Otomotifmedia.com - Kalau sempat mengunjungi booth Wuling dan Daihatsu di GIIAS 2026, terus berhenti buat foto dan video.
Tampak Wuling Aira EV dengan tema Disney and Pixar’s Toy Story, dan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid dengan pattern segitiga gradasinya yang rapi.
Keduanya kelihatan seperti hasil cat custom yang niat. Tapi ternyata, itu bukan cat.
Otomotifmedia ngobrol langsung sama Parin Budiman, selaku Business and Operations Manager Autoglaze Jakarta Barat, workshop yang dipercaya menggarap dua karya visual tersebut.
Pertanyaan pertama yang kita lempar simpel aja: itu cutting atau cat? “Cutting,” jawab Parin singkat.
Jadi seluruh motif yang menempel di body Aira EV dan Rocky itu hasil kerja cutting sticker presisi, bukan proses airbrush atau pengecatan ulang.
Level detail yang kelihatan mulai dari pattern kotak-kotak khas Woody di Aira EV sampai gradasi segitiga di Daihatsu Rocky. Semuanya dieksekusi lewat teknik cutting sticker.
Dua Proyek, Dua Tantangan Beda
Waktu ditanya bagian mana yang paling rumit atau butuh effort ekstra selama pengerjaan, Parin cerita ada dua titik kesulitan besar buat proyek Aira EV.
“Effort pertama itu approval disney, kedua instalasi woody yang keliling dengan pattern kotak kotaknya harus visually perfect,” jelas pria yang berkantor di Autoglaze Jakarta, yang beralamat di Jalan Panjang No. 1P, Arteri Kedoya, Jakbar.
Ia menambahkan tantangan teknisnya. “Basically kesulitannya design menyatu keliling dan body Aira EV nya bulet semua tanpa sudut itu challenging banget,” imbuh Parin.
Tapi menurut Parin, dari dua proyek ini, yang level kerumitannya lebih tinggi justru bukan Aira EV. “Tapi masih jauh lebih rumit kerjain Rocky nya Daihatsu sih,” katanya.
Buat Rocky, kesulitan utamanya ada di proses menerjemahkan desain 2D pattern segitiga yang mengecil dan bergradasi ke body mobil yang bentuknya serba melengkung.
Sebuah proses yang butuh presisi ukur pakai laser di lapangan, biar garis-garisnya tetap terlihat lurus meski ditempel di bidang yang aslinya nggak rata sama sekali.
Kerja di Balik Layar yang Nggak Keliatan Pengunjung
Yang menarik dari obrolan ini, kesulitan yang diceritakan Parin bukan cuma soal skill potong sticker doang.
Ada proses approval hak cipta karakter yang harus dilewati untuk Aira EV, ada tenggat waktu ketat buat Rocky yang unitnya baru datang dari Jepang.
Serta harus dikerjakan di bonded area, sampai adjustment detail kecil kayak offset velg pakai spacer.
Semua proses itu biasanya nggak kelihatan sama sekali oleh pengunjung yang cuma sempat lewat dan foto sebentar di depan mobilnya.
Padahal, di balik tiap garis lurus dan tiap sudut pattern yang “visually perfect” itu, ada hitungan hari, approval berlapis, dan kerja presisi milimeter demi milimeter.
Buat yang penasaran mau tahu lebih detail soal proses masing-masing proyek, OTOMED bakal bahas lebih dalam di artikel selanjutnya.