OTOMOTIFMEDIA.COM – PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan bahwa elektrifikasi bukan berarti meninggalkan karakter yang telah membentuk merek Honda selama puluhan tahun.
Melalui sesi Media Deep Dive di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Honda memperkenalkan tema "Culture. Evolved."sebagai filosofi yang menghubungkan seluruh lini produknya, mulai dari mobil bermesin konvensional, hybrid hingga kendaraan listrik.
Lewat tema tersebut, Honda ingin menunjukkan bahwa perubahan teknologi akan terus berlangsung, namun filosofi Engineered for Driving Joy tetap menjadi identitas utama yang melekat pada setiap kendaraan Honda.
Menurut Honda, transformasi industri otomotif saat ini bukan sekadar soal adopsi teknologi baru, melainkan bagaimana inovasi tetap mempertahankan karakter yang telah menjadi fondasi perusahaan selama ini.
Sejalan dengan semangat tersebut, Honda juga memperkenalkan logo H generasi terbaru yang pertama kali digunakan pada kendaraan listrik di Indonesia.
Logo baru itu bukan hanya penyegaran identitas visual, tetapi juga menjadi simbol arah baru Honda menuju masa depan elektrifikasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan elektrifikasi merupakan bentuk evolusi, bukan perubahan identitas Honda.
"Melalui tema ‘Culture. Evolved.’, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi, produk, pengalaman, hingga identitas visual akan terus berkembang mengikuti zaman, namun filosofi Engineered for Driving Joy akan selalu menjadi karakter yang menyatukan setiap Honda, termasuk Honda SuperONE sebagai ekspresi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi," ujarnya.
Honda SuperONE Jadi Representasi Era Baru
Dalam kesempatan tersebut, Honda juga menempatkan Honda SuperONE sebagai representasi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi.
Model ini dikembangkan dengan pendekatan "A Honda First. Electric Second.", yang menempatkan pengalaman berkendara sebagai prioritas utama sebelum teknologi elektrifikasi.
Namun Honda menegaskan filosofi tersebut tidak hanya diterapkan pada satu model saja.
Seluruh kendaraan Honda dikembangkan dengan prinsip engineering yang sama, kemudian disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing segmen.
Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor, Ferdianto Budiono, menjelaskan seluruh model Honda memiliki DNA yang sama meski menawarkan karakter berkendara yang berbeda.
"Setiap model Honda memang memiliki karakter, teknologi, dan peran yang berbeda sesuai kebutuhan konsumennya. Namun apa pun modelnya, semuanya dikembangkan dengan filosofi yang sama, yaitu Engineered for Driving Joy," kata Ferdianto.
Honda menjelaskan seluruh produknya dibangun berdasarkan lima prinsip utama, yakni Driving Performance, Purposeful Engineering, Human-Centered Design, Lasting Reliability, dan Timeless Character.
Pada aspek Driving Performance, karakter berkendara diwujudkan berbeda di setiap model.
Honda Brio mengedepankan kelincahan untuk penggunaan harian, sementara Honda HR-V menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan rasa sporty.
Di lini hybrid, teknologi e menghadirkan respons motor listrik yang halus sekaligus bertenaga, sedangkan Honda Prelude dan Honda Civic RS e memperoleh pengalaman berkendara lebih emosional melalui teknologi Honda S+ Shift.
Sementara pada prinsip Purposeful Engineering, Honda menempatkan fungsi sebagai dasar setiap pengembangan teknologi.
Contohnya terlihat pada Honda SuperONE yang memiliki bobot ringan, wheel track lebih lebar serta posisi baterai rendah untuk menghasilkan pusat gravitasi lebih optimal.
Prinsip serupa juga diterapkan melalui mesin i-VTEC pada Honda Brio, teknologi e, hingga desain gagang pintu tersembunyi di Honda HR-V dan Honda WR-V.
Honda juga tetap mempertahankan pendekatan Human-Centered Design dengan mengutamakan kenyamanan pengguna melalui fleksibilitas kabin Honda SuperONE, konfigurasi tiga baris Honda BR-V, visibilitas Honda WR-V, hingga ruang fungsional pada Honda STEP WGN e.
Di sisi lain, prinsip Lasting Reliability diwujudkan melalui proses engineering, kontrol kualitas, hingga manufaktur yang menghasilkan kendaraan dengan daya tahan tinggi dan nilai jual yang tetap terjaga selama bertahun-tahun.
Sedangkan Timeless Character diwujudkan lewat desain yang tidak mudah usang.
Honda menyebut SuperONE membawa kembali semangat Honda City Turbo dalam interpretasi modern, sementara Honda Prelude mempertahankan identitas coupe melalui bahasa desain terbaru.
Karakter serupa juga terlihat pada Honda Brio yang mudah dipersonalisasi, Honda HR-V dengan desain minimalis yang proporsional, hingga Honda STEP WGN e yang tetap mempertahankan identitas khas JDM.
Melalui pendekatan tersebut, Honda menegaskan seluruh lini produknya, mulai dari Honda Brio, WR-V, HR-V, BR-V, Civic, CR-V, hingga kendaraan listrik, tetap dikembangkan dengan filosofi yang sama, yakni menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Sebagai langkah berikutnya, Honda memastikan pemesanan Honda SuperONE akan mulai dibuka pada 5 Agustus 2026, sekaligus menjadi awal kehadiran model listrik terbaru Honda di Indonesia yang tetap membawa DNA Engineered for Driving Joy.







