Otomotifmedia.com - Pasar mobil bekas di Indonesia mulai menunjukkan geliat yang semakin kuat sepanjang 2026.
Di tengah kondisi ekonomi yang membuat konsumen semakin selektif dalam membeli kendaraan, mobil bekas justru menjadi pilihan realistis karena dianggap lebih fleksibel dari sisi harga namun tetap mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian.
Fenomena tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan mobil bekas PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang melonjak hingga 169,34 persen secara year-on-year (y.o.y) sampai Februari 2026.
BRI Finance menilai tren ini tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen otomotif nasional yang kini semakin mempertimbangkan efisiensi pengeluaran tanpa harus kehilangan akses terhadap kendaraan pribadi.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan kendaraan bekas kini semakin diminati karena menawarkan nilai ekonomis yang lebih kompetitif di tengah berbagai pertimbangan finansial masyarakat.
“Mobil bekas menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih masyarakat karena lebih fleksibel dari sisi harga, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini masih memiliki prospek yang baik seiring kebutuhan kendaraan yang tetap tinggi,” kata Dhani dalam keterangan resminya.
Menurutnya, dinamika pasar mobil baru juga ikut memengaruhi pertumbuhan pasar kendaraan bekas.
Ketika harga kendaraan baru semakin tinggi atau kondisi ekonomi membuat konsumen lebih berhati-hati, mobil bekas menjadi opsi yang dinilai lebih rasional.
Meski pasar mobil bekas tumbuh agresif, BRI Finance menegaskan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan.
Seleksi kredit dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan tetap sehat.
“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik masing-masing. Keduanya saling melengkapi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli, kebutuhan mobilitas, hingga kondisi ekonomi masyarakat secara umum," ucap Dhani menjelaskan.
"Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif,” ujarnya menambahkan.
Hingga Februari 2026, segmen kendaraan bekas menyumbang sekitar 9,79 persen terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perusahaan juga terus memperluas kerja sama dengan dealer mobil bekas dan mitra penjualan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain memperkuat jaringan dealer, BRI Finance juga mulai mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran digital dan mempercepat proses pengajuan pembiayaan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Di tengah tren harga kendaraan yang terus bergerak dinamis, pasar mobil bekas diperkirakan masih akan menjadi salah satu sektor otomotif paling aktif sepanjang tahun ini.







