OTOMOTIFMEDIA.COM – Persaingan mobil listrik mungil di Indonesia berpotensi semakin panas jika BYD membawa Racco ke pasar Tanah Air.
Mobil listrik berformat kei car tersebut baru saja mencatatkan lebih dari 1.000 pesanan di Jepang hanya dalam dua pekan setelah diluncurkan, sebagaimana dilansir dari laman Carnewschina.
Jika suatu saat masuk Indonesia, BYD Racco berpotensi berhadapan langsung dengan Honda Super-ONE, mobil listrik kompak yang telah diperkenalkan Honda Prospect Motor (HPM) di Indonesia melalui GIIAS 2026.
BYD Racco tercatat mengantongi 1.002 pesanan per 9 Agustus 2026, atau sekitar dua minggu setelah resmi dipasarkan di Jepang.
BYD sendiri menargetkan 10.000 reservasi Racco hingga akhir 2026.
Menariknya, sekitar 80 persen konsumen memilih varian tertinggi Racco 300 Premium. Sementara Racco 300 Plus menyumbang 14 persen dan varian 200 sebesar 6 persen.
Di Jepang, BYD Racco dipasarkan dalam tiga pilihan, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium.
Harga yang tercantum dalam informasi peluncurannya berada di kisaran 2,14 juta-2,497 juta yen, atau sekitar Rp235 juta-Rp274 juta dengan kurs sekitar Rp110 per yen.
Angka tersebut tentu belum bisa dijadikan patokan apabila Racco suatu saat dipasarkan di Indonesia karena struktur pajak, spesifikasi, biaya distribusi, hingga strategi harga BYD akan berbeda.
Di Jepang, Racco hadir sebagai mobil listrik berukuran mungil dengan dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, serta wheelbase 2.520 mm.
Mobil ini menggunakan konfigurasi front-wheel drive (FWD) dan memiliki empat tempat duduk.
Kapasitas bagasinya mencapai 280 liter, sementara radius putar minimum hanya 4,8 meter.
Untuk sumber tenaga, BYD menyediakan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh.
Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 63 hp dan torsi 160 Nm.
Jarak tempuhnya mencapai 210 km hingga 320 km, tergantung kapasitas baterai yang digunakan.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu senjata utama Racco apabila dibandingkan dengan mobil listrik mungil lain.
Apalagi varian baterai besar menawarkan jarak tempuh hingga 320 km.
Honda Super-ONE Jadi Rival yang Menarik
Di Indonesia, salah satu lawan yang menarik bagi BYD Racco adalah Honda Super-ONE.
Honda Super-ONE resmi diperkenalkan HPM di GIIAS 2026 sebagai lini terbaru Honda Electric sekaligus debut pertamanya di Asia Tenggara.
Honda menyebut model ini dikembangkan untuk mempertahankan karakter fun to drive khas Honda di era elektrifikasi.
Secara konsep, keduanya sama-sama mengisi ruang yang menarik: mobil listrik berukuran kompak yang lebih mudah digunakan di lingkungan perkotaan.
Namun, karakter keduanya cukup berbeda.
Honda Super-ONE membawa pendekatan yang lebih kuat pada pengalaman berkendara.
Mobil ini dikembangkan dari basis N-ONE e: dan mendapatkan sejumlah peningkatan untuk menghasilkan karakter pengendalian yang lebih sporty.
Honda juga membekalinya dengan lima mode berkendara, termasuk Sport dan Boost, serta fitur Single Pedal Control.
Super-ONE memiliki panjang sekitar 3,59 meter dengan wheelbase 2.530 mm.
Artinya, secara dimensi, mobil Honda ini sedikit lebih panjang daripada BYD Racco, tetapi tetap berada di kelas mobil perkotaan yang kompak.
Sementara itu, BYD Racco lebih menonjolkan kepraktisan. Dimensinya yang ringkas dipadukan dengan ruang kabin empat penumpang dan bagasi 280 liter.
Sama-Sama Kecil, Tapi Membawa Senjata Berbeda
Jika BYD Racco benar-benar masuk Indonesia, pertarungan dengan Honda Super-ONE kemungkinan tidak hanya soal harga.
Racco memiliki keunggulan pada pilihan baterai dan jarak tempuh, dengan angka maksimum 320 km di Jepang.
Mobil ini juga menawarkan fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan Autonomous Emergency Braking (AEB) sebagai perlengkapan standar.
Sementara Super-ONE memiliki daya tarik pada karakter berkendara dan identitas Honda yang sudah sangat kuat di Indonesia.
Honda sendiri menempatkan Super-ONE sebagai bagian dari arah baru Honda Electric tanpa meninggalkan filosofi Joy of Driving.
Dengan kata lain, BYD Racco berpotensi datang sebagai mobil listrik mungil yang rasional, sedangkan Honda Super-ONE mencoba membuat mobil mungil tetap menyenangkan untuk dikendarai.
Pertarungan keduanya akan semakin menarik jika BYD nantinya benar-benar membawa Racco ke Indonesia dengan harga kompetitif.
Racco Sudah Membuktikan Diri di Jepang
Yang membuat Racco menarik untuk diperhatikan bukan sekadar spesifikasinya, tetapi respons pasar Jepang.
Menembus lebih dari 1.000 pesanan dalam sekitar dua minggu menjadi sinyal bahwa BYD mulai menemukan celah di pasar yang selama ini sangat kuat dikuasai merek lokal Jepang.
Reuters mencatat BYD menargetkan penjualan 10.000 unit Racco hingga akhir 2026.
Bahkan, Racco merupakan langkah penting BYD untuk masuk lebih dalam ke segmen kei car Jepang yang selama ini didominasi merek seperti Honda, Suzuki, dan Nissan.
Jika strategi serupa diterapkan di Indonesia, Racco bisa menjadi senjata BYD untuk membidik konsumen yang menginginkan mobil listrik mungil, praktis, tetapi tetap memiliki jarak tempuh cukup jauh.
Saat ini belum ada informasi resmi bahwa BYD akan membawa Racco ke Indonesia.
Karena itu, potensi duel Racco versus Honda Super-ONE masih sebatas skenario apabila model tersebut dipasarkan di Tanah Air.
Namun melihat semakin agresifnya BYD memperluas portofolio kendaraan listriknya, Racco layak diperhatikan.
Sebab, jika perang mobil listrik sebelumnya banyak terjadi di kelas SUV dan MPV, babak berikutnya bisa saja berlangsung di kelas mobil mungil.







