OTOMOTIFMEDIA.COM - Bentley berada di bawah kendali Volkswagen Group, tetapi mobil-mobil mewahnya tetap diproduksi di Crewe, Inggris.
Di balik perpaduan teknologi Jerman dan kemewahan khas Inggris, ada sejarah panjang yang menjelaskan mengapa merek ini tetap mempertahankan identitas asalnya.
Bentley dikenal lewat mobil yang memadukan performa tinggi, kenyamanan, serta pengerjaan interior dengan standar kemewahan tradisional.
Meski kini menjadi bagian dari grup otomotif Jerman, karakter tersebut tetap dipertahankan melalui proses perakitan, pengecatan, hingga personalisasi kendaraan di Inggris.
Bentley berdiri pada 1919 dan mulai membangun reputasinya melalui mobil jalan raya berperforma tinggi serta keberhasilan di ajang balap, termasuk Le Mans pada dekade 1920-an.
Namun, Depresi Besar setelah kejatuhan pasar saham Wall Street pada 1929 membuat perusahaan mengalami kesulitan finansial.
Rolls-Royce kemudian mengambil alih Bentley. Selama puluhan tahun berikutnya, kedua merek berbagi banyak komponen, termasuk sasis dan mesin.
Meski begitu, Bentley tetap memiliki karakter tersendiri, salah satunya melalui R-Type Continental yang diperkenalkan pada 1952 dan menjadi inspirasi bagi Continental GT modern.
Perebutan Bentley yang Mengubah Sejarah
Melansir Carscoops, babak penting perjalanan Bentley terjadi pada 1998, ketika Rolls-Royce dan pemilik Bentley saat itu, Vickers, memutuskan menjual kedua merek tersebut.
BMW, yang sebelumnya memasok mesin V12, mengajukan penawaran senilai 340 juta pound sterling atau sekitar Rp7,2 triliun dengan asumsi kurs Rp21.200 per pound sterling.
Namun, Volkswagen datang dengan penawaran lebih tinggi, yakni 430 juta pound sterling atau sekitar Rp9,1 triliun.
Kesepakatan tersebut membuat Volkswagen memperoleh Bentley beserta fasilitas produksi Crewe di Inggris.
BMW akhirnya mengamankan hak penggunaan nama Rolls-Royce melalui kesepakatan terpisah dengan Rolls-Royce plc, perusahaan mesin pesawat.
Kedua perusahaan Jerman itu kemudian membagi pengelolaan merek: BMW mengembangkan Rolls-Royce dengan fasilitas baru di Goodwood, sementara Volkswagen mempertahankan Bentley di Crewe.
Keputusan untuk tetap memproduksi Bentley di Inggris menjadi penghubung penting antara sejarah panjang merek tersebut dan era modern di bawah Volkswagen Group.
Pernah Diproduksi di Jerman, tetapi Hanya Terbatas
Walaupun fasilitas utama Bentley berada di Inggris, bukan berarti seluruh mobilnya selalu dibuat di sana.
Ketika permintaan Flying Spur meningkat setelah peluncurannya pada 2005 dan generasi berikutnya pada 2013, Bentley sempat memproduksi sejumlah kecil unit di pabrik Volkswagen di Dresden, Jerman.
Namun, produksi di Jerman tersebut bersifat terbatas untuk membantu memenuhi permintaan pasar. Saat ini, model-model Bentley, mulai dari Bentayga hingga Batur Convertible, diproduksi di Crewe.
Di balik proses produksinya, pengaruh Volkswagen tetap terasa. Bentayga menggunakan platform yang juga dimanfaatkan Porsche Cayenne, sedangkan Continental GT dan Flying Spur berbagi arsitektur dengan Porsche Panamera.
Mesin pun mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Mesin V8 berkapasitas 6,75 liter yang menjadi bagian penting dari sejarah Bentley berakhir produksinya pada 2020.
Sementara itu, mesin V6 3,0 liter dan V8 4,0 liter yang digunakan pada model-model modern berasal dari ekosistem teknologi Volkswagen Group dan diproduksi di daratan Eropa.
Sejumlah komponen bodi juga dipasok dari Jerman, bahkan beberapa sebelumnya diproduksi di Slovakia. Artinya, identitas Inggris Bentley tidak berarti seluruh komponen mobilnya berasal dari negara tersebut.
Teknologi Jerman, Sentuhan Akhir Tetap Inggris
Bagi Bentley, kemewahan tidak hanya ditentukan oleh platform atau mesin.
Pengecatan, material interior, detail pengerjaan, serta pilihan personalisasi melalui Mulliner menjadi bagian penting yang membedakannya dari mobil lain dalam Volkswagen Group.
Bentley juga menginvestasikan 350 juta pound sterling atau sekitar Rp7,42 triliun untuk memperbarui fasilitas di Crewe.
Investasi tersebut mencakup fasilitas pengecatan modern, pusat teknis untuk pengembangan rekayasa, serta lini produksi baru bagi Torcal, yang disebut sebagai mobil listrik pertama Bentley.
Sejak 2021, Bentley berada di bawah kendali Audi dalam struktur divisi Progressive Volkswagen Group.
Meski demikian, pusat produksi di Crewe tetap menjadi bagian penting dari strategi merek tersebut.







