Mandalika Aktif 270 Hari Setahun, Begini Pekerjaan yang Berlangsung di Balik Layar

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Jumat, 04 September 2026 08:05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandalika Aktif 270 Hari Setahun, Begini Pekerjaan yang Berlangsung di Balik Layar

OTOMOTIFMEDIA.COM – Pertamina Mandalika International Circuit ternyata tidak hanya sibuk ketika MotoGP digelar. 

 

Sepanjang 2025, sirkuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut tercatat digunakan untuk berbagai aktivitas selama 270 hari, sehingga pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan harus terus dilakukan sepanjang tahun.

 

Ketika pembalap meninggalkan lintasan dan sorotan kamera mulai berkurang, aktivitas di area sirkuit tidak serta-merta berhenti. 

 

Kendaraan operasional harus tetap siap, peralatan teknis perlu diperiksa, sementara berbagai area kerja harus dijaga kondisinya.

 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pengelola mencatat tingginya frekuensi aktivitas tersebut membuat kesiapan sirkuit tidak bisa hanya mengandalkan persiapan menjelang perlombaan.

 

Dengan panjang lintasan mencapai 4,3 kilometer dan memiliki 17 tikungan, Mandalika menjadi lokasi berbagai kegiatan, mulai dari ajang motorsport internasional seperti MotoGP dan Asia Road Racing Championship hingga kompetisi nasional dan aktivitas lainnya.

 

Artinya, jeda antarevent justru menjadi bagian dari periode kerja untuk memastikan seluruh fasilitas dan kendaraan operasional berada dalam kondisi siap digunakan.

 

“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” ujar Donny Mahardjono, Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

 

Di lingkungan motorsport, pekerjaan maintenance bukan sekadar memastikan kendaraan dapat digunakan. 

 

Standar keselamatan internasional membuat setiap detail harus diperhatikan.

 

Teknisi dengan kompetensi yang sesuai dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan. 

 

Begitu pula dengan peralatan yang digunakan karena pekerjaan harus dilakukan secara presisi, aman, dan mengikuti standar yang berlaku.

 

Donny mengatakan standar tersebut harus dijaga secara konsisten, termasuk ketika tidak ada balapan yang sedang berlangsung.

 

“Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM (Federasi Internasional Sepeda Motor) harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan. Mulai dari kondisi lintasan dan run-off area hingga perangkat keselamatan dan kesiapan operasional, semuanya harus dipastikan dalam kondisi terbaik,” ujar Donny.

 

Kebutuhan teknis tersebut mencakup berbagai pekerjaan pada kendaraan operasional. 

 

Teknisi dapat menggunakan cordless tools, impact wrenches, hingga grinders untuk menunjang pekerjaan perawatan maupun perbaikan.

 

Namun, kondisi kendaraan tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan visual.

 

Beberapa komponen membutuhkan pemeriksaan lebih detail sehingga peralatan seperti thermal camera dan inspection camera dapat digunakan untuk membantu proses inspeksi.

 

Pekerjaan juga mencakup area di sekitar kendaraan. Pressure washer, blower, dan industrial vacuum digunakan untuk mendukung kegiatan pembersihan dan pemeliharaan kendaraan maupun lingkungan kerja.

 

Sementara itu, komponen sederhana seperti aki dan wiper juga tetap menjadi bagian dari checklist pemeliharaan kendaraan operasional.

 

Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesiapan sirkuit memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding sekadar memastikan aspal lintasan dalam kondisi baik.

 

Kebutuhan terhadap peralatan teknis tersebut kemudian menjadi bagian dari kolaborasi antara Bosch Indonesia dan MGPA.

 

Bosch menyediakan sejumlah solusi dari lini Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket untuk mendukung kegiatan pemeliharaan kendaraan serta operasional di lingkungan sirkuit.

 

Perangkat tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan profesional, mulai dari pekerjaan teknis, pemeriksaan, hingga perawatan kendaraan dan area kerja.

 

“Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman dan safety,” ucap Donny.

 

Bagi Bosch, lingkungan motorsport menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi otomotif bekerja sebagai sebuah ekosistem.

 

Performa kendaraan di lintasan hanyalah bagian yang terlihat. Di belakangnya terdapat rangkaian pekerjaan inspeksi, maintenance, tools, hingga komponen yang harus bekerja secara berkesinambungan.

 

“Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia.

 

Fenny menambahkan, kebutuhan di lingkungan motorsport tidak hanya berkaitan dengan performa. Keandalan dan daya tahan peralatan juga memiliki kaitan langsung dengan aspek keselamatan.

 

Peralatan yang reliable dan durable dibutuhkan agar teknisi dapat menjalankan pekerjaannya dengan standar keselamatan yang tinggi.

 

Berita Terkait

Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 Begini Cara Kerja Adaptive Cruise Control, Mobil Bisa Jalan dan Berhenti Sendiri Dibekali Mesin 4.778 cc EURO 4, Isuzu ELF Refrigerator Jadi Perhatian di GIICOMVEC 2026 Digelar 8 Sampai 11 April 2026, GIICOMVEC Kedatangan 3 Brand Kendaraan Niaga Baru Dibekali Mesin Smartstream Gamma II 1.5L, Intip Kecanggihan Kia New Sonet Dijual Mulai Rp 3 Jutaan, Intip Kelebihan Sepeda Listrik SUNRA Starlite dan Poppy Diva Ismayana Cedera, M Zidane Siap Gaspol di Ajang FMSCT Thailand Motocross 2026 Dilepas Mulai Rp 289 Juta, Intip Fitur Lengkap dan Teknologi Kia New Sonet
Berita ini 2 kali dibaca