Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Netizen Soroti Pernyataannya

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 28 April 2026 13:22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Netizen Soroti Pernyataannya

Otomotifmedia.com - Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Kecelakaan ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Namun, biang kerok dari insiden nahas ini diduga disebabkan oleh taksi hijau Green SM.

 

Taksi hijau tersebut tertemper KRL di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal, Kota Bekasi. Dari rekaman video yang beredar di sosial media, taksi tersebut terhenti di tengah rel dan tertabrak KRL Commuter Line.

 

Kondisi tabrakan dengan taksi tersebut membuat KRL terhenti di perlintasan sebidang itu. 

 

Pada saat bersamaan, Kereta Agro Bromo Anggrek tetap melintas dari arah berlawanan, sehingga tabrakan dengan KRL tak terhindarkan.

 

Berdasarkan keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI), hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 08.45 WIB jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang.

 

Sementara itu, ada 84 korban luka yang sudah diberikan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

 

Vice President Corporate Communication PT KAI menyampaikan duka cita dan permohonan maaf atas insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur tersebut.

 

"Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian, serta koordinasi yang kuat," kata Anne.

 

Pernyataan Green SM

 

Dalam unggahan di akun Instagram, @id.greensm, perusahaan menyampaikan pernyataan dan tanggapan terhadap insiden yang melibatkan taksi hijau tersebut.

 

Green SM Indonesia menyatakan menaruh perhatian penuh terhadap insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, yang mana melibatkan satu kendaraan Green SM.

 

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian pernyataan Green SM.

 

Green SM dalam pernyataannya mengaku berkomitmen dalam menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.

 

"Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," pungkas pernyataan Green SM.

Berita Terkait

Jadi Ikon Fashion dan Gaya Hidup Anak Muda, Vespa LX Terbaru Dibekali Mesin I-Get 150cc Lebih Powerfull Smokey Nagata Pilih IMX 2025 Jadi Panggung World Premiere R32 Top Secret
Berita ini 80 kali dibaca