OTOMOTIFMEDIA.COM – Pemilik mobil tidak cukup hanya memperhatikan penggantian oli mesin untuk menjaga kendaraan tetap prima.
Sejumlah komponen lain, baik yang memiliki masa pakai pendek maupun panjang, juga perlu diperiksa secara rutin agar tidak menimbulkan masalah saat mobil digunakan, terutama ketika bepergian bersama keluarga.
Gejala seperti rem berbunyi, mesin kurang responsif, hingga AC yang tidak lagi dingin maksimal bisa menjadi tanda adanya komponen yang mulai aus atau telah melewati masa pakainya.
Dalam perawatan kendaraan, komponen umumnya terbagi menjadi dua kategori, yakni fast moving dan slow moving.
Keduanya memiliki interval pemeriksaan dan penggantian yang berbeda, sesuai fungsi, usia pakai, serta kondisi penggunaan kendaraan.
Komponen Fast Moving
Komponen fast moving merupakan suku cadang yang memiliki masa pakai relatif singkat sehingga perlu diperiksa dan diganti secara berkala.
Komponen jenis ini biasanya tersedia di bengkel resmi maupun bengkel umum karena frekuensi penggantiannya cukup tinggi.
Beberapa komponen fast moving yang perlu mendapat perhatian pemilik mobil antara lain oli mesin dan filter oli.
Keduanya umumnya diganti setiap 10.000 kilometer atau enam bulan sekali, mengikuti rekomendasi pabrikan.
Filter udara mesin juga perlu diperiksa dalam setiap servis berkala.
Penggantiannya biasanya dilakukan sekitar 40.000 kilometer atau 24 bulan, tetapi interval tersebut dapat berubah bergantung pada kondisi jalan dan lingkungan tempat kendaraan digunakan.
Sementara itu, filter kabin umumnya diganti setiap 10.000 kilometer atau enam bulan.
Komponen ini berperan dalam menjaga kualitas udara yang masuk ke dalam kabin, sehingga kondisinya turut memengaruhi kenyamanan penumpang.
Kampas rem juga wajib diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.
Komponen ini biasanya diganti pada kisaran 30.000 hingga 60.000 kilometer atau sekitar satu tahun.
Namun, usia pakainya bisa lebih singkat apabila mobil sering digunakan di tengah kemacetan atau melewati jalan menurun.
Busi menjadi komponen lain yang perlu dipantau. Pada jenis tertentu, busi dapat digunakan hingga 100.000 kilometer.
Penggantian perlu dilakukan apabila telah mencapai batas usia pakai atau mulai menunjukkan penurunan kinerja.
Komponen Slow Moving
Berbeda dengan fast moving, komponen slow moving memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Penggantiannya umumnya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan atau komponen telah mencapai batas usia tertentu.
Sokbreker, misalnya, tidak selalu memiliki interval penggantian yang sama pada setiap kendaraan.
Komponen ini perlu diperiksa ketika kinerja suspensi mulai berubah, muncul suara tidak normal, atau kondisi ban menunjukkan adanya masalah yang berkaitan dengan sistem peredaman.
Aki juga harus diperiksa dalam setiap servis berkala. Kondisinya dapat diketahui melalui pemeriksaan tegangan maupun gejala ketika kendaraan dinyalakan. Aki yang mulai lemah atau menyebabkan mobil sulit dihidupkan biasanya perlu segera diganti.
Drive belt atau sabuk penggerak disarankan untuk diperiksa secara berkala, misalnya setiap 20.000 kilometer atau satu tahun.
Penggantian diperlukan apabila ditemukan indikasi keausan atau slip yang biasanya ditandai dengan munculnya bunyi dari area mesin.
Bearing roda perlu mendapat perhatian apabila terdengar suara dengung saat mobil melaju atau terdapat kelonggaran pada roda.
Jika gejala tersebut muncul, komponen harus diperiksa dan diganti apabila kondisinya sudah tidak layak.
Komponen lain yang berhubungan dengan sistem kemudi dan kaki-kaki, seperti ball joint dan tie rod, juga tidak boleh diabaikan.
Kerusakan pada bagian ini dapat ditandai dengan setir yang terasa tidak stabil, bunyi ketika melewati jalan rusak, atau keausan ban yang tidak merata.
Sementara itu, engine mounting perlu diperiksa ketika mesin atau kabin mulai terasa bergetar secara berlebihan.
Komponen ini berfungsi menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak terlalu terasa di dalam kabin.
Perawatan rutin cegah biaya membengkak
Pemeriksaan dan penggantian komponen tidak seharusnya hanya dilakukan ketika kerusakan sudah terasa.
Dengan mengikuti jadwal servis berkala serta memperhatikan gejala yang muncul saat berkendara, pemilik mobil dapat mengantisipasi kerusakan yang lebih besar.
Selain membantu menjaga performa kendaraan, langkah tersebut juga dapat membuat biaya perawatan lebih terkendali.
Mobil yang terawat tentunya akan memberikan rasa aman dan nyaman, terutama ketika digunakan untuk perjalanan jauh bersama keluarga.
Interval penggantian komponen dapat berbeda pada setiap model kendaraan. Karena itu, pemilik mobil tetap perlu menjadikan buku manual dan rekomendasi pabrikan sebagai acuan utama.







