OTOMOTIFMEDIA.COM - Efisiensi bahan bakar saat perjalanan jauh tidak hanya ditentukan oleh cara pengemudi menginjak pedal gas.
Pada mobil Mitsubishi Motors, terdapat sejumlah fitur standar yang bekerja membantu menjaga konsumsi BBM tetap efisien, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan panjang.
Tiga fitur tersebut adalah transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), Eco Indicator, dan Throttle by Wire.
Ketiganya bekerja dengan fungsi berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan pengaturan kerja mesin dan gaya berkendara.
Bagi pemilik mobil yang kerap melakukan perjalanan antarkota, memahami fungsi fitur tersebut bisa membantu memaksimalkan efisiensi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
CVT Menjaga Putaran Mesin Tetap Efisien
Transmisi CVT menjadi salah satu teknologi yang dirancang untuk membantu efisiensi BBM.
Berbeda dari transmisi konvensional yang menggunakan susunan rasio gigi tetap, CVT memanfaatkan pulley set dan belt atau sabuk baja untuk membentuk rasio transmisi.
Konstruksi tersebut memungkinkan rasio transmisi berubah sesuai kondisi berkendara.
Mesin pun dapat mempertahankan momentum putaran pada berbagai rentang kecepatan sehingga kerja mesin bisa lebih efisien.
Pada lini mobil penumpang Mitsubishi Motors, transmisi CVT digunakan pada keluarga New Xpander, New Xpander Cross, dan XFORCE.
Teknologi ini terutama terasa manfaatnya ketika kendaraan melaju dengan kecepatan relatif konstan dalam perjalanan panjang.
Rasio transmisi dapat menyesuaikan kebutuhan sehingga putaran mesin tidak harus terus berada pada kondisi tinggi.
Eco Indicator Jadi Pengingat Kaki Pengemudi
Fitur kedua justru lebih sederhana dan mudah dilihat langsung oleh pengemudi, yakni Eco Indicator.
Indikator berbentuk daun ini terdapat pada panel instrumen dan akan memberikan panduan ketika mobil sedang dikendarai dengan pola yang mendukung efisiensi bahan bakar.
Saat pedal gas diinjak secara halus atau putaran mesin dijaga tetap konstan dan tidak terlalu tinggi, indikator tersebut dapat menyala.
Dengan begitu, pengemudi mendapatkan gambaran secara langsung mengenai gaya berkendaranya.
Fungsi Eco Indicator bukan membuat mobil menjadi lebih irit secara otomatis, melainkan menjadi semacam pengingat agar pengemudi menjaga pola berkendara yang lebih efisien.
Fitur ini tersedia pada mobil Mitsubishi Motors modern dan terintegrasi pada panel spidometer sehingga mudah dipantau tanpa mengalihkan perhatian terlalu lama dari jalan.
Throttle by Wire Menggantikan Kabel Gas
Fitur ketiga berada di balik sistem pedal gas sehingga relatif jarang terlihat oleh pengguna, yakni Throttle by Wire.
Teknologi ini menggantikan kabel gas konvensional yang menghubungkan pedal gas dengan throttle body.
Sebagai gantinya, sistem menggunakan sensor elektronik yang terhubung dengan pedal gas dan actuator pada throttle body, dengan pengaturan yang terintegrasi melalui ECU.
Ketika pedal gas diinjak, sensor akan membaca input pengemudi, termasuk seberapa dalam pedal ditekan. Data tersebut kemudian diproses ECU untuk menentukan respons throttle body.
Pengaturan elektronik tersebut memungkinkan respons kendaraan disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.
Mitsubishi menyebut sistem ini membantu membuat pergerakan kendaraan lebih efisien dan bertenaga, sekaligus mengurangi energi gerak yang terbuang.
Throttle by Wire sendiri tersedia pada seluruh mobil penumpang Mitsubishi Motors.
Putaran Mesin 2.000–2.500 rpm Saat Melaju Konstan
Selain mengandalkan teknologi kendaraan, pengemudi tetap memegang peranan penting dalam konsumsi BBM.
Saat berkendara dengan kecepatan konstan, menjaga putaran mesin rata-rata pada kisaran 2.000–2.500 rpm dapat membantu mencapai efisiensi yang optimal.
Artinya, fitur pada kendaraan dan cara pengemudi mengoperasikan mobil tetap saling berkaitan.
CVT membantu memilih rasio yang sesuai, Eco Indicator memberikan panduan gaya berkendara, sementara Throttle by Wire menerjemahkan input pedal gas secara elektronik.







