Otomotifmedia.com - Pemerintah semakin dekat dengan implementasi bahan bakar biodiesel B50. Hasil uji jalan terbaru menunjukkan sinyal positif, yakni aman digunakan di sektor otomotif tanpa gangguan berarti.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah menargetkan mandatori B50 mulai berlaku nasional pada 1 Juli 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi meredam dampak gejolak harga energi global sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian B50 telah dilakukan bertahap sejak awal 2025, dimulai dari laboratorium hingga uji jalan di berbagai sektor, termasuk otomotif.
"Awal 2025 kami sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu. Lalu kami memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta. Nah, itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," ujar Eniya dalam keterangan resminya.
Uji jalan di sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama, dengan target pengujian hingga 50.000 km untuk kendaraan di bawah 3,5 ton.
Sementara kendaraan di atas 3,5 ton telah menyelesaikan pengujian hingga 40.000 km.
"Bulan Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine. Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40.000 km," ucap Eniya menjelaskan.
Hingga April 2026, hasil sementara menunjukkan performa kendaraan tetap stabil. Tidak ditemukan gangguan signifikan, baik pada mesin maupun sistem bahan bakar.
Komponen seperti filter, pelumas, hingga ruang bakar masih dalam kondisi sesuai standar pabrikan.
Dari sisi performa, konsumsi bahan bakar tetap berada dalam batas normal.
Emisi pun terkendali, dengan parameter karbon monoksida (CO) dan opasitas masih di bawah ambang batas yang ditentukan.
Respons positif juga datang dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Salah satu anggotanya, Abdul Rochim, menilai hasil uji ini menjadi sinyal baik bagi industri otomotif.
"Jadi kalau kami dari Gaikindo memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti ini, seperti hasil sementara ini, tentunya kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50," kata Rochim.
Secara teknis, kualitas campuran B50 juga menunjukkan peningkatan.
Parameter penting seperti kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi telah memenuhi standar yang direkomendasikan, bahkan lebih baik dibandingkan spesifikasi pada B40.





