Otomotifmedia.com - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bekerja sama dengan raksasa baterai Cina, CATL, untuk memproduksi baterai mobil hybrid di Indonesia.
Produksi dijadwalkan dimulai pada paruh kedua tahun 2026. Baterai ini akan memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Direktur Presiden TMMIN Nandi Julyanto mengatakan bahwa saat ini Toyota memiliki lini produksi paket baterai di pabrik Karawang.
Pabrik tersebut memproduksi baterai untuk mobil Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan juga Yaris Cross HEV.
"Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berusaha meningkatkan kapasitas produksi paket perakitan baterai hingga keseluruhan pembuatan sel dan modul baterai," kata Nandi dalam keterangan resminya.
Toyota menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 1,3 triliun untuk kerja sama ini. Toyota sendiri menargetkan untuk mengekspor baterai produksinya tersebut ke pasar global mulai pertengahan tahun ini.
Kerja sama ini menjadi langkah Toyota untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui peningkatan kandungan lokal pada baterai dengan cara lokalisasi baterai sel dan modulnya.
Sebagai informasi, CATL memiliki proyek baterai besar di Indonesia. Pada Juni 2025, CATL membangun pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat, bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Aneka Tambang (ANTAM).







