 2026 Tawarkan Banyak Keunggulan, United E-Motor Bisa Jadi Pilihan Masyarakat Indonesia Solusi Auto2000, Deteksi Dini Potensi Masalah pada Mesin Lewat Warna Asap Knalpot IEE Series 2025, Infrastruktur Pengisian Daya, Alat Berat EV, dan Kedaulatan Data Kunci Transformasi Industri
Berita ini 1 kali dibaca