OTOMOTIFMEDIA.COM - Ditlantas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 380 personel dan 50 kendaraan operasional untuk mengatur lalu lintas selama MotoGP Mandalika 2026.
Selain menambah kekuatan personel, sejumlah skema rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan Mandalika.
Dari 380 personel tersebut, sebanyak 350 merupakan anggota lalu lintas Polda NTB. Sementara 30 personel lainnya berasal dari BKO Kakorlantas Polri.
Persiapan ini ditujukan untuk menjaga mobilitas penonton, masyarakat dan pengguna jalan tetap berjalan selama rangkaian MotoGP berlangsung.
“Alhamdulillah, persiapan Ditlantas Polda NTB dalam pengamanan lalu lintas selama penyelenggaraan MotoGP telah maksimal. Berbagai persiapan telah kami lakukan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Iman Pribadi Santoso, dikutip dari laman Korlantas Polri.
Selain personel, Ditlantas Polda NTB mengerahkan 50 kendaraan roda empat.
Sebanyak 25 unit berasal dari Polda NTB, 10 unit merupakan kendaraan BKO dari Polres jajaran, sedangkan 15 unit lainnya merupakan bantuan Kakorlantas Mabes Polri.
Kekuatan tersebut akan mendukung pengaturan lalu lintas sekaligus menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
Polisi juga menyiapkan sejumlah alternatif rekayasa arus yang dapat diterapkan sesuai situasi.
Dalam pelaksanaannya, Ditlantas Polda NTB akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pengaturan mencakup arus kendaraan, kanalisasi hingga rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi penyelenggaraan.
“Kami sudah mempersiapkan beberapa alternatif tentang pengaturan arus ataupun rekayasa lalu lintas jika memang situasi saat itu sangat diperlukan. Semuanya telah kami siapkan dan dalam pelaksanaannya kami berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan,” ujar Iman.
Bagi penonton MotoGP, pengaturan lalu lintas di kawasan KEK Mandalika akan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Polisi telah menyiapkan pembagian jalur untuk kendaraan dan penonton berdasarkan warna gelang, selain jalur yang diperuntukkan bagi pengguna jalan umum.
“Di sana sudah ada jalur-jalur bagi pengendara dan penonton sesuai warna gelang, maupun jalur bagi pengendara umum lainnya,” ucap Iman menjelaskan.
Dengan sistem tersebut, pengguna jalan diminta tidak menerobos jalur yang telah ditentukan.
Petugas di lapangan akan mengarahkan kendaraan dan penonton sesuai jalur yang berlaku.







