OTOMOTIFMEDIA.COM – Area test drive GIIAS 2026 memang tidak menawarkan lintasan panjang untuk menggeber mobil sampai batas kemampuannya.
Namun, trek yang tersedia cukup untuk memberikan gambaran awal mengenai karakter DFSK E5 Plus, terutama sebagai SUV plug-in hybrid (PHEV) yang mengutamakan kenyamanan sekaligus menawarkan respons tenaga motor listrik.
Dalam sesi test drive singkat di area GIIAS 2026, DFSK E5 Plus Ultra+ diajak melewati sejumlah kondisi yang umum ditemui dalam penggunaan sehari-hari.
Mulai dari speed bump, jalur berkelok dan putaran balik, hingga sedikit kesempatan untuk merasakan akselerasi di trek lurus.
Memang belum cukup untuk memberikan penilaian secara menyeluruh. Tetapi setidaknya, beberapa karakter dasar E5 Plus Ultra+ mulai terasa.
Melibas Speed Bump, Suspensi Terasa Jadi Andalan
Bagian yang paling mudah untuk mengevaluasi karakter sebuah SUV justru bukan ketika melaju kencang, melainkan saat melewati permukaan jalan yang tidak rata.
DFSK E5 Plus menggunakan MacPherson Independent di depan dan Multi-link Independent di belakang.
Sistem tersebut dipadukan dengan Frequency Selective Damping (FSD) Adaptive Adjustment System.
Kombinasi ini terasa relevan ketika mobil melewati speed bump di area test drive.
Dengan dimensi panjang mencapai 4.760 mm dan wheelbase 2.785 mm, E5 Plus tergolong SUV bongsor.
Karena itu, kemampuan suspensi dalam meredam guncangan menjadi salah satu aspek penting.
Saat melintasi speed bump dengan kecepatan yang wajar, redaman terasa cukup terkontrol. Gerakan bodi memang tetap terasa sebagai konsekuensi dari dimensi dan bobot kendaraan, tetapi suspensi mampu menjaga mobil tetap nyaman.
Karakter ini membuat E5 Plus terasa lebih diarahkan sebagai kendaraan keluarga yang mengutamakan kenyamanan, bukan MPV yang mengejar karakter sport.
Motor Listrik 160 kW Terasa Saat Akselerasi
Salah satu bagian paling menarik dari E5 Plus tentu datang dari sistem PHEV-nya.
Mobil ini menggunakan mesin bensin H15R 1.5 liter empat silinder yang menghasilkan tenaga 68 kW dan torsi 130 Nm.
Namun, penggerak utama saat mode listrik berasal dari motor elektrik berdaya 160 kW dengan torsi maksimal 280 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi e-CVT.
Pada trek lurus yang tersedia, kesempatan untuk menguji kemampuan akselerasi memang sangat terbatas.
Namun, karakter motor listrik langsung terasa ketika pedal akselerator diinjak.
Respons awalnya cenderung spontan dan halus.
Tidak ada jeda perpindahan gigi seperti yang biasa dirasakan pada transmisi konvensional karena e-CVT bekerja dengan karakter berbeda.
DFSK sendiri mengklaim E5 Plus mampu berakselerasi 0-50 km per jam dalam 3,6 detik.
Angka tersebut cukup menggambarkan mengapa SUV ini tetap memiliki respons awal yang menarik ketika mengandalkan motor listrik.
Dimensi Besar Bukan Berarti Sulit Bermanuver
Bagian lain yang menarik dalam trek GIIAS 2026 adalah area putar balik.
Dengan panjang hampir 4,8 meter, E5 Plus jelas bukan kendaraan yang bisa dianggap kecil.
Namun, posisi duduk yang tinggi dan visibilitas kabin membantu pengemudi mendapatkan pandangan yang cukup baik saat melakukan manuver.
Untuk membantu pengemudi, DFSK menyematkan 360 HD Around View Monitor yang dilengkapi fitur Transparent Chassis.
Fitur tersebut cukup berguna ketika kendaraan harus bermanuver di ruang terbatas.
Pengemudi tidak hanya mengandalkan kaca spion, tetapi juga mendapatkan gambaran area di sekitar mobil melalui layar.
Empat Mode Berkendara Bisa Disesuaikan
DFSK memberikan empat pilihan mode berkendara pada E5 Plus, yakni Eco, Comfort, Sport, dan Snow.
Dalam sesi singkat ini, karakter mobil paling terasa ketika digunakan secara normal.
Mode Comfort menjadi pilihan yang masuk akal untuk penggunaan sehari-hari karena karakter respons pedal dan kenyamanan menjadi fokus utama.
Sementara itu, keberadaan mode Sport memberikan opsi bagi pengemudi yang menginginkan respons lebih agresif.
Yang menarik, sistem hybrid-nya juga memiliki empat pilihan mode operasi, yaitu Pure Electric, Prefer Electric, Smart, dan Prefer Fuel.
Artinya, pengemudi memiliki keleluasaan menentukan bagaimana sistem PHEV bekerja sesuai kondisi perjalanan.
Baterai 25 kWh, Bisa Jalan 140 Km Tanpa Mesin Bensin
Di balik sistem PHEV tersebut terdapat baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 25 kWh.
Berdasarkan pengujian NEDC, DFSK mengklaim E5 Plus mampu menempuh jarak hingga 140 km menggunakan tenaga listrik murni.
Sementara ketika mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama, total jarak tempuhnya diklaim mencapai 1.400 km.
Untuk pengisian daya, baterai dapat diisi menggunakan AC Type 2 sekitar 3-4 jam dari 20 persen hingga 90 persen.
Sementara pengisian cepat DC dengan konektor CCS2 membutuhkan sekitar 20-28 menit untuk 30-80 persen.
Ada pula fitur Vehicle to Load (V2L) 3,3 kW, yang memungkinkan baterai kendaraan digunakan sebagai sumber listrik eksternal.
Kabin Enam Penumpang Jadi Nilai Jual
Mobil ini memiliki konfigurasi enam penumpang dengan dimensi 4.760 x 1.865 x 1.710 mm serta wheelbase 2.785 mm.
Di dalam kabin tersedia layar infotainment 15,6 inci dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8155, Android Auto dan Apple CarPlay, serta sistem audio 13 speaker.
Fitur kenyamanan lainnya mencakup ambient light, automatic climate control, wireless charger 50 watt, hingga ventilated seat untuk baris pertama dan kedua.
Menariknya, kursi depan dan baris kedua juga mendapatkan pengaturan elektrik.
Sesi test drive di GIIAS 2026 memang terlalu singkat untuk memberikan penilaian lengkap mengenai DFSK E5 Plus.
Jarak trek yang terbatas membuat pengujian kecepatan tinggi maupun konsumsi energi belum bisa dilakukan secara optimal.
Namun, dari beberapa menu yang tersedia—speed bump, manuver putar balik, hingga akselerasi singkat—E5 Plus memperlihatkan karakter sebagai SUV yang mengandalkan kenyamanan, respons motor listrik, dan fleksibilitas sistem PHEV.
Dengan harga Rp499 juta OTR Jakarta, E5 Plus menawarkan kombinasi yang cukup menarik: konfigurasi enam penumpang, baterai LFP 25 kWh, kemampuan EV hingga 140 km, combined range hingga 1.400 km, serta fitur keselamatan dan ADAS yang lengkap.
Pada akhirnya, daya tarik terbesar E5 Plus bukan sekadar angka tenaga atau jarak tempuh. Justru kemampuannya menggabungkan rasa berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas mesin bensin yang membuat SUV ini menarik untuk dilirik sebagai kendaraan elektrifikasi.







