DFSK E5 Plus Jadi Primadona di GIIAS 2026, 380 Unit Terjual dan 427 Kali Dijajal

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Senin, 10 Agustus 2026 16:01:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DFSK E5 Plus Jadi Primadona di GIIAS 2026, 380 Unit Terjual dan 427 Kali Dijajal

OTOMOTIFMEDIA.COM – DFSK E5 Plus menjadi model yang paling banyak mendapat perhatian konsumen selama gelaran GIIAS 2026. 

 

Dari total 625 SPK yang dikantongi DFSK hingga menjelang penutupan pameran, SUV plug-in hybrid tersebut menyumbang 380 unit, sekaligus menjadi model dengan kontribusi terbesar.

 

PT Sokonindo Automobile selaku APM DFSK mencatat lebih dari 10.000 pengunjung mendatangi booth mereka sepanjang GIIAS 2026. 

 

Selain transaksi, minat terhadap E5 Plus juga terlihat dari aktivitas test drive.

 

Dari lebih dari 700 sesi test drive, sebanyak 427 sesi dilakukan menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang menjajal produk DFSK memilih SUV PHEV tersebut.

 

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan. Bagi kami, kesempatan ini sangat penting karena konsumen dapat memahami teknologi kendaraan secara langsung melalui pengalaman berkendara,” kata Cing Hok Rifin, Director Sales Center of PT Sokonindo Automobile.

 

DFSK melihat tingginya minat terhadap E5 Plus sebagai sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai semakin terbuka terhadap teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

 

E5 Plus menjadi SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. 

 

Mobil ini mengandalkan Smart Power System DE-i, yang memadukan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

 

Salah satu daya tarik utamanya adalah kemampuan combined range hingga 1.400 kilometer. 

 

Klaim tersebut membuat E5 Plus menawarkan pendekatan berbeda bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi tetapi masih membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jauh.

 

“E5 Plus hadir untuk memberikan pengalaman baru melalui teknologi PHEV yang menggabungkan efisiensi, performa, kenyamanan, dan fleksibilitas,” ucap Cing Hok Rifin.

 

Namun, DFSK menyadari PHEV belum menjadi teknologi yang familiar bagi seluruh konsumen Indonesia.

 

Segmen ini masih relatif kecil dibandingkan pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan. 

 

Karena itu, pengalaman langsung melalui test drive dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan cara kerja dan keuntungan teknologi PHEV.

 

“Kami memahami bahwa membangun penerimaan pasar tidak terjadi dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses edukasi dan pengalaman langsung agar konsumen semakin memahami keunggulan serta manfaat teknologi PHEV,” ujar Cing Hok Rifin.

 

E5 Plus Diproduksi di Cikande

 

Bukan hanya mengandalkan produk, DFSK juga telah memproduksi E5 Plus secara lokal di fasilitas manufakturnya di Cikande, Banten.

 

Pabrik tersebut disebut telah menerapkan standar Industry 4.0. Produksi lokal menjadi bagian dari strategi DFSK untuk membangun kapasitas manufaktur kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat ekosistem otomotif nasional.

 

Dengan produksi di dalam negeri, DFSK memiliki fondasi untuk memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar Indonesia.

 

Setelah GIIAS, DFSK Kejar Konsumen di Daerah

 

Berakhirnya GIIAS 2026 bukan menjadi akhir strategi DFSK untuk E5 Plus. 

 

Perusahaan akan melanjutkan pengenalan SUV PHEV tersebut ke berbagai kota besar dan wilayah regional.

 

DFSK juga berencana memperkuat jaringan penjualan dan purnajual, termasuk menambah dealer serta service point hingga menjangkau wilayah rural.

 

Langkah ini menjadi penting karena teknologi PHEV membutuhkan edukasi sekaligus akses layanan yang meyakinkan sebelum konsumen benar-benar beralih.

Berita Terkait

GIIAS Semarang 2026 Hadir 30 September, Bawa 18 Merek Mobil GIIAS Semarang 2026 Hadirkan 19 Merek, Digelar 30 September–4 Oktober GIIAS Bandung 2026 Ditutup, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Selama Lima Hari GIIAS Bandung 2026 Bawa Merek Baru, Digelar 9–13 September GIIAS Surabaya 2026 Pecahkan Rekor, Pengunjung Tembus 45.763 Orang GIIAS Surabaya 2026 Dibuka Pekan Depan, Ada 64 Mobil dan 12 Motor untuk Test Drive GIIAS Surabaya 2026 Bawa 37 Merek, Ada 14 Pendatang Baru GIIAS 2026 Raup 496.378 Pengunjung, Test Drive Melonjak 30 Persen
Berita ini 74 kali dibaca