
Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026
Otomotifmedia.com - Mampir di booth Daihatsu GIIAS 2026 tampak detail pattern di Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid.
Body-nya dibalut motif segitiga yang mengecil dengan efek gradasi warna, dan dari kejauhan kelihatan clean serta presisi.
OTOMED ngobrol sama Parin Budiman, Business and Operations Manager Autoglaze Jakarta Barat, soal proses di balik proyek yang menurutnya sendiri jadi yang paling rumit dibanding proyek lain di GIIAS tahun ini.
“Tapi masih jauh lebih rumit kerjain rocky nya daihatsu sih,” ungkap Parin saat membandingkan tingkat kesulitan Daihatsu Rocky dengan proyek Wuling Aira EV Toy Story yang juga mereka garap.
Dari Gambar 2D ke Body Melengkung
Titik awal kesulitannya ada sejak tahap desain. Parin menjelaskan detail teknisnya:
“Daihatsu rocky kesulitannya design awalnya di gambar 2D yg keliling pattern dengan visual yang harus sama dengan preview baik interior dan exteriornya,”
“Pola yang simetris segitiga mengecil membiaskan gradasi dari jarak jauh, mau tidak mau harus dicetak dahulu di media sticker fancy change color menggunakan UV print pernis yang terkenal mudah pecah diposisi lekukan extreme,” beber Parin.
Jadi bukan cuma soal desain yang harus matching sempurna sama preview, materialnya sendiri, stiker fancy color-shifting dengan UV print pernis.
Punya sifat yang rentan pecah kalau ditempel di area lekukan tajam. Artinya, satu kesalahan kecil di posisi tempel bisa langsung kelihatan cacatnya.
Laser Jadi Andalan buat Jaga Garis Tetap Lurus
Tantangan terbesarnya baru muncul saat desain 2D itu harus dipindahkan ke media 3D, alias body mobil asli yang bentuknya jauh dari datar.
“Aplikasi 2D di media 3D (real car). Setiap pattern triangle diukur menggunakan laser untuk menciptakan visual straight line satu sama lain di bidang yang tidak lurus sama sekali,” urai Parin.
Disinilah bedanya kerja cutting sticker Autoglaze. Demi bikin garis pattern segitiga tetap terlihat lurus dan konsisten satu sama lain.
Tiap potongan harus diukur satu per satu pakai laser, meskipun bidang yang ditempeli sama sekali nggak punya permukaan lurus.

Cuma Dua Hari, Unit Baru Datang dari Jepang
Yang bikin proyek ini makin menantang, semua proses di atas harus dikejar dalam waktu yang sangat mepet.
“Simple tapi visually straight line, dan harus nutupin roof yang aslinya material plastic mentah banyak amplasan harus siap pajang dalam waktu 2 hari,”
“Karena mobil dari jepang dan pengerjaan di bonded area, adjustment offset velg pula dengan spacer,” papar Autoglaze Jakarta beralamat di Jalan Panjang No. 1P, Arteri Kedoya, Jakarta Barat.
Selain harus mengejar tenggat dua hari, tim juga masih harus mengamplas bagian roof yang materialnya masih plastik mentah biar siap dilapisi wrap, sekaligus menyesuaikan offset velg pakai spacer.
Semua dikerjakan di bonded area karena unit mobilnya memang baru tiba langsung dari Jepang, bukan stok lokal yang biasa ditangani leluasa.
Dari cerita Parin, Rocky jadi proyek yang paling menantang buat tim Autoglaze dibanding proyek lain di GIIAS 2026.
Presisi laser, material yang rawan pecah, bentuk body yang nggak beraturan, dan tenggat waktu yang super ketat.
Semuanya harus ketemu di satu hasil akhir yang justru terlihat simpel dan bersih di mata pengunjung.







