OTOMOTIFMEDIA.COM – BYD menunjukkan bahwa Atto 3 masih memiliki daya tarik kuat di pasar kendaraan listrik.
Generasi terbaru SUV listrik tersebut langsung mengamankan lebih dari 30.000 pesanan hanya dalam waktu satu minggu sejak diluncurkan di China.
Ini menjadi capaian yang sekaligus sinyal kebangkitan model yang sempat mengalami penurunan penjualan dalam beberapa bulan terakhir.
Melansir laman Carnewschina, di pasar domestik China, model ini dipasarkan dengan nama Yuan Plus, sementara untuk pasar global dikenal sebagai BYD Atto 3.
Generasi terbaru resmi diluncurkan pada 21 Mei 2026 dengan harga mulai 119.800 yuan atau sekitar Rp270 jutaan.
Menurut Lu Tian, General Manager jaringan penjualan Dinasti BYD, antusiasme konsumen terhadap model anyar tersebut langsung terlihat sejak hari pertama peluncuran.
Lebih dari 30.000 unit pesanan yang terkumpul dalam sepekan menjadi pencapaian penting bagi BYD, terutama setelah penjualan Yuan Plus mengalami tren penurunan sepanjang awal tahun 2026.
Salah satu daya tarik terbesar Atto 3 terbaru adalah penggunaan Blade Battery generasi kedua yang dipadukan dengan platform e-Platform 3.0 Evo milik BYD.
SUV listrik ini tersedia dengan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yakni 57,5 kWh dan 68,5 kWh.
BYD mengklaim varian tersebut mampu menempuh jarak hingga 540 kilometer dan 630 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Menariknya, jangkauan itu meningkat hingga 120 kilometer dibanding generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, kemampuan pengisian daya juga menjadi salah satu senjata utama.
Dengan teknologi fast charging terbaru, baterai diklaim dapat terisi dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi ideal.
Perubahan besar lainnya hadir pada konfigurasi penggerak.
Jika sebelumnya Atto 3 dikenal sebagai SUV berpenggerak roda depan, generasi terbaru kini mengadopsi platform penggerak roda belakang (RWD).
BYD menawarkan pilihan motor listrik 200 kW dan 240 kW. Untuk varian tertinggi, tenaga yang dihasilkan mencapai 322 hp dengan jarak tempuh hingga 630 kilometer.
Peningkatan performa tersebut didukung suspensi independen MacPherson di depan dan multi-link lima titik di belakang.
SUV ini juga dibekali teknologi DiSus-C Intelligent Damping Body Control, iTAC 2.0 Torque Control serta Tire Blowout Stability Control yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara.
Pada varian tertentu, BYD Atto 3 terbaru juga bisa dibekali sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama God's Eye B.
Teknologi ini mengandalkan LiDAR dan 30 sensor yang memungkinkan kendaraan mendukung fitur bantuan berkendara di jalan raya maupun perkotaan serta parkir otomatis.
Di dalam kabin, pembaruan juga cukup signifikan.
BYD menghadirkan layar sentuh berukuran lebih besar dengan sistem terbaru DiLink, head-up display, wireless charging 50 watt, kursi depan ventilated dan heated, hingga kursi penumpang depan model "Queen Seat" lengkap dengan sandaran kaki.
Lonjakan pesanan tersebut menjadi kabar baik bagi BYD. Sebab sepanjang awal 2026, penjualan Yuan Plus di China mengalami penurunan cukup tajam.
Data China EV DataTracker mencatat penjualan model tersebut hanya mencapai 5.111 unit pada April 2026, turun 58,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Padahal sepanjang 2025, Yuan Plus secara konsisten mampu mencatat penjualan di atas 11.000 unit per bulan.







