OTOMOTIFMEDIA.COM – Chery membawa strategi yang berbeda saat memperkenalkan TIGGO V di GIIAS 2026.
Bukan sekadar meluncurkan model baru, SUV ini diklaim lahir dari riset langsung terhadap kebutuhan konsumen Indonesia dan menjadi debut pertamanya di luar China.
Pengembangan TIGGO V disebut sudah dimulai sejak Februari 2024. Chery melakukan survei kondisi jalan dan pola mobilitas di Indonesia, dilanjutkan ratusan sesi diskusi antara tim Chery Global, tim Indonesia, engineer, hingga konsumen.
Hasilnya, Chery mencoba meramu tiga karakter kendaraan dalam satu model, yakni SUV, MPV tujuh penumpang, dan kendaraan utilitas bergaya double cab.
Konsep tersebut menjadi dasar filosofi “Specially Built for Indonesia” yang diusung TIGGO V.
Lahir dari Riset Jalanan Indonesia
Chery tidak hanya memetakan kebutuhan konsumen dari sisi desain. Perusahaan juga mengumpulkan masukan terkait kondisi yang kerap ditemui masyarakat, mulai dari tanjakan, jalan rusak, genangan, cuaca panas, perjalanan keluarga hingga kebutuhan membawa perlengkapan kerja dan hobi.
Dari riset tersebut, Chery menemukan sejumlah kebutuhan utama, seperti ground clearance tinggi, kemampuan menanjak, tampilan yang tangguh, kabin tiga baris, pendingin udara yang mampu menjangkau seluruh kabin, konektivitas, serta efisiensi bahan bakar.
Temuan itu kemudian menjadi dasar pengembangan konsep Chery X yang sebelumnya diperkenalkan pada GJAW November 2025.
Kini, hasil pengembangan tersebut diwujudkan melalui TIGGO V yang diperkenalkan di GIIAS 2026.
“Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengembangan TIGGO V, yang memadukan kemampuan SUV, kelapangan MPV, dan fleksibilitas double cab. Inilah yang kami maksud dengan ‘Specially Built for Indonesia’,” kata Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.
Bukan Cuma Gaya, Dimensinya Disiapkan untuk Medan Indonesia
Secara fisik, TIGGO V memiliki panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, tinggi 1.790 mm, serta ground clearance 220 mm.
Chery juga membekali kendaraan ini dengan kemampuan menanjak hingga 41 derajat dan melintasi genangan air hingga kedalaman 700 mm.
Ada pula fitur Easy Turn yang memanfaatkan pengereman pada roda belakang untuk membantu mengurangi radius putar sekitar 0,5 meter.
Fitur ini ditujukan untuk mempermudah manuver ketika kendaraan berada di ruang terbatas.
Untuk menghadapi iklim tropis, TIGGO V mengandalkan Air Flow Calibration System serta ventilasi AC tambahan di baris ketiga dan pilar C.
Sementara untuk konektivitas, tersedia sistem Human-Machine Intelligence terbaru dengan dukungan wireless Android Auto dan Apple CarPlay.
Dua Pilihan Powertrain, Klaim Jarak Tempuh 1.030 Km
Chery menawarkan TIGGO V dengan dua pilihan teknologi penggerak, yakni mesin Internal Combustion Engine (ICE)dan Chery Super Hybrid (CSH).
Untuk varian hybrid, Chery menyebut teknologi powertrain TIGGO V memiliki efisiensi termal hingga 42,5 persen dan daya jelajah mencapai 1.030 km.
Namun, angka tersebut tentu masih perlu dilihat berdasarkan konfigurasi kendaraan dan kondisi penggunaan aktual di Indonesia. Klaim pabrikan tidak otomatis mencerminkan konsumsi bahan bakar yang akan diperoleh setiap pengguna dalam kondisi jalan sehari-hari.
Satu Mobil, Tiga Karakter
Bagian paling menarik dari TIGGO V justru berada pada fleksibilitas kabinnya.
Chery menggunakan konsep square cabin layout untuk memaksimalkan ruang interior.
Konfigurasi kursi dapat diatur untuk membawa dua, empat, lima, hingga tujuh penumpang.
Mode tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bed mode, aktivitas harian, perjalanan keluarga, maupun membawa perlengkapan outdoor.
Dalam konfigurasi SUV, TIGGO V mengedepankan kemampuan dan karakter kendaraan untuk mobilitas harian. Saat digunakan sebagai MPV, kabin tiga baris dapat menampung hingga tujuh penumpang.
Sementara dalam konfigurasi double cab, area belakang dapat dimanfaatkan untuk membawa perlengkapan kerja maupun kebutuhan aktivitas luar ruang.
Perubahan konfigurasi tersebut dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan dukungan diler.
Bisa Jadi Mobil Keluarga Sekaligus Kendaraan Hobi
Fleksibilitas TIGGO V semakin diperkuat dengan split tailgate yang mampu menopang beban hingga 250 kg. Bagian ini dapat dimanfaatkan sebagai area duduk maupun penopang barang.
Untuk aktivitas luar ruang, tersedia pula Vehicle-to-Load (V2L) 2,2 kW yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk sejumlah perangkat elektronik.
Chery bahkan menampilkan dua unit TIGGO V dengan konfigurasi berbeda di GIIAS 2026.
Satu unit diperlihatkan sebagai SUV/MPV dengan tiga baris kursi, sementara unit lainnya sudah diubah menjadi model double cab dengan area belakang terbuka.
Dengan demikian, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana satu kendaraan yang sama menjalankan tiga fungsi berbeda.







