OTOMOTIFMEDIA.COM – Pemilik mobil hybrid Toyota tidak perlu khawatir ketika harus melakukan parkir paralel dan kendaraannya perlu dipindahkan oleh orang lain.
Selama prosedurnya tepat, sistem elektrifikasi tidak akan menghalangi mobil untuk didorong.
Parkir paralel biasanya dilakukan ketika mobil ditempatkan berurutan dengan kendaraan lain mengikuti arah jalan.
Posisi tersebut berbeda dengan parkir di area yang memang sudah disediakan khusus untuk parkir paralel.
Ada pula kondisi parkir paralel yang sifatnya situasional, misalnya ketika lahan parkir penuh.
Mobil kemudian diparkir di belakang atau depan kendaraan lain sehingga berpotensi menghalangi akses keluar-masuk.
Dalam situasi seperti ini, kendaraan yang diparkir harus dapat dipindahkan apabila pemilik mobil yang terhalang ingin keluar.
Pada mobil transmisi manual, persoalan tersebut relatif sederhana. Pengemudi cukup memastikan tuas transmisi berada di posisi N atau netral sehingga kendaraan dapat didorong.
Sementara pada mobil otomatis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Ketika parkir paralel, tuas transmisi tidak boleh dibiarkan berada di posisi P karena posisi tersebut membuat mobil tidak dapat didorong.
Selain itu, transmisi harus berada di posisi N dan rem parkir tidak aktif.
Hal serupa berlaku pada mobil Hybrid EV Toyota yang menggunakan Electric Parking Brake (EPB).
“Parkir paralel pada mobil Hybrid EV Toyota pada dasarnya mudah dilakukan selama AutoFamily mengikuti prosedur yang tepat,” kata Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara.
Mobil hybrid Toyota seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV telah dilengkapi EPB dan shift lock.
Sistem elektrifikasi pada kendaraan hybrid tidak menjadi penghalang ketika mobil perlu dipindahkan dalam kondisi parkir paralel.
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengemudi menonaktifkan EPB dan memindahkan transmisi ke posisi N dengan prosedur yang sesuai.
Untuk mobil Hybrid EV Toyota yang dilengkapi EPB dan shift lock, berikut langkah umum yang dapat dilakukan:
- Pastikan kendaraan sudah berada pada posisi parkir paralel yang benar dan tersedia ruang untuk kendaraan didorong.
- Pindahkan tuas transmisi ke posisi P seperti ketika melakukan parkir normal.
- Tetap injak pedal rem, kemudian tekan tombol Electric Parking Brake (EPB) selama beberapa saat hingga muncul notifikasi pada panel instrumen bahwa EPB telah deactivated atau tidak aktif.
- Matikan sistem kendaraan menggunakan tombol start/stop.
- Ambil remote kendaraan dan keluarkan kunci pintu cadangan yang berada di dalamnya.
- Masukkan dan tekan kunci tersebut ke lubang shift lock yang berada di sisi tuas transmisi, tepat di bagian depan posisi P.
- Sambil menggunakan tangan lainnya, pindahkan tuas transmisi ke posisi N.
- Setelah itu, kendaraan dapat ditinggalkan. Untuk memastikan prosedurnya berhasil, kendaraan bisa dicoba didorong terlebih dahulu.
- Ketika kendaraan akan digunakan kembali, pindahkan tuas transmisi ke posisi P lalu nyalakan kendaraan.
- Sambil tetap menginjak pedal rem, tarik tombol EPB ke atas untuk kembali mengaktifkan rem parkir.
Meski demikian, prosedur tersebut merupakan panduan umum.
Pemilik tetap disarankan mengikuti instruksi yang tercantum dalam buku pedoman pemilik masing-masing kendaraan.
Jangan Asal Parkir Paralel
Parkir paralel secara situasional memang dapat menjadi solusi ketika lahan parkir penuh.
Namun, cara tersebut tetap memiliki risiko karena kendaraan dapat bergerak maju atau mundur setelah ditinggalkan.
Karena itu, apabila tidak dalam kondisi mendesak, pemilik kendaraan disarankan menggunakan area parkir yang telah disediakan pengelola dan tidak menghalangi kendaraan lain.
Langkah tersebut bukan hanya memudahkan pengguna kendaraan lain, tetapi juga membantu mengurangi potensi kendaraan bergerak tanpa sepengetahuan pemilik.







