Hino Perbarui Sertifikat TKDN, Kandungan Lokal Truk Capai 71,75 Persen

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Minggu, 09 Agustus 2026 16:04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hino Perbarui Sertifikat TKDN, Kandungan Lokal Truk Capai 71,75 Persen

OTOMOTIFMEDIA.COM – PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) memperbarui Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai implementasi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 35 Tahun 2025. 

 

Melalui pembaruan tersebut, nilai TKDN kendaraan niaga Hino kini mencapai 71,75 persen pada sejumlah model yang telah diperbarui.

 

Pembaruan sertifikasi ini menjadi langkah penting bagi Hino dalam menyesuaikan metode perhitungan TKDN berdasarkan regulasi terbaru sekaligus memperkuat penggunaan komponen lokal pada setiap kendaraan yang diproduksi di Indonesia.

 

Tak hanya memenuhi regulasi, peningkatan kandungan lokal juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia, sekaligus memperbesar kontribusi industri komponen dalam negeri.

 

Rekam jejak Hino di industri kendaraan niaga nasional juga terbilang panjang. 

 

Hingga Juli 2026, pabrikan asal Jepang tersebut telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga di Indonesia yang digunakan pada berbagai sektor, mulai dari logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan.

 

Menariknya, Hino juga menjadi satu-satunya produsen kendaraan bermotor di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus diekspor ke sejumlah negara.

 

Plant Manager PT HMMI, Repelita Ginting, mengatakan peningkatan TKDN merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat industri manufaktur nasional.

 

"Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional. Pada akhirnya, pelanggan juga memperoleh produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas global," kata Repelita Ginting.

 

Saat ini, dari total 46 model kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia, sebanyak 31 model telah mengantongi sertifikat TKDN.

 

Dari jumlah tersebut, 10 model telah berhasil diperbarui sesuai ketentuan Permenperin No. 35 Tahun 2025 dengan nilai TKDN mencapai 71,75 persen, sementara model lainnya akan menyusul secara bertahap.

 

Dengan pencapaian tersebut, Hino optimistis dapat mendukung implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga nasional.

 

Bagi konsumen, tingginya nilai TKDN juga memberikan keuntungan berupa semakin kuatnya ekosistem pemasok lokal sehingga ketersediaan komponen menjadi lebih terjamin tanpa mengurangi standar kualitas global yang diterapkan Hino pada setiap produknya.

 

Berita Terkait

Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait