Motor Lama Terparkir di Garasi? Cek 3 Hal Ini Sebelum Dipakai Lagi

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Jumat, 02 Oktober 2026 16:04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor Lama Terparkir di Garasi? Cek 3 Hal Ini Sebelum Dipakai Lagi

OTOMOTIFMEDIA.COM - Sepeda motor yang lebih sering terparkir di garasi bukan berarti terbebas dari risiko kerusakan. 

 

Justru, motor yang jarang digunakan selama berminggu-minggu dapat mengalami sejumlah masalah pada mesin, aki, ban, hingga suspensi jika tidak dirawat dengan tepat.

 

Sebagian pemilik motor mungkin menganggap kendaraan yang jarang dipakai akan lebih awet karena minim gesekan dan beban kerja. 

 

Namun, terlalu lama membiarkan motor tidak beroperasi juga dapat memicu masalah tersembunyi yang baru terasa ketika kendaraan kembali digunakan.

 

Agar motor tetap siap digunakan dan terhindar dari kerusakan serius, ada tiga kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan pemilik kendaraan saat motor lebih banyak menghabiskan waktu di garasi.

 

1. Pastikan Oli Tetap Bersirkulasi

 

Salah satu risiko ketika motor terlalu lama tidak dinyalakan berkaitan dengan sistem pelumasan. 

 

Saat mesin berhenti dalam waktu lama, sebagian besar oli akan turun dan mengendap di bagian bawah mesin.

 

Kondisi tersebut membuat sejumlah komponen di area atas mesin, seperti camshaft, klep, dan dinding piston, tidak lagi mendapatkan lapisan pelumas secara optimal.

 

Jika mesin langsung dinyalakan dan dipacu dengan putaran tinggi setelah lama tidak digunakan, gesekan antarkomponen bisa terjadi sebelum pelumasan bekerja secara maksimal. 

 

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan keausan, munculnya suara kasar, hingga kerusakan pada komponen mesin.

 

Pemilik motor disarankan menyalakan mesin secara berkala selama sekitar 3 hingga 5 menit. 

 

Kebiasaan ini dapat dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali, tanpa perlu memainkan gas secara berlebihan.

 

Namun, motor sebaiknya tidak hanya dibiarkan menyala dalam kondisi diam. 

 

Jika memungkinkan, kendaraan juga perlu dikendarai secara berkala agar mesin, transmisi, dan komponen lainnya bekerja dalam kondisi normal.

 

2. Jangan Abaikan Kondisi Aki

 

Menyalakan motor secara berkala juga berkaitan dengan kondisi sistem kelistrikan, terutama aki. 

 

Pada motor modern, sejumlah fitur seperti Smart Key System, lampu LED, dan sistem alarm tetap membutuhkan daya listrik meskipun kendaraan sedang tidak digunakan.

 

Jika motor terlalu lama dibiarkan terparkir, daya aki dapat berkurang secara perlahan. 

 

Akibatnya, starter elektrik bisa melemah atau bahkan tidak berfungsi ketika motor hendak digunakan.

Saat mesin menyala, sistem pengisian yang terdiri dari generator atau spul dan kiprok akan bekerja untuk memasok arus listrik sekaligus mengisi kembali daya aki.

 

Meski demikian, menyalakan motor selama beberapa menit belum tentu cukup untuk mengisi aki yang sudah lemah. 

 

Jika kendaraan jarang digunakan dalam waktu lama, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi aki secara berkala atau menggunakan alat pengisi daya khusus apabila diperlukan.

 

Langkah ini penting agar motor tetap mudah dihidupkan ketika dibutuhkan secara mendadak.

 

3. Gunakan Standar Tengah Saat Parkir Lama

 

Hal lain yang kerap luput dari perhatian adalah posisi motor ketika diparkir. 

 

Membiarkan motor berdiri menggunakan standar samping selama berminggu-minggu dapat membuat beban kendaraan bertumpu dalam posisi yang tidak seimbang.

 

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut disebut berpotensi memberikan tekanan tidak merata pada sistem suspensi. 

 

Namun, kerusakan sokbreker tidak serta-merta terjadi hanya karena motor diparkir menggunakan standar samping.

 

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi ban. Jika ban terus menahan beban kendaraan pada titik kontak yang sama dalam waktu lama, permukaan ban berpotensi mengalami perubahan bentuk atau flat spot.

 

Gejalanya bisa terasa ketika motor kembali digunakan, seperti munculnya getaran, sensasi memantul, atau kemudi yang terasa kurang nyaman.

 

Untuk mengurangi tekanan pada ban dan menjaga posisi kendaraan tetap stabil, pemilik motor dapat menggunakan standar tengah ketika memarkir kendaraan dalam waktu lama.

 

Pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan dan lakukan pemeriksaan sebelum motor kembali digunakan. 

 

Jika motor akan ditinggalkan dalam waktu sangat lama, penggunaan alas yang tepat serta pemeriksaan kondisi ban secara berkala juga dapat dilakukan.

 

Merawat motor yang jarang digunakan tidak cukup hanya dengan sesekali menyalakan mesin. 

 

Kondisi aki, tekanan ban, sistem pelumasan, dan posisi parkir juga perlu diperhatikan agar kendaraan tetap aman serta siap digunakan kapan saja.

 

Berita Terkait

3 Kamera ETLE Kini Terpasang di Cibinong, Ini Lokasinya Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 Ini Status Perizinan Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi GS Astra Resmi Luncurkan Produk Aki Big Bike & Undian Nasional Berhadiah Motor Dibekali Mesin 4.778 cc EURO 4, Isuzu ELF Refrigerator Jadi Perhatian di GIICOMVEC 2026 Digelar 8 Sampai 11 April 2026, GIICOMVEC Kedatangan 3 Brand Kendaraan Niaga Baru Dibekali Mesin Smartstream Gamma II 1.5L, Intip Kecanggihan Kia New Sonet Dijual Mulai Rp 3 Jutaan, Intip Kelebihan Sepeda Listrik SUNRA Starlite dan Poppy
Berita ini 8 kali dibaca