OTOMOTIFMEDIA.COM - Proyek Multi Lane Free Flow (MLFF) atau sistem pembayaran tol tanpa berhenti kembali menunjukkan perkembangan.
Setelah sekitar enam tahun sejak pertama kali diinisiasi, pemerintah memastikan teknologi transaksi tol tanpa setop tersebut akan kembali memasuki tahap uji coba pada tahun ini.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan uji coba lanjutan guna memastikan sistem MLFF benar-benar siap diterapkan di jaringan jalan tol Indonesia.
"MLFF itu memang pertama kali penandatanganan PKS (perjanjian kerja sama) itu Maret 2021, jadi sekarang sudah melangkah ke tahun keenam," katanya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI.
"Tapi saat ini update proses, kami sedang melaksanakan penyiapan untuk melakukan uji coba kembali. Harapannya uji coba kembali bisa dilaksanakan di tahun ini," ujar Ni Komang Rasminiati menambahkan.
Uji Coba Dilakukan Lebih Komprehensif
Komang menjelaskan, proyek MLFF merupakan kerja sama pemerintah dengan perusahaan asal Hungaria melalui badan usaha pelaksana Roatex Indonesia Toll System (RITS).
Namun sebelum diterapkan secara nasional, pemerintah harus memastikan seluruh aspek teknis sistem berjalan sesuai dengan karakteristik operasional jalan tol di Indonesia.
"Untuk saat ini memang seperti saya sampaikan, kita sedang melakukan persiapan uji coba kembali atas rekomendasi dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Waktu itu sudah direview oleh BPKP dan direkomendasikan agar dilakukan uji coba kembali secara komprehensif, untuk memastikan apakah sistem ini secara teknis bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol Indonesia," ucapnya menjelaskan.
Pengguna Tak Lagi Perlu Berhenti di Gerbang Tol
Berbeda dengan sistem pembayaran elektronik yang digunakan saat ini, MLFF memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus berhenti ataupun melakukan tap kartu di gerbang tol.
Teknologi ini memanfaatkan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang terhubung dengan aplikasi di smartphone pengguna.
Nantinya, sistem akan mendeteksi perjalanan kendaraan secara otomatis, menghitung tarif sesuai rute yang dilalui, kemudian memotong saldo dari metode pembayaran yang telah didaftarkan.
Dengan mekanisme tersebut, antrean panjang di gerbang tol diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Selain meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, penerapan MLFF juga diproyeksikan mampu menekan konsumsi bahan bakar akibat kendaraan berhenti dan berjalan berulang kali, sekaligus membantu mengurangi emisi gas buang di sekitar gerbang tol.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah masih fokus memastikan kesiapan teknologi sebelum sistem pembayaran tol tanpa berhenti tersebut resmi diberlakukan secara luas.







