Aftermarket Tumbuh Saat Penjualan Mobil Lesu, CIAAF Bidik Indonesia sebagai Hub Aftermarket Asia Tenggara
Otomotifmedia.com - Industri otomotif global tengah menghadapi perlambatan penjualan kendaraan baru di berbagai kawasan. Namun di tengah tekanan tersebut, sektor aftermarket justru menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang relatif stabil.
Momentum ini dibaca oleh China International Auto Accessories Fair (CIAAF) sebagai peluang ekspansi.
Pameran aftermarket yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade itu, kembali membidik Indonesia sebagai simpul baru penguatan jaringan bisnis di Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar, CIAAF turut berpartisipasi dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 5–15 Februari 2026.
Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memperluas eksposur dan membangun koneksi dengan pelaku industri nasional.
Selama 22 tahun digelar di Zhengzhou, Tiongkok, CIAAF telah membangun reputasi sebagai barometer sektor aftermarket global.
Kota tersebut dikenal sebagai pusat transportasi strategis di Tiongkok tengah, yang memperkuat distribusi dan penetrasi pasar regional.
Setiap tahun, lebih dari 200.000 pelaku usaha. Mulai dari grosir, distributor, ritel hingga pedagang daring hadir untuk mencari peluang, teknologi, dan mitra bisnis baru.
Tahun 2026 menjadi fase ekspansi lanjutan. CIAAF Zhengzhou dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Juni 2026 dengan partisipasi sedikitnya 20 negara, termasuk Thailand, Vietnam, Rusia, kawasan Timur Tengah, hingga sejumlah negara Eropa.
Skala internasional tersebut menegaskan bahwa industri aftermarket kini bergerak dalam ekosistem lintas negara yang semakin terintegrasi.
Ekspansi ke Indonesia disebut bukan langkah spontan. Indonesia dinilai memiliki kombinasi populasi besar, pertumbuhan ekonomi progresif, serta struktur pasar otomotif yang matang.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam industri aftermarket, selain termasuk empat negara terbesar di dunia dari sisi populasi, perkembangan ekonominya sangat pesat dan struktur pasarnya matang,”
“Ini menjadikannya lokasi yang strategis untuk ekspansi CIAAF di Asia Tenggara,” papar Catherine Liu, CEO PT Ecat International Indonesia, ditemui di gelaran IIMS 2026.
CIAAF Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada September mendatang dan diproyeksikan menghadirkan 150 distributor, dengan komposisi sekitar 90 persen dari Tiongkok dan 10 persen dari Indonesia.
Skema tersebut dirancang untuk membuka jalur distribusi dua arah, mempertemukan produsen global dengan pelaku usaha nasional. Sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Penyelenggara bahkan menargetkan partisipasi hingga 500 exhibitor dari berbagai sektor, mulai dari produsen suku cadang, aksesori kendaraan, peralatan bengkel, teknologi diagnostik, hingga solusi kendaraan listrik dan digitalisasi layanan otomotif.
Target tersebut menjadi sinyal optimisme bahwa Indonesia berpotensi berkembang sebagai hub aftermarket regional.
Transformasi teknologi menjadi salah satu fokus utama. Di tengah akselerasi elektrifikasi dan digitalisasi industri otomotif, CIAAF menghadirkan solusi aftermarket untuk kendaraan listrik, termasuk komponen EV, sistem pendingin baterai, hingga layanan perawatan berbasis data.
Aftermarket kini bergerak melampaui sekadar penyedia suku cadang, menuju ekosistem berbasis efisiensi dan keberlanjutan.
Lewat kombinasi reputasi 22 tahun, jejaring global yang terus meluas, serta ekspansi agresif ke Indonesia, CIAAF menegaskan bahwa masa depan industri otomotif tidak hanya ditentukan oleh penjualan mobil baru.
Tetapi juga oleh bagaimana kendaraan dirawat, ditingkatkan, dan dipertahankan nilainya. Di tengah pasar kendaraan baru yang melambat, aftermarket justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru industri.
Berita ini 116 kali dibaca







