BYD Terpaksa Refund Penuh 1.265 Mobil Listrik, Salah Tahun Produksi Bikin Konsumen Protes

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Jumat, 17 Juli 2026 08:08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BYD Terpaksa Refund Penuh 1.265 Mobil Listrik, Salah Tahun Produksi Bikin Konsumen Protes

OTOMOTIFMEDIA.COM - BYD Australia mengambil langkah besar untuk meredam kekecewaan konsumennya setelah terungkap lebih dari seribu pelanggan menerima mobil dengan tahun produksi yang berbeda dari kontrak pembelian. 

 

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok itu kini menawarkan pengembalian dana penuh (full refund) kepada seluruh konsumen yang terdampak.

 

Kasus ini mencuat setelah sejumlah pemilik kendaraan mengaku membeli mobil dengan status produksi 2026, namun belakangan mengetahui kendaraan yang mereka terima sebenarnya merupakan produksi 2025. 

 

Melansir laman ABC News, total ada 1.265 pelanggan yang terdampak dalam kasus tersebut.

 

Sebelumnya, BYD hanya menawarkan kompensasi sebesar 1.100 dolar Australia atau sekitar Rp11,8 juta (kurs sekitar Rp10.700 per dolar Australia) kepada setiap konsumen. 

 

Namun, banyak pelanggan menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan potensi penurunan nilai jual kendaraan di masa mendatang.

 

Kasus ini mendapat sorotan luas setelah sejumlah konsumen menyampaikan keluhannya kepada media Australia. 

 

Salah satunya adalah Zoheb Khan, pemilik BYD Atto 3 Premium yang mengaku baru mengetahui kesalahan tersebut beberapa minggu setelah mobil diterima.

 

Ia mengatakan pihak layanan pelanggan menghubunginya dan menjelaskan bahwa mobil yang diterimanya merupakan unit produksi 2025, bukan 2026 seperti yang tertulis dalam dokumen pembelian. 

 

Setelah mengecek nomor identifikasi kendaraan (VIN), informasi tersebut terbukti benar.

 

Konsumen lainnya, Kirill Kononov dari Sydney, juga mengaku kecewa. Menurutnya, perbedaan tahun produksi berpotensi memengaruhi harga jual kembali kendaraan yang dibelinya dengan nilai sekitar 48.000 dolar Australia atau sekitar Rp513,6 juta.

 

Gelombang protes akhirnya membuat BYD mengubah sikap. Direktur Hubungan Masyarakat BYD Australia, Paul Ellis, memastikan seluruh pelanggan kini diberikan tiga pilihan, yakni menerima kompensasi awal, memperoleh pengembalian dana penuh, atau menukar kendaraan dengan unit produksi 2026 tanpa tambahan biaya.

 

Ellis menjelaskan kesalahan tersebut terjadi akibat proses administrasi internal yang keliru saat mencatat tanggal kendaraan.

 

"Itu adalah kesalahan administratif yang terjadi. Tidak ada penipuan," ucapnya.

 

Ia menambahkan bahwa perusahaan secara tidak sengaja menggunakan tanggal kendaraan meninggalkan pabrik, bukan tanggal sebenarnya saat kendaraan diproduksi.

 

Menurut BYD, kesalahan tersebut tidak memengaruhi spesifikasi kendaraan, standar keselamatan Australia, performa, maupun masa garansi kendaraan.

 

"Itu tidak mempengaruhi kepatuhan mobil dalam hal aturan desain Australia. Itu tidak mempengaruhi garansi kendaraan atau kinerjanya. Ini hanya tanggal pembuatan," katanya.

 

Meski demikian, Ellis mengakui bahwa tahun produksi memang dapat memengaruhi nilai jual kembali kendaraan sehingga perusahaan memutuskan memberikan solusi yang lebih komprehensif kepada seluruh pelanggan terdampak.

 

BYD juga membantah perubahan kebijakan tersebut dipicu oleh tekanan media.

 

Menurut perusahaan, pembahasan mengenai opsi pengembalian dana penuh sudah berlangsung bersama kantor pusat di Tiongkok sebelum kasus ini menjadi perhatian publik.

 

Saat ini, BYD Australia mulai menghubungi seluruh pelanggan melalui telepon, email, dan pesan singkat untuk menyampaikan opsi penyelesaian terbaru.

Berita Terkait

Mobil Diam Tapi Mesin Hidup, Boros BBM atau Mitos? Ini Faktanya Mobil Bekas Jadi Primadona, Pembiayaan BRI Finance Tumbuh Hampir 78 Persen Mobil Turbo Butuh Perawatan Khusus? Ini Fakta yang Wajib Diketahui Mobil Bekas Makin Diburu, OLXmobbi Perluas Jaringan hingga Kalimantan Mobil Listrik Makin Dilirik, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13 Kali Lipat Mobil Bekas Makin Diburu, Pembiayaan BRI Finance Melonjak 169 Persen Mobil Manual Sering Engine Brake, Waspadai Risiko pada Mesin dan Transmisi Konsumen Diminta Tambah Rp10 Juta, Jaecoo Akhirnya Buka Suara
Berita ini 9 kali dibaca