Motor Listrik Nasional Tak Cukup Andalkan TKDN, Bos ALVA Soroti Industri Baterai

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Senin, 03 Agustus 2026 17:12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor Listrik Nasional Tak Cukup Andalkan TKDN, Bos ALVA Soroti Industri Baterai

OTOMOTIFMEDIA.COM – Wacana pengembangan motor listrik nasional kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mendorong percepatan industri kendaraan listrik dalam negeri. 

 

Namun, menurut produsen motor listrik ALVA, membangun produk nasional bukan hanya soal memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), melainkan juga memperkuat ekosistem manufaktur komponen di Indonesia.

 

CEO ALVA, Purbaja Pantja, mengatakan seluruh lini motor listrik ALVA saat ini telah memenuhi persyaratan TKDN yang ditetapkan pemerintah, yakni di atas 40 persen. 

 

Meski demikian, ia menilai hingga kini belum ada definisi yang benar-benar jelas mengenai konsep motor listrik nasional, sehingga pelaku industri masih menunggu arah kebijakan yang lebih spesifik.

 

"Kalau TKDN jelas, motor-motor kami semuanya sudah di atas 40 persen, sesuai dengan peraturan yang ada," kata Purbaja saat ditemui di BSD, Tangerang Selatan, Senin, 3 Agustus 2026.

 

Menurutnya, tantangan industri saat ini telah bergeser dari sekadar meningkatkan kandungan lokal menjadi membangun rantai pasok komponen strategis yang benar-benar siap memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik.

 

Salah satu sektor yang dinilai masih membutuhkan penguatan adalah industri baterai. 

 

Meski jumlah produsen baterai di Indonesia terus bertambah, tidak semuanya mampu memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan untuk sepeda motor listrik.

 

"Yang menjadi tantangan itu tentunya keberadaan daripada produknya. Sekarang perusahaan baterai di Indonesia semakin banyak, tapi kita belum membedah itu buat motor atau buat mobil. Sebagian bisa bikin buat mobil tapi belum tentu bisa bikin buat motor, begitu juga sebaliknya," ucapnya menjelaskan.

 

Purbaja menjelaskan, produsen kendaraan listrik harus melakukan proses seleksi terhadap pemasok baterai berdasarkan kualitas produk, kapasitas produksi, hingga kecocokan spesifikasi dengan kendaraan yang dikembangkan.

 

Selain kesiapan industri komponen, perkembangan ekosistem kendaraan listrik juga dinilai sangat dipengaruhi oleh besarnya permintaan pasar.

 

Semakin tinggi angka penjualan motor listrik di Indonesia, semakin besar pula peluang bagi produsen komponen untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri. 

 

Kondisi tersebut diyakini akan menciptakan siklus positif yang mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.

 

"Nah ini suatu lingkaran. Semakin banyak motor listrik yang beredar dan penjualannya semakin besar, seharusnya itu juga memberikan daya tarik buat industri komponen membangun pabrik di Indonesia. Menurut saya perkembangannya sudah positif dan kita berharap ini akan terus berlanjut sehingga ekosistem manufaktur motor listrik semakin lengkap," ujar Purbaja.

 

Di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kendaraan elektrifikasi, penguatan ekosistem industri dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi motor listrik yang kompetitif di tingkat global.

 

Berita Terkait

ALVA Catat Lonjakan Penggunaan Boost Charge 42 Kali Lipat, Kenalkan AIPRO dan ALVA Care di GIIAS 2026 ALVA Gelontorkan Investasi Rp1 Triliun, Bangun Ekosistem Motor Listrik dari Pabrik hingga Charging Station Industri Plastik Tertekan, ExxonMobil Tawarkan Solusi Pangkas Biaya dan Downtime Bos BYD Yakin Perusahaannya Akan Jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia pada 2030 Tak Puas Jual Mobil Listrik, BYD Kini Siapkan Robot Humanoid untuk Masuk Dealer ALVA Perkuat Dominasi di Jatim, Bawa Skema Motor Listrik Rp125 Ribu per Bulan ke IIMS Surabaya Tak Lagi Rp7 Juta, Subsidi Motor Listrik Kini Rp5 Juta per Unit ALVA Studio Bintaro Dibuka, Punya 21 Charger dalam Satu Lokasi
Berita ini 12 kali dibaca