OTOMOTIFMEDIA.COM - BYD menyiapkan pembaruan keamanan jarak jauh untuk pikap Shark 6 setelah pengujian keamanan siber di Australia menunjukkan adanya celah yang memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan diakses dari jarak jauh.
Pembaruan tersebut akan ditujukan untuk sistem hiburan berbasis Android pada Shark 6.
Melansir ABC.net, BYD menyebut langkah ini diperlukan untuk mencegah pihak lain mengakses sistem dan memasukkan perangkat lunak sendiri ke dalam sistem infotainment kendaraan.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena mobil modern semakin terhubung dengan internet dan sistem digital.
Artinya, keamanan kendaraan tidak lagi hanya berkaitan dengan mesin, rem, atau struktur bodi, tetapi juga perangkat lunak yang menjadi bagian dari kendaraan.
Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
Temuan keamanan terhadap BYD Shark 6 dilakukan Fortify Labs dalam laporan yang menjadi bagian dari program ABC Australia berjudul Asleep at the Wheel.
Dalam demonstrasi tersebut, Fortify Labs menunjukkan adanya akses jarak jauh yang dapat digunakan untuk mengendalikan sejumlah fungsi pada kendaraan.
Lampu depan dapat dimatikan dari jarak jauh, sementara wiper kaca juga dapat diaktifkan ketika sistem berhasil diakses.
Meski demikian, pengujian tersebut tidak menunjukkan seluruh fungsi kendaraan dapat dikendalikan.
Fungsi utama seperti rem dan kamera disebut tidak dapat diakses melalui celah yang didemonstrasikan.
BYD kemudian menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui sistem keamanan kendaraan selama masa penggunaannya.
"BYD tetap berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber selama siklus hidup kendaraan melalui analisis kerentanan berkelanjutan, pengujian keamanan, penilaian risiko, dan pembaruan perangkat lunak," ujar BYD dalam keterangan resminya.
BYD Siapkan Pembaruan OTA
Salah satu langkah yang akan dilakukan BYD adalah mengirimkan pembaruan keamanan secara jarak jauh atau over the air (OTA).
Update tersebut akan memperkuat sistem infotainment berbasis Android agar pihak yang tidak berwenang tidak dapat memasukkan perangkat lunak sendiri ke dalam sistem kendaraan.
Fortify Labs sendiri tidak mengungkap secara rinci metode yang digunakan untuk mendapatkan akses ke sistem elektronik Shark 6.
Pengungkapan teknik secara detail dinilai dapat menimbulkan persoalan keamanan karena metode serupa berpotensi digunakan untuk menyerang sistem head unit berbasis Android pada kendaraan dari merek lain.
Fortify Labs menjelaskan bahwa pengujian bersama ABC pada dasarnya merupakan demonstrasi hipotetis mengenai potensi risiko yang muncul seiring semakin terhubungnya kendaraan.
Laporan tersebut juga menggambarkan skenario ketika kelompok kriminal berhasil memperoleh akses ke sistem back-end produsen kendaraan.
Dalam kondisi ekstrem, akses tersebut secara teori dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan pembaruan OTA ke kendaraan terhubung yang beroperasi di jalan.







