VinFast Lepas Pabrik dan Utang USD 7 Miliar, Analis Mulai Soroti Tata Kelola Perusahaan

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 26 Mei 2026 10:19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VinFast Lepas Pabrik dan Utang USD 7 Miliar, Analis Mulai Soroti Tata Kelola Perusahaan

OTOMOTIFMEDIA.COM – Di tengah persaingan kendaraan listrik global yang makin brutal, langkah VinFast melakukan restrukturisasi besar-besaran justru memunculkan pertanyaan baru di kalangan analis dan investor.

 

Melansir laman Reuters, pabrikan kendaraan listrik asal Vietnam itu berencana menjual dua fasilitas manufaktur utamanya sekaligus mengalihkan utang sekitar USD 7 miliar atau setara lebih dari Rp115 triliun.

 

Strategi tersebut diklaim sebagai upaya mengubah model bisnis menjadi lebih ringan alias asset-light agar perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan teknologi kendaraan listrik.

 

Namun, struktur transaksi yang melibatkan sejumlah perusahaan dan investor yang masih memiliki keterkaitan dengan induk usaha VinFast, yakni Vingroup, memunculkan kekhawatiran soal tata kelola perusahaan.

 

Dalam dokumen regulator yang dirilis pekan lalu, bisnis manufaktur VinFast di Vietnam akan dijual senilai 13,3 triliun dong Vietnam atau sekitar USD 506 juta. 

 

Investor baru nantinya juga akan mengambil alih kewajiban utang perusahaan yang nilainya mencapai USD 6,9 miliar.

 

Dengan skema tersebut, VinFast disebut bakal menjadi perusahaan yang nyaris bebas utang. 

 

Langkah ini dinilai penting mengingat biaya produksi menjadi salah satu penyebab utama kerugian VinFast yang mencapai USD 3,9 miliar sepanjang tahun lalu.

 

Sejak berdiri pada 2017, VinFast memang belum pernah membukukan keuntungan. 

 

Meski begitu, merek EV milik miliarder Vietnam Pham Nhat Vuong ini terus agresif berekspansi ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, hingga Indonesia.

 

Yang menjadi sorotan, salah satu pihak yang akan mengambil alih mayoritas bisnis manufaktur VinFast adalah perusahaan bernama Future Investment and Trading Development (FIRD). 

 

Perusahaan ini sebelumnya masih terafiliasi dengan Vingroup dan Pham Nhat Vuong hingga awal 2026.

 

Reuters melaporkan, pengusaha properti Nguyen Hoai Nam baru mengambil alih FIRD pada bulan ini. 

 

Menariknya, perusahaan tersebut kini menjadi pihak yang akan menguasai lebih dari 95 persen bisnis manufaktur VinFast setelah transaksi selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

 

“Dari perspektif strategis dan keuangan, langkah ini masuk akal dan memberikan fondasi yang kuat bagi VinFast untuk tumbuh,” kata Mehdi Jaouadi, analis industri otomotif dan partner konsultan YCP Singapura.

 

“Namun, dari perspektif pemerintahan, keputusan strategis ini memiliki beberapa tanda bahaya dan menimbulkan beberapa tanda tanya,” ucapnya melanjutkan.

 

Selain FIRD, transaksi juga melibatkan perusahaan lain bernama Ngoc Quy Investment and Trading Development sebelum nantinya kepemilikan kembali dirombak. 

 

Struktur transaksi yang kompleks inilah yang memicu pertanyaan banyak pihak.

 

Di sisi lain, VinFast menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis jangka panjang. 

 

Perusahaan ingin lebih fokus pada riset dan pengembangan kendaraan listrik, sementara aktivitas manufaktur bisa dilakukan lebih fleksibel melalui pihak lain.

 

Model seperti ini sebenarnya mulai banyak diterapkan industri EV global. 

 

Dengan tidak lagi terbebani investasi pabrik yang besar, perusahaan bisa lebih fokus mengembangkan software, teknologi baterai, hingga pengalaman pengguna.

 

VinFast sendiri tetap mempertahankan fasilitas perakitan di India dan Indonesia. 

 

Selain itu, hak paten kendaraan listrik generasi terbaru mereka juga tetap berada di bawah kendali perusahaan.

 

Menariknya, rumor keterlibatan Foxconn kembali muncul dalam dinamika ini. 

 

Pada 2021 lalu, Vingroup sempat mengakui adanya pendekatan dari perusahaan manufaktur asal Taiwan tersebut terkait lini produksi VinFast, meski tidak berujung kerja sama.

 

Namun kali ini Vingroup membantah adanya rencana menjual fasilitas manufaktur VinFast kepada Foxconn maupun produsen lain.

 

“Kami tidak memiliki rencana untuk menjual fasilitas manufaktur VinFast di Vietnam ke Foxconn atau produsen peralatan asli lainnya,” tulis Vingroup dalam pernyataannya.

Berita Terkait

LEPAS Perluas Jaringan di Jakarta Utara, Bawa Konsep Showroom ala Lifestyle Hub 70mai Mulai Serius Garap Jawa Timur, Buka Store Perdana di Surabaya LEPAS E4, E6, hingga L6 PHEV: Strategi Baru Chery Kuasai Pasar NEV 70mai Bawa Misi Safety Driving ke Masyarakat Lewat HUT Bank Jakarta Tatap MotoGP 2026, Aspira-Gresini Racing Perkenalkan Livery Baru LEPAS L8 Dibekali Teknologi Parkir Pintar RPA dan APA, Ini Fungsinya Danamon dan Adira Finance Tebar Promo Kredit Motor Sampai Tukar Tambah di IIMS 2026 LEPAS Global Journey of Elegant Drive, Performa Mengesankan LEPAS L8 Libas Berbagai Kondisi Medan Jalan
Berita ini 2 kali dibaca