OTOMOTIFMEDIA.COM – Mobil elektrifikasi kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Berkat teknologi Vehicle to Load (V2L), kendaraan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel.
Fitur tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di luar ruangan, berkemah, hingga menjadi cadangan listrik saat terjadi pemadaman.
Salah satu model yang mengusung fitur tersebut adalah Chery Tiggo 9 CSH.
SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini mampu menyalurkan daya listrik hingga 6,6 kW (6.600 watt), sehingga dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik seperti laptop, rice cooker, kompor listrik, mesin kopi, televisi, hingga perlengkapan outdoor lainnya.
Cara Menggunakan Fitur V2L
Pengoperasian fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH tergolong sederhana.
Namun, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan agar proses penyaluran listrik berjalan aman dan optimal.
Langkah pertama adalah memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman dan stabil.
Setelah itu, sambungkan adaptor atau konektor Vehicle to Load (V2L) ke port pengisian daya kendaraan.
Untuk perangkat yang menggunakan stopkontak di dalam kabin, pengguna cukup menghubungkannya ke soket listrik yang tersedia.
Selanjutnya, masuk ke menu Vehicle to Load melalui layar infotainment kendaraan.
Pada tahap ini, pengguna dapat menentukan batas minimum kapasitas baterai yang ingin dipertahankan agar mobil tetap memiliki energi yang cukup untuk digunakan setelah fitur V2L selesai dipakai.
Setelah pengaturan selesai, aktifkan fitur V2L. Sistem akan langsung menyalurkan energi listrik dari baterai kendaraan ke perangkat elektronik yang telah terhubung.
Selama proses berlangsung, pengguna disarankan memantau indikator pada panel kendaraan guna memastikan suplai listrik berjalan normal.
Setelah selesai digunakan, lepaskan seluruh perangkat elektronik, kemudian nonaktifkan fungsi V2L agar sistem kembali ke mode berkendara seperti biasa.
Bagaimana Cara Kerja V2L?
Secara teknis, fitur V2L memanfaatkan energi yang tersimpan di baterai traksi kendaraan.
Arus listrik searah (DC) dari baterai kemudian diubah menjadi arus bolak-balik (AC) melalui inverter, sehingga dapat digunakan oleh berbagai peralatan elektronik rumah tangga maupun perangkat pendukung aktivitas luar ruang.
Teknologi ini membuat kendaraan mampu berfungsi layaknya generator listrik portabel tanpa memerlukan genset konvensional.
Didukung Sistem Chery Super Hybrid
Pada Tiggo 9 CSH, fitur V2L menjadi bagian dari teknologi Chery Super Hybrid (CSH) yang mengombinasikan mesin 1.5 liter turbo, motor listrik, serta transmisi 3-speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).
Untuk pasar Indonesia, SUV ini menawarkan tenaga sistem hingga 395 PS dengan torsi gabungan mencapai 650 Nm.
Performanya diklaim mampu membawa kendaraan berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam 5,4 detik.
Dalam mode listrik murni, Tiggo 9 CSH memiliki daya jelajah lebih dari 180 kilometer, sedangkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.400 kilometer.
Selain V2L, Chery Tiggo 9 CSH juga dibekali berbagai fitur modern yang mendukung kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Beberapa di antaranya meliputi pengisian daya AC dan DC, Automatic Parking Assist, layar infotainment 15,6 inci, panoramic sunroof, hingga paket Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Dengan kemampuan menyuplai listrik hingga 6.600 watt, Chery Tiggo 9 CSH menawarkan fungsi yang lebih luas dibanding sekadar kendaraan harian.
Mobil ini dapat menjadi sumber energi praktis untuk kegiatan berkemah, piknik, bekerja di lokasi terpencil, hingga sebagai cadangan listrik ketika terjadi pemadaman.







