Usia Mobil Tembus 5 Tahun, Ini 7 Komponen yang Wajib Diperiksa

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Senin, 14 September 2026 16:11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usia Mobil Tembus 5 Tahun, Ini 7 Komponen yang Wajib Diperiksa

OTOMOTIFMEDIA.COM – Mobil yang sudah memasuki usia lima tahun membutuhkan perhatian lebih dari pemiliknya. 

 

Pada fase ini, perawatan kendaraan tidak lagi cukup hanya dengan mengganti oli mesin dan filter, tetapi perlu pemeriksaan sejumlah komponen yang memiliki usia pakai serta berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara.

 

Bagi pemilik mobil yang sudah menempuh jarak hingga sekitar 100.000 kilometer, usia lima tahun bisa menjadi salah satu momentum penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

 

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sendiri sebelumnya menyediakan Paket SMART untuk Mitsubishi Xpander dan Pajero Sport. 

 

Program tersebut mencakup gratis biaya jasa dan suku cadang periodical maintenance sesuai Service Booklet, asuransi personal accident selama satu tahun, serta penggunaan suku cadang asli Mitsubishi.

 

Pada Mitsubishi Xpander, misalnya, Paket SMART berlaku hingga tiga tahun atau 50.000 kilometer, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai.

 

Lantas, apa yang perlu dilakukan setelah masa tersebut berakhir?

 

1. Jangan Abaikan Kondisi Ban

 

Ban menjadi salah satu komponen yang harus mendapat perhatian utama karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

 

Pemilik dapat memeriksa tingkat keausan melalui indikator keausan pada alur telapak ban. 

 

Selain itu, periksa apakah terdapat retakan, potongan, atau kerusakan lain pada permukaan ban.

 

Ban yang sudah aus, rusak, atau memiliki tekanan angin yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali dan kecelakaan.

 

2. Oli Mesin Tetap Jadi Prioritas

 

Meski usia mobil sudah lima tahun, penggantian oli mesin tetap menjadi bagian penting dari perawatan rutin.

 

Oli berfungsi melindungi komponen di dalam mesin sekaligus membantu menjaga performa dan kenyamanan kendaraan. 

 

Pastikan oli yang digunakan memiliki kualitas serta tingkat kekentalan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

 

3. Periksa Semua Cairan Kendaraan

 

Jangan hanya memperhatikan oli mesin. Sejumlah cairan lain juga perlu diperiksa secara berkala.

Beberapa di antaranya adalah minyak power steering, minyak rem, dan cairan transmisi.

 

Kondisi cairan radiator juga harus diperhatikan dan penggantiannya dilakukan sesuai rekomendasi bengkel resmi atau pabrikan.

 

Untuk sistem pendingin, penggunaan radiator coolant juga diperlukan untuk membantu mencegah korosi pada komponen radiator.

 

4. Kaki-Kaki Mulai Wajib Diperhatikan

 

Setelah bertahun-tahun digunakan, bagian kaki-kaki mobil menjadi salah satu area yang berpotensi mengalami penurunan kondisi.

 

Komponen seperti tie rod end, long tie rod, shock absorber, hingga engine mounting perlu diperiksa.

 

Maklum, selama digunakan hingga lima tahun, komponen tersebut terus bekerja menghadapi kondisi jalan sekaligus menahan beban kendaraan.

 

Jika mulai muncul gejala seperti bunyi-bunyi aneh, mobil terasa tidak stabil, atau kenyamanan berkendara menurun, pemeriksaan kaki-kaki sebaiknya tidak ditunda.

 

5. Jangan Remehkan Lampu Mobil

 

Lampu depan dan belakang juga perlu dipastikan masih bekerja secara optimal.

 

Selain mendukung visibilitas pengemudi, lampu berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lain, khususnya ketika berkendara pada malam hari atau kondisi minim visibilitas.

 

Jika ditemukan lampu yang mati atau mengalami kerusakan, segera lakukan pemeriksaan dan penggantian.

 

6. Baterai dan Kabel Perlu Dicek

 

Aki atau baterai kendaraan juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Bersihkan bagian baterai secara berkala dan perhatikan kemungkinan munculnya korosi atau karat.

 

Untuk baterai yang bukan tipe bebas perawatan, kondisi cairan baterai juga perlu diperiksa.

 

Selain itu, kabel-kabel kendaraan perlu mendapat perhatian. Seiring bertambahnya usia kendaraan, kondisi kabel dapat mengalami penurunan. 

 

Risiko lainnya adalah kabel rusak atau putus akibat gigitan tikus.

 

7. Timing Belt dan V-Belt Jangan Sampai Putus

 

Komponen terakhir yang perlu mendapat perhatian adalah timing belt dan V-belt.

 

Penggantian harus mengikuti interval yang direkomendasikan oleh bengkel resmi atau pabrikan. 

 

Menunda penggantian komponen tersebut dapat berisiko menimbulkan kerusakan ketika belt putus saat kendaraan digunakan.

 

Jika kerusakan sampai terjadi, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan berpotensi jauh lebih besar dibandingkan biaya penggantian belt secara berkala.

 

Meski pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan ketika kendaraan memasuki usia lima tahun atau sekitar 100.000 kilometer, pemilik sebenarnya tidak perlu menunggu sampai titik tersebut.

 

Jika mobil rutin dibawa ke bengkel resmi, kondisi kendaraan dapat dipantau sejak usia tiga atau empat tahun. 

 

Mekanik juga dapat memberikan informasi mengenai komponen yang mulai mendekati batas usia pakai dan berpotensi perlu diganti ketika kendaraan memasuki usia lima tahun.

Berita Terkait

Mobil Mogok di Jalan Tol? Begini Cara Membaca Patok KM agar Petugas Cepat Menemukan Lokasi 70mai A800SE-4G Meluncur, Dashcam 4K Bisa Pantau Mobil dari Jarak Jauh Mobil Listrik NMC Bakal Dapat Insentif, Indonesia Kejar Nilai Tambah dari Nikel 50 Tahun Lebih Temani Pemilik Toyota, Auto2000 Raih Top Brand Award 2026 7 SUV Paling Sporty di GIIAS 2026, Suzuki Fronx Kuro Jadi Sorotan Mobil Mogok atau Ban Bocor di Jalan? Ini Solusi Darurat yang Wajib Diketahui Pengendara 7 Mobil Baru Paling Irit BBM yang Mencuri Perhatian di GIIAS 2026, Suzuki XL7 Hybrid Jadi Sorotan 5 SUV 7-Seater Harga Rp 200 Jutaan di GIIAS 2026, Suzuki XL7 Jadi Pilihan Paling Lengkap
Berita ini 4 kali dibaca