OTOMOTIFMEDIA.COM - Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Paiton sepanjang 23,515 kilometer resmi beroperasi sejak Rabu, 30 September 2026 pukul 10.00 WIB.
Pengguna jalan bisa melintas tanpa tarif alias gratis selama 14 hari masa sosialisasi.
Pengoperasian segmen ini menjadi akses baru bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kawasan Probolinggo, Situbondo, hingga sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.
Setelah masa gratis berakhir, tarif tol akan diberlakukan sesuai keputusan Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski tarifnya masih nol rupiah selama masa sosialisasi, pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping kartu uang elektronik di gerbang tol.
Segmen Gending-Paiton memiliki dua Gerbang Tol (GT), yakni GT Kraksaan dan GT Paiton.
Masing-masing gerbang memiliki enam gardu yang terdiri dari tiga gardu masuk dan tiga gardu keluar, termasuk satu gardu reversible.
Untuk perjalanan dari GT Kraksaan menuju GT Paiton maupun sebaliknya, pengguna tidak dikenakan tarif selama periode gratis tersebut.
Namun, pengguna yang datang dari arah Surabaya atau Malang tetap dikenakan tarif Jalan Tol Trans Jawa hingga GT Gending di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo.
Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Adi Prasetyanto, mengimbau masyarakat memanfaatkan masa sosialisasi untuk mengenali jalur baru sekaligus memahami fasilitas yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat untuk menikmati akses baru ini sekaligus mengenali jalur dan fasilitas yang tersedia, dengan tetap memperhatikan rambu-rambu dan ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan kesiapan kartu uang elektronik selama melakukan perjalanan,” ujar Adi.
Selama pengoperasian, Jasa Marga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ambulans, derek, patroli, rescue, shuttle, hingga mobile reader di setiap gerbang tol.
Pengguna jalan juga diminta memastikan saldo kartu uang elektronik dan bahan bakar mencukupi sebelum memasuki jalan tol, serta mematuhi batas kecepatan, rambu, marka, dan arahan petugas.
Kehadiran jalan tol baru ini tidak hanya memberikan alternatif perjalanan antarkota, tetapi juga membuka akses yang lebih dekat ke sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.
Dari Simpang Susun (SS) Paiton, pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Duta, Pantai Bohay, Utama Raya Resort, dan Pantai Tampora.
Sementara dari SS Kraksaan, sejumlah destinasi di wilayah Probolinggo yang dapat dijangkau antara lain Ranu Agung, Ranu Segaran, Songa Rafting, dan Bremi Eco Park.
Bagi masyarakat yang ingin menjadikan Probolinggo dan sekitarnya sebagai tujuan perjalanan akhir pekan, akses baru tersebut berpotensi membuat perjalanan lebih praktis.
Dari sisi waktu perjalanan, pengoperasian segmen Gending-Paiton diproyeksikan memangkas waktu tempuh Probolinggo menuju Besuki.
Jika sebelumnya perjalanan membutuhkan sekitar dua jam, waktu tempuh tersebut diproyeksikan menjadi sekitar satu jam 15 menit setelah segmen tol beroperasi.
Manfaat konektivitas akan semakin terasa ketika seluruh Jalan Tol Prosiwangi beroperasi penuh.
Perjalanan Probolinggo menuju Banyuwangi yang sebelumnya bisa mencapai sekitar lima jam diproyeksikan menjadi sekitar tiga jam.
Adi mengatakan kehadiran Prosiwangi secara bertahap akan memperkuat hubungan antarkawasan di Jawa Timur, termasuk akses menuju Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang.
“Selain memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien, pengembangan jaringan ini juga akan membuka akses yang lebih luas menuju berbagai destinasi wisata dan kawasan strategis, termasuk Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang sebagai salah satu simpul konektivitas menuju Pulau Bali,” kata Adi.
Jalan Tol Prosiwangi merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Pengembangannya ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta membuka akses terhadap potensi ekonomi dan pariwisata di kawasan timur Jawa Timur.
Informasi lalu lintas dan pelayanan jalan tol dapat diperoleh melalui One Call Center 133 Jasa Marga, akun X @PTJASAMARGA, aplikasi Travoy, serta media sosial resmi Jasa Marga.







