OTOMOTIFMEDIA.COM – Pasar sepeda motor nasional masih menunjukkan daya tahan yang kuat sepanjang semester pertama 2026.
Berdasarkan data resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi sepeda motor ke pasar domestik mencapai 3.129.587 unit selama periode Januari hingga Juni 2026.
Capaian tersebut menunjukkan permintaan kendaraan roda dua di Indonesia masih terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi.
Memasuki Juni 2026, distribusi domestik bahkan kembali mengalami peningkatan menjadi 515.136 unit, setelah pada Mei berada di angka 479.388 unit.
Jika dirinci, distribusi sepeda motor domestik pada Januari tercatat 577.763 unit, kemudian naik menjadi 587.354 unit pada Februari yang sekaligus menjadi pencapaian tertinggi selama semester pertama tahun ini.
Namun tren tersebut sempat terkoreksi pada Maret menjadi 448.974 unit, sebelum kembali pulih pada April menjadi 520.972 unit.
Distribusi kembali melemah pada Mei, lalu kembali bergerak positif pada Juni.
Fluktuasi tersebut menunjukkan pasar roda dua nasional masih cukup dinamis, namun secara keseluruhan tetap berada pada level yang sehat dengan rata-rata distribusi lebih dari 521 ribu unit per bulan selama enam bulan pertama 2026.
Tak hanya pasar domestik, performa ekspor industri sepeda motor Indonesia juga tetap positif.
Data AISI mencatat ekspor Completely Built Up (CBU) sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 316.819 unit.
Sementara ekspor Completely Knocked Down (CKD) menyentuh 3.863.794 unit, sedangkan ekspor komponen atau Part by Partmencapai 81.967.446 unit.
Untuk periode Juni 2026 saja, ekspor CBU tercatat 50.067 unit, ekspor CKD 644.402 unit, dan pengiriman komponen mencapai 14.932.577 unit.
Dengan tren distribusi yang kembali meningkat pada Juni, industri berharap permintaan sepeda motor dapat terus membaik pada paruh kedua tahun ini, seiring membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatnya kebutuhan mobilitas.







