Otomotifmedia.com - Insentif pembebasan pajak kendaraan listrik yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menunjukkan dampak positif terhadap pasar elektrifikasi nasional.
Tidak hanya meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, kebijakan tersebut juga mulai mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di sektor multifinance.
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang merasakan efek positif tren tersebut.
Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik perusahaan tercatat tumbuh sekitar 13,74 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani menilai insentif pajak kendaraan listrik menjadi faktor penting yang semakin memperkuat daya tarik electric vehicle (EV) di Indonesia.
“Insentif pajak tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari. Bagi industri pembiayaan, ini juga menjadi peluang untuk memperbesar portofolio green financing yang saat ini terus berkembang,” kata Dhani dalam keterangan resminya.
Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini tidak lagi sekadar mengikuti tren global, tetapi mulai bergerak menjadi kebutuhan baru masyarakat urban yang menginginkan kendaraan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain didukung insentif pemerintah pusat maupun daerah, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan dinilai mulai mengubah pola konsumsi otomotif nasional.
“Kami melihat ada perubahan pola pikir masyarakat menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Prosesnya memang tidak instan, tetapi arahnya cukup jelas dan didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujar Dhani.
Meski pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik meningkat signifikan, kendaraan konvensional hingga saat ini masih menjadi penyumbang terbesar portofolio pembiayaan BRI Finance.
Untuk memperbesar pasar EV, BRI Finance mengaku terus memperluas kerja sama dengan dealer dan pelaku industri otomotif, sekaligus memperkuat kanal pemasaran agar akses pembiayaan kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat.
Di sisi lain, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.
Secara industri, tren pembiayaan kendaraan listrik juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup agresif.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mencapai Rp22,5 triliun hingga Maret 2026 atau tumbuh 35,27 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik nasional mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih serius, seiring semakin luasnya pilihan model EV dan dukungan regulasi pemerintah.







