OTOMOTIFMEDIA.COM - Situasi darurat saat berkendara seperti mobil mogok, mesin overheat, hingga ban bocor bisa membuat pengemudi panik.
Padahal, respons yang salah justru dapat memperbesar risiko, terutama ketika kendaraan berhenti di tengah lalu lintas.
Karena itu, pengemudi perlu mengetahui langkah dasar yang harus dilakukan ketika menghadapi gangguan teknis di perjalanan.
Prinsip utamanya adalah tetap tenang, mengamankan posisi kendaraan, memberi tanda kepada pengguna jalan lain, kemudian mencari bantuan jika masalah tidak bisa ditangani sendiri.
Mobil Mogok, Utamakan Keselamatan
Ketika mobil tiba-tiba mogok, jangan langsung sibuk mencari penyebab kerusakan.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengamankan kendaraan dengan meminggirkannya ke bahu jalan atau lokasi yang lebih aman.
Aktifkan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman untuk memberi tanda kepada kendaraan lain.
Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi risiko tabrakan, terutama jika mobil berhenti di lokasi dengan arus lalu lintas padat.
Jika penyebab mobil tidak bisa hidup adalah aki yang lemah atau mati, mesin dapat dinyalakan menggunakan kabel jumper dari kendaraan lain.
Namun, bila pengemudi tidak memahami kondisi kendaraan atau tidak yakin dengan prosedurnya, sebaiknya meminta bantuan teknisi.
Pemilik Mitsubishi juga dapat memanfaatkan layanan Mitsubishi Motors Care 24 jam untuk membantu pemeriksaan kondisi aki maupun proses jumper.
Jika penyebab mogok tidak diketahui, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan untuk kembali berjalan.
Pengemudi dapat menghubungi bengkel resmi Mitsubishi Motors atau Mitsubishi Motors Care 24 jam di nomor 0804130300.
Mesin Overheat, Jangan Langsung Buka Radiator
Mesin yang terlalu panas atau overheat menjadi kondisi lain yang membutuhkan perhatian.
Biasanya, indikator peringatan pada dasbor akan berkedip ketika temperatur mesin berada dalam kondisi tidak normal.
Saat indikator tersebut muncul, segera kurangi kecepatan dan berhenti di tempat yang aman. Matikan mesin dan periksa apakah terdapat uap yang keluar dari ruang mesin.
Apabila uap sudah berhenti, kap mesin dapat dibuka untuk membantu membuang panas. Selanjutnya, periksa apakah kipas pendingin mesin masih berputar.
Jika kipas tidak bekerja, sebaiknya jangan memaksakan kendaraan dan segera hubungi bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat.
Pengemudi juga dapat memeriksa level cairan pendingin melalui reservoir. Jika volumenya kurang, tambahkan cairan pendingin sesuai kebutuhan.
Selang radiator juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kebocoran.
Selain itu, perhatikan kondisi drive belt.
Jika ditemukan kerusakan atau bagian tersebut kendur, kendaraan sebaiknya diperiksa oleh teknisi sebelum kembali digunakan.
Ban Bocor, Jangan Terus Dipaksakan Jalan
Ban kehilangan tekanan biasanya dapat langsung dirasakan dari perubahan karakter kendaraan. Mobil bisa terasa oleng atau setir cenderung menarik ke salah satu arah.
Jika gejala tersebut muncul, segera kurangi kecepatan dan cari tempat berhenti yang aman.
Jangan memaksakan mobil terus berjalan karena dapat memperparah kerusakan ban maupun berpengaruh terhadap kendali kendaraan.
Jika harus mengganti ban sendiri, pastikan mobil berada di permukaan yang rata dan stabil. Aktifkan rem parkir sebelum mematikan mesin.
Untuk mobil transmisi manual, posisi gigi dapat ditempatkan pada posisi R, sedangkan transmisi otomatis berada di posisi P.
Lampu hazard harus dinyalakan dan segitiga pengaman dipasang dengan jarak yang cukup dari kendaraan. Penumpang juga sebaiknya keluar dari kendaraan dan berada di lokasi yang aman.
Selanjutnya, keluarkan dongkrak dan kunci roda dari bagasi. Pada sejumlah model Mitsubishi, peralatan tersebut berada di bagian dinding bagasi yang tertutup, sedangkan ban cadangan berada di bagian bawah bagasi.
Sebelum mobil diangkat, pasang pengganjal pada ban secara diagonal berlawanan dengan roda yang akan diganti.
Tujuannya mencegah kendaraan bergerak ketika berada di atas dongkrak.
Setelah ban cadangan terpasang, pastikan seluruh peralatan kembali disimpan dengan benar sebelum kendaraan kembali digunakan.
Kapan Mobil Harus Diderek?
Tidak semua kendaraan yang mengalami masalah di jalan aman untuk kembali dikendarai.
Dalam kondisi tertentu, mobil justru sebaiknya langsung dibawa menggunakan truk derek.
Mitsubishi menyarankan penggunaan layanan diler resmi atau truk derek komersial apabila diperlukan. Bantuan juga dapat diperoleh melalui Mitsubishi Motors Care 24 jam di nomor 0804130300.
Mobil sebaiknya diderek apabila mesin masih hidup tetapi kendaraan tidak bergerak atau muncul suara yang tidak normal.
Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah ketika ditemukan kebocoran oli atau cairan lain dari bagian bawah kendaraan.
Mobil juga sebaiknya tidak dipaksakan jika roda terjebak di parit atau lokasi lain yang membuat kendaraan sulit bergerak.
Pengemudi Awam Perlu Punya Rencana Darurat
Kondisi darurat tidak selalu terjadi karena pengemudi melakukan kesalahan. Namun, risiko dan dampaknya bisa ditekan jika kendaraan dipersiapkan dengan baik.
Servis berkala di bengkel resmi menjadi salah satu langkah pencegahan untuk memastikan kondisi kendaraan tetap layak digunakan.
Ketika masalah muncul di jalan, pengemudi juga harus menghindari kepanikan. Kurangi kecepatan, cari tempat aman untuk berhenti, aktifkan lampu hazard, dan pasang segitiga pengaman.
Nomor bengkel resmi maupun layanan darurat juga sebaiknya sudah tersimpan di ponsel. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu mencari kontak ketika sedang berada dalam situasi yang membuat panik.
Yang tidak kalah penting, selama menunggu bantuan, pengemudi dan penumpang perlu tetap memperhatikan keamanan.
Jika situasi memungkinkan, tetap berada di dalam kendaraan dan amankan barang berharga.







