OTOMOTIFMEDIA.COM – Banyak pemilik motor rajin memeriksa ketebalan kampas rem atau membersihkan piringan cakram agar sistem pengereman tetap optimal.
Namun ada satu komponen penting yang justru sering luput dari perhatian, yakni minyak rem.Padahal, kondisi minyak rem yang sudah menurun kualitasnya dapat memicu kegagalan pengereman secara tiba-tiba.
Dalam kondisi ekstrem, rem bisa terasa ngempos hingga kehilangan daya cengkeram saat dibutuhkan.
Salah satu penyebab utama penurunan performa minyak rem adalah sifatnya yang higroskopis atau mudah menyerap uap air dari lingkungan sekitar.
Meski sistem pengereman dirancang tertutup, kelembapan tetap dapat masuk melalui pori-pori selang maupun seal yang mulai mengalami keausan.
Ketika kandungan air di dalam minyak rem semakin tinggi, titik didih cairan akan menurun.
Saat pengereman berlangsung, panas dari gesekan kampas dan cakram dapat membuat air yang tercampur di dalam minyak rem berubah menjadi gelembung gas.
Fenomena ini dikenal sebagai vapor lock, yaitu terbentuknya kantong udara di dalam sistem hidrolik rem.
Akibatnya, tekanan yang seharusnya diteruskan ke kaliper justru habis untuk memampatkan gelembung udara tersebut.
Efeknya sangat berbahaya. Tuas rem terasa kosong atau ngempos dan daya pengereman menurun drastis sehingga motor berpotensi meluncur tanpa kendali.
Kenali Tanda Minyak Rem Sudah Basi
Melansir laman Wahana Honda, ada beberapa ciri yang bisa menjadi indikator bahwa minyak rem sudah harus segera diganti.
1. Warna Minyak Rem Berubah
Minyak rem baru umumnya memiliki warna bening atau sedikit kekuningan.
Seiring pemakaian, warna cairan dapat berubah menjadi keruh, cokelat tua bahkan hitam pekat.
Perubahan warna ini menandakan minyak rem telah terkontaminasi oleh air, debu, maupun partikel kotoran dari dalam sistem pengereman.
2. Tuas Rem Terasa Ngempos
Gejala lain yang paling mudah dirasakan adalah tuas rem terasa lebih empuk dari biasanya.
Jika tuas harus ditarik lebih dalam hingga mendekati stang sebelum rem bekerja optimal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya udara atau gelembung gas di dalam sistem hidrolik akibat kualitas minyak rem yang sudah menurun.
Jangan Tunggu Rem Bermasalah
Selain meningkatkan risiko rem blong, penggunaan minyak rem yang sudah lama juga dapat mempercepat korosi pada komponen internal sistem pengereman.
Karena itu, penggantian minyak rem sebaiknya dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Secara umum, minyak rem dianjurkan diganti setiap dua tahun atau 24.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Biaya penggantian minyak rem relatif terjangkau dibandingkan risiko yang ditimbulkan apabila sistem pengereman gagal bekerja saat kondisi darurat.







