Bukan Sekadar Pelacak, Teknologi Buatan Indonesia Ini Bantu Jaga Keselamatan 45 Pereli di APRC Sumut

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Jumat, 14 Agustus 2026 08:04:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Sekadar Pelacak, Teknologi Buatan Indonesia Ini Bantu Jaga Keselamatan 45 Pereli di APRC Sumut

OTOMOTIFMEDIA.COM – Persaingan di Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 dan IMI National Rally Championship (INRC) Round 4 di Sumatera Utara bukan hanya ditentukan oleh kecepatan pereli. 

 

Di balik duel hingga garis finis, teknologi Rally Tracking System buatan Indonesia turut memainkan peran penting dalam membantu Race Control memantau posisi dan kondisi peserta secara real-time.

 

Teknologi yang dikembangkan TransTRACK tersebut diterapkan pada Sumatera Utara Rally 2026 yang berlangsung 7-9 Agustus 2026. 

 

Sistem ini memanfaatkan konektivitas seluler dan satelit untuk memantau pergerakan kendaraan, termasuk mendeteksi ketika mobil berhenti di lintasan.

 

Sebanyak 45 peserta, termasuk pereli dari India dan Spanyol, dipantau selama 12 Special Stage (SS) yang tersebar di Tobasari A, Tobasari B, dan Bah Butong.

 

Total lintasan yang ditempuh mencapai 231,10 kilometer dalam dua hari perlombaan.

 

Dari persaingan tersebut, pasangan Musa Rajekshah (Ijeck) dan Hervian Sudjono keluar sebagai juara umum APRC Round 3 sekaligus INRC Round 4 dengan mengandalkan Skoda Fabia RS Rally2 dari BLA BLA BLA Motorsport.

 

Sementara itu, Ryan Nirwan dan Adi Indiarto finis di posisi kedua dan memastikan gelar Juara Nasional INRC Round 4 bersama Toyota GR Yaris Rally2 dari TOYOTA GAZOO RACING INDONESIA.

 

Ketika Radio Point Tak Lagi Cukup

 

Karakter balap rally yang menggunakan lintasan panjang dan tersebar membuat Race Control menghadapi tantangan berbeda dibandingkan balapan di sirkuit.

 

Posisi kendaraan tidak selalu dapat dipantau secara langsung, khususnya ketika mobil berada di antara titik komunikasi atau mengalami insiden di area yang sulit dijangkau secara visual.

 

Kondisi tersebut menjadi alasan Rally Tracking System TransTRACK digunakan sebagai bagian dari sistem monitoring perlombaan.

 

Ahmad Syauki Anas, Clerk of the Course (Pimpinan Perlombaan), mengatakan sistem tersebut membantu mengatasi keterbatasan monitoring yang sebelumnya banyak bergantung pada radio point.

 

Jarak antarradio point dapat mencapai sekitar 2,5 kilometer. Artinya, terdapat kemungkinan posisi kendaraan di antara dua titik tersebut tidak langsung diketahui.

 

“Dengan adanya tracking system yang menggunakan seluler maupun satelit seperti yang kita pakai sekarang, peserta bisa terlihat secara real-time. Ketika 30 detik saja berhenti, kita sudah bisa mulai mencari tahu apa yang terjadi. Jadi kita bisa tahu letak posisi persisnya dan kalaupun ada sesuatu, kita bisa cepat ambil tindakan untuk keselamatan peserta,” kata Syauki.

 

Kemampuan tersebut bukan hanya menjadi fitur tambahan. Dalam kondisi ketika kendaraan mengalami insiden dan menghalangi lintasan, informasi dari Rally Tracking System dapat membantu Race Control memahami situasi di lapangan dan mengoordinasikan respons yang diperlukan.

 

Dengan demikian, teknologi pelacakan berperan sebagai salah satu sumber informasi bagi perangkat perlombaan untuk mempercepat respons terhadap situasi di Special Stage.

 

Data Tracking Jadi Bagian Evaluasi Perlombaan

 

Selain pemantauan secara langsung, data yang terekam dari Rally Tracking System juga dapat menjadi pendukung dalam evaluasi kejadian selama perlombaan.

 

Namun, keputusan terkait red flag maupun penghentian sementara Special Stage tetap berada di tangan perangkat perlombaan sesuai regulasi yang berlaku.

 

Pengembangan sistem ini juga bukan kali pertama dilakukan TransTRACK di ajang rally.

 

Sebelumnya, Rally Tracking System telah digunakan pada APRC 2024 di Rambung Sialang serta Sprint Rally Deli Serdang 2026.

 

Dari implementasi tersebut, sistem kembali dikembangkan untuk Sumatera Utara Rally 2026, terutama dari sisi kestabilan koneksi dan tampilan monitoring.

 

“Yang membuat kami cukup kagum adalah setelah digunakan di Tobasari, tampilannya sangat bagus dan koneksinya lebih jelas. Artinya, terdapat kemajuan yang sangat baik dari tim TransTRACK,” ucap Syauki.

 

Teknologi Lokal Mulai Dilirik Perangkat Rally Internasional

 

Perkembangan teknologi tracking Indonesia juga mendapat perhatian Vicky Chandhok, Chairman of Stewards, yang telah mengikuti penyelenggaraan rally di Indonesia selama sekitar enam hingga tujuh tahun.

 

Menurutnya, sistem monitoring rally di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

 

“Saya melihat perubahan yang besar dan arahnya semakin baik. Ini merupakan peningkatan yang signifikan, dan sistem yang digunakan saat ini bekerja dengan sangat baik. Tahap berikutnya dapat diarahkan pada pengembangan lebih lanjut, terutama pada fungsi komunikasi dan integrasi timing, termasuk start time," kata Vicky.

 

"Pengembangan sistem juga perlu terus mengacu pada panduan serta membangun komunikasi yang jelas dengan FIA. Saya sangat mengapresiasi bahwa teknologi ini dibuat dan dikembangkan di Indonesia,” ucapnya melanjutkan.

 

Bagi TransTRACK, penggunaan sistem tersebut pada ajang APRC menjadi kesempatan untuk menguji teknologi lokal dalam kondisi perlombaan dengan tuntutan tinggi terhadap kecepatan informasi dan reliabilitas.

 

Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, mengatakan teknologi tersebut sejak awal tidak hanya dirancang untuk mengetahui posisi kendaraan.

 

“Dalam rally, setiap detik dan informasi dari lintasan sangat berarti. Rally Tracking System kami kembangkan bukan sekadar untuk menunjukkan posisi kendaraan, tetapi untuk membantu Race Control memperoleh informasi yang dibutuhkan agar situasi di lintasan dapat diketahui dan direspons lebih cepat,” kata Anggia.

 

“APRC menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan Rally Tracking System TransTRACK. Kami akan membawa masukan dari penyelenggara dan perangkat perlombaan ke tahap pengembangan berikutnya, dengan target meningkatkan standar teknologi ini agar dapat berkontribusi lebih luas terhadap keselamatan rally, baik di Indonesia maupun kawasan regional,” ujarnya.

 

Bidik Homologasi FIA

 

Setelah digunakan pada sejumlah kejuaraan rally, TransTRACK kini membuka peluang pengembangan lebih jauh.

 

Masukan dari Race Control dan perangkat perlombaan akan menjadi bahan untuk meningkatkan reliabilitas koneksi sekaligus mengembangkan fungsi komunikasi, timing, dan race management.

 

Target akhirnya tidak hanya memperluas penggunaan di ajang rally nasional.

 

TransTRACK berharap Rally Tracking System dapat digunakan pada lebih banyak kejuaraan di Indonesia dan dikembangkan menuju homologasi FIA, sehingga teknologi tersebut memiliki peluang untuk digunakan pada kompetisi rally di tingkat regional.

Berita Terkait

Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 Teknologi Common Rail Jadi Senjata Isuzu Tekan Konsumsi Solar dan Emisi Ini Status Perizinan Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Dibekali Mesin 4.778 cc EURO 4, Isuzu ELF Refrigerator Jadi Perhatian di GIICOMVEC 2026 Digelar 8 Sampai 11 April 2026, GIICOMVEC Kedatangan 3 Brand Kendaraan Niaga Baru Dibekali Mesin Smartstream Gamma II 1.5L, Intip Kecanggihan Kia New Sonet Dijual Mulai Rp 3 Jutaan, Intip Kelebihan Sepeda Listrik SUNRA Starlite dan Poppy Diva Ismayana Cedera, M Zidane Siap Gaspol di Ajang FMSCT Thailand Motocross 2026
Berita ini 9 kali dibaca