10 Teknologi Mobil Masa Depan China pada 2027, Baterai Solid-State hingga AI

Penulis - | Editor -

Minggu, 04 Oktober 2026 10:01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

10 Teknologi Mobil Masa Depan China pada 2027, Baterai Solid-State hingga AI

 

 

OTOMOTIFMEDIA.COM - Industri otomotif China menyiapkan lompatan teknologi pada 2027, mulai dari baterai solid-state berenergi tinggi, mobil yang dapat memasok listrik ke jaringan, hingga kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di dalam kabin. 

 

Sebanyak 10 tren teknologi tersebut diidentifikasi oleh para insinyur otomotif China sebagai arah pengembangan industri dalam beberapa tahun ke depan.

Melansir laman Carnewschina, daftar itu diumumkan dalam Kongres Tahunan ke-33 Masyarakat Insinyur Otomotif Tiongkok (China-SAE) di Suzhou. 

 

Menurut Zheng Yali, wakil sekretaris China-SAE, tren tersebut mencerminkan perkembangan teknologi yang mulai bergerak dari tahap inovasi menuju validasi, produksi massal, dan penerapan dalam skala lebih luas.

 

Tren pertama adalah baterai solid-state dengan kepadatan energi sel mencapai 400 Wh/kg. 

 

Teknologi ini diproyeksikan memasuki tahap produksi percontohan pada 2027, dengan keunggulan berupa potensi keselamatan lebih tinggi dan rentang suhu operasi yang lebih luas.

 

Tahap berikutnya mencakup validasi rekayasa pada kendaraan secara utuh. Artinya, pengembangan baterai tidak lagi hanya berfokus pada sel, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut bekerja ketika dipasang pada mobil.

 

Teknologi kedua adalah mikrokontroler atau MCU berbasis arsitektur prosesor RISC-V terbuka. 

 

Komponen ini diperkirakan memasuki produksi massal untuk mendukung berbagai fungsi kendaraan, mulai dari pengaturan powertrain hingga pengereman dan sistem keselamatan.

 

Tren ketiga berkaitan dengan sistem kontrol gerak kendaraan terintegrasi. Teknologi ini menyelaraskan perintah pengemudi dengan respons kendaraan melalui koordinasi sistem seperti kemudi dan pengereman, sehingga pengendalian mobil berpotensi menjadi lebih presisi.

Sementara itu, tren keempat adalah Vehicle-to-Grid (V2G), teknologi yang memungkinkan kendaraan listrik menyalurkan energi kembali ke jaringan listrik. 

 

China-SAE memperkirakan kapasitas pengaturan energi dua arah melalui teknologi ini dapat mencapai jutaan kilowatt setiap hari.

 

Jika diterapkan secara luas, kendaraan listrik bukan hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga berpotensi berperan sebagai penyimpan energi yang membantu menjaga kestabilan jaringan listrik.

 

Tren kelima adalah penggunaan komponen bodi besar berbahan paduan magnesium melalui proses die-casting terintegrasi.

Teknologi ini memungkinkan pembuatan struktur kendaraan dalam bentuk komponen besar, termasuk bagian lantai belakang dan struktur pintu belakang.

 

Para insinyur memperkirakan penggunaan komponen tersebut berpotensi mengurangi bobot kendaraan sekitar 20 persen. 

 

Pengurangan bobot menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi, terutama pada kendaraan listrik yang membutuhkan pengelolaan energi secara optimal.

 

Tren keenam adalah pengoperasian armada truk otonom tingkat tinggi dalam skenario demonstrasi yang melibatkan ribuan kendaraan. 

 

Penerapannya diproyeksikan mencakup kawasan logistik seperti jalur transportasi kereta api, pertambangan, dan pelabuhan.

 

Teknologi ini berpotensi meningkatkan kapasitas angkutan barang sekaligus mendorong otomatisasi di sektor logistik, terutama pada area operasional yang memiliki rute dan aktivitas lebih terstruktur.

 

Berikutnya, teknologi motor listrik hub roda menjadi tren ketujuh. Sistem ini menempatkan motor penggerak di dalam roda, sehingga dapat mengoptimalkan tata letak komponen dan efisiensi transmisi tenaga. 

 

Teknologi tersebut juga berpotensi meningkatkan kemampuan pengendalian vektor kendaraan.

 

Tren kedelapan adalah penerapan model AI dengan 14 miliar parameter langsung pada perangkat di kabin kendaraan produksi massal. 

 

Pemrosesan AI di dalam kendaraan dapat mengurangi ketergantungan pada komputasi berbasis cloud, sekaligus meningkatkan privasi data dan kemampuan menjalankan tugas yang lebih kompleks.

 

Tren kesembilan adalah peralihan sistem bantuan mengemudi yang terhubung menuju pemasangan awal dalam skala terbatas. 

 

Dengan menggabungkan kemampuan kendaraan dan komputasi cloud, teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

 

Adapun tren kesepuluh adalah pencetakan logam tiga dimensi atau metal 3D printing. Teknologi manufaktur ini memungkinkan pengembangan desain struktur bodi dan pembuatan komponen kompleks yang lebih sulit diproduksi dengan metode konvensional.

Berita Terkait

Baterai Hino Big Bus Kini Lebih Besar, RK 280 hingga AK 240 Dapat Pembaruan China Makin Mengancam, Bos Bugatti Minta Eropa Fokus pada Mobil Mewah Mobil Tiba-tiba Mogok, Ban Bocor atau Overheat? Begini Cara Menghadapinya Mobil Listrik Mungil Geely EX2 Dapat Bintang Lima dari Dua Lembaga Keselamatan China Luncurkan Hampir 3 Mobil Listrik Sehari, CATL Ingatkan Risiko Cacat Baterai AI dan Mobil Listrik Makin Marak, Infrastruktur Energi Indonesia Dituntut Lebih Fleksibel AI dan Data Center Makin Butuh Listrik, Energy Week 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Industri Mobil Mogok di Jalan Tol? Begini Cara Membaca Patok KM agar Petugas Cepat Menemukan Lokasi
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :