United Jadikan Isu Harga BBM Bisa Dongkrak Penjualan Motor dan Sepeda Listrik

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Rabu, 08 April 2026 10:11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

United Jadikan Isu Harga BBM Bisa Dongkrak Penjualan Motor dan Sepeda Listrik

Otomotifmedia.com - Isu harga BBM di Indonesia yang semakin ramai dijadikan momentum mendongkrak penjualan motor listrik United.

Di tengah meningkatnya isu terkait harga bahan bakar minyak (BBM), PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) melihat adanya percepatan perubahan perilaku masyarakat menuju kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
 
Momentum ini diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026.
 
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada 7 April 2026 di United Grand Hall Alam Sutera Tangerang,
 
Perseroan menegaskan komitmennya untuk menangkap peluang tersebut melalui langkah ekspansi agresif di sektor produksi.
 
UNTD menyiapkan total investasi sekitar Rp 400 miliar yang dialokasikan untuk pembelian lahan dan fasilitas pabrik sebesar Rp 250 miliar serta pengembangan pabrik sebesar Rp 150 miliar.
 
Pendanaan ekspansi ini akan berasal dari pihak ketiga, baik melalui perbankan maupun investor strategis.
 
Saat ini, kapasitas produksi UNTD berada di angka 50.000 unit per bulan untuk sepeda dan sepeda listrik, dengan komposisi 40.000 unit sepeda dan 10.000 unit sepeda listrik.
 
Sementara itu, kapasitas produksi motor listrik mencapai 5.000 unit per bulan.
 
Seiring dengan rencana ekspansi, Perseroan menargetkan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan.
 
Kapasitas sepeda akan tetap di angka 40.000 unit per bulan, sementara sepeda listrik ditingkatkan hingga 40.000 unit per bulan dan motor listrik melonjak menjadi 20.000 unit per bulan.
 
“Isu BBM yang terjadi saat ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Kami melihat adanya shifting yang semakin nyata di masyarakat,"
 
"Dan UNTD ingin berada di garis depan dalam menjawab kebutuhan tersebut melalui kesiapan kapasitas produksi yang lebih besar dan terintegrasi.” kata Presiden Direktur UNTD, Stephen Mulyadi.
 
“Kami memproyeksikan kuartal kedua 2026 akan menjadi titik awal peningkatan demand yang lebih signifikan. Oleh karena itu, ekspansi ini bukan hanya soal peningkatan kapasitas,"
 
"Tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi UNTD di industri kendaraan listrik nasional. Dukungan dari perbankan dan investor menjadi fondasi penting dalam merealisasikan rencana ini.” lanjut Direktur UNTD, Andrew Mulyadi.
 
Dengan strategi ekspansi yang terukur dan momentum pasar yang semakin kuat, UNTD optimistis dapat mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia. 
 

Berita Terkait

Penjualan Motor Nasional Tembus 3,12 Juta Unit Semester I 2026, Juni Kembali Menguat Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen, Gran Max dan Sigra Jadi Mesin Pertumbuhan Harga BBM Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Turbo Kini di Bawah Rp20 Ribu Penjualan Tumbuh, GAC Indonesia Perkuat Jaringan Dealer untuk Layani 10.000 Pelanggan Motor ALVA Hilang Bersama Ponsel Pemiliknya, Fitur Anti Theft Ini Jadi Penyelamat Penjualan Daihatsu Naik 25 Persen, Market Share Tembus 17,4 Persen pada Mei 2026 Harga BYD M6 DM Akhirnya Terungkap, MPV Hybrid Canggih Mulai Rp298 Jutaan Penjualan Mobil Nasional Melonjak, Astra Catat 182 Ribu Unit dalam Lima Bulan
Berita ini 114 kali dibaca