Sistem BYD Shark 6 Ditemukan Punya Celah Peretasan, Ini Respons BYD

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 06 Oktober 2026 08:06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem BYD Shark 6 Ditemukan Punya Celah Peretasan, Ini Respons BYD

OTOMOTIFMEDIA.COM - BYD menyiapkan pembaruan keamanan jarak jauh untuk pikap Shark 6 setelah pengujian keamanan siber di Australia menunjukkan adanya celah yang memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan diakses dari jarak jauh.

 

Pembaruan tersebut akan ditujukan untuk sistem hiburan berbasis Android pada Shark 6. 

 

Melansir ABC.net, BYD menyebut langkah ini diperlukan untuk mencegah pihak lain mengakses sistem dan memasukkan perangkat lunak sendiri ke dalam sistem infotainment kendaraan.

 

Temuan tersebut menjadi perhatian karena mobil modern semakin terhubung dengan internet dan sistem digital. 

 

Artinya, keamanan kendaraan tidak lagi hanya berkaitan dengan mesin, rem, atau struktur bodi, tetapi juga perangkat lunak yang menjadi bagian dari kendaraan.

 

Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh

 

Temuan keamanan terhadap BYD Shark 6 dilakukan Fortify Labs dalam laporan yang menjadi bagian dari program ABC Australia berjudul Asleep at the Wheel.

 

Dalam demonstrasi tersebut, Fortify Labs menunjukkan adanya akses jarak jauh yang dapat digunakan untuk mengendalikan sejumlah fungsi pada kendaraan. 

 

Lampu depan dapat dimatikan dari jarak jauh, sementara wiper kaca juga dapat diaktifkan ketika sistem berhasil diakses.

 

Meski demikian, pengujian tersebut tidak menunjukkan seluruh fungsi kendaraan dapat dikendalikan. 

 

Fungsi utama seperti rem dan kamera disebut tidak dapat diakses melalui celah yang didemonstrasikan.

 

BYD kemudian menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui sistem keamanan kendaraan selama masa penggunaannya.

 

"BYD tetap berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber selama siklus hidup kendaraan melalui analisis kerentanan berkelanjutan, pengujian keamanan, penilaian risiko, dan pembaruan perangkat lunak," ujar BYD dalam keterangan resminya.

 

BYD Siapkan Pembaruan OTA

 

Salah satu langkah yang akan dilakukan BYD adalah mengirimkan pembaruan keamanan secara jarak jauh atau over the air (OTA).

 

Update tersebut akan memperkuat sistem infotainment berbasis Android agar pihak yang tidak berwenang tidak dapat memasukkan perangkat lunak sendiri ke dalam sistem kendaraan.

 

Fortify Labs sendiri tidak mengungkap secara rinci metode yang digunakan untuk mendapatkan akses ke sistem elektronik Shark 6. 

 

Pengungkapan teknik secara detail dinilai dapat menimbulkan persoalan keamanan karena metode serupa berpotensi digunakan untuk menyerang sistem head unit berbasis Android pada kendaraan dari merek lain.

 

Fortify Labs menjelaskan bahwa pengujian bersama ABC pada dasarnya merupakan demonstrasi hipotetis mengenai potensi risiko yang muncul seiring semakin terhubungnya kendaraan.

 

Laporan tersebut juga menggambarkan skenario ketika kelompok kriminal berhasil memperoleh akses ke sistem back-end produsen kendaraan. 

 

Dalam kondisi ekstrem, akses tersebut secara teori dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan pembaruan OTA ke kendaraan terhubung yang beroperasi di jalan.

Berita Terkait

BYD Resmikan Pabrik di Subang, Produksi Lokal Ditargetkan 150.000 Unit per Tahun Punya Range Lebih dari 1.300 Km, Ini Strategi LEPAS L8 PHEV Goda Konsumen Indonesia BYD Racco Raup 1.000 Pesanan di Jepang, Siap Tantang Honda Super-ONE di Indonesia? BYD Bongkar Rahasia Teknologi Dual Mode, Hybrid Bisa Irit 65 Km/L hingga Siap Off-road BYD M6 EV Generasi Baru Meluncur di Indonesia, Jarak Tempuh 450 Km dan Harga Rp395 Juta BYD Gandeng PSG dan Manchester City, Perkuat Branding Global Lewat Sepak Bola Elite Eropa BYD Bidik Jawa Barat, Tech Culture Fest 2026 Hadirkan Edukasi EV hingga Uji Efisiensi M6 DM BYD Lahirkan Supercar Listrik Baru, DENZA Z Hadir dengan Tenaga 1.604 PS dan Isi Daya 5 Menit
Berita ini 2 kali dibaca