OTOMOTIFMEDIA.COM – Setelah mengubah lanskap media sosial global, TikTok kini dikabarkan bersiap masuk ke industri otomotif.
Disitat dari laman Carnewschina, melalui perusahaan induknya, ByteDance, perusahaan itu menggandeng Seres Group untuk merilis merek kendaraan baru yang akan fokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
Merek baru itu akan berada di bawah perusahaan bernama Saidou Technology, yang sebelumnya dikenal sebagai Chongqing Landian Technology.
Restrukturisasi perusahaan dilakukan setelah masuknya investasi senilai 6,67 miliar yuan atau setara Rp15 triliun dari sejumlah investor strategis.
Beberapa investor tersebut termasuk perusahaan afiliasi CATL dan dana investasi milik pemerintah Distrik Shapingba, Chongqing.
Dalam struktur terbaru, Seres tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali.
Pabrikan yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Huawei tersebut kini hanya menguasai sekitar 32,96 persen saham, sementara konsorsium yang didukung pemerintah menjadi pemegang saham terbesar.
Menurut sejumlah sumber industri di China, Saidou tengah menyiapkan model perdana yang dijadwalkan meluncur sebelum akhir 2026.
Kendaraan tersebut akan hadir dalam format crossover yang memadukan karakter SUV dan sedan.
Menariknya, mobil ini akan tersedia dalam pilihan tenaga listrik murni (BEV) maupun range extender (EREV), mengikuti tren yang sedang berkembang di pasar otomotif China.
Namun yang menjadi pembeda utama bukanlah desain atau teknologi penggeraknya, melainkan pengalaman pengguna berbasis kecerdasan buatan.
Berbeda dengan merek Aito yang mengandalkan teknologi smart driving dari Huawei, kendaraan Saidou akan mengintegrasikan teknologi AI milik Volcano Engine.
Volcano Engine merupakan platform cloud dan kecerdasan buatan yang berada di bawah ByteDance.
Teknologi tersebut akan menjadi pusat interaksi kendaraan melalui sistem kokpit pintar berbasis large language model (LLM), memungkinkan pengalaman berkendara yang lebih personal, intuitif, dan terhubung.
Meski demikian, ByteDance menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom secara mandiri.
Fokus perusahaan tetap berada pada penyediaan infrastruktur cloud, AI, dan layanan digital untuk kendaraan masa depan.
Sasar Konsumen Generasi Muda
Saidou disebut akan menyasar konsumen muda yang akrab dengan teknologi digital dan gaya hidup terkoneksi.
Untuk mendukung strategi tersebut, merek baru ini juga akan memiliki jaringan pemasaran dan distribusi tersendiri, baik untuk pasar domestik China maupun ekspor.
Langkah ini sekaligus menjadi transformasi besar dari merek Landian yang sebelumnya kesulitan bersaing di segmen kendaraan entry level dengan rentang harga 100.000 hingga 150.000 yuan.
Masuknya ByteDance ke industri otomotif menambah panjang daftar perusahaan teknologi yang mulai merambah bisnis kendaraan listrik.
Sebelumnya Xiaomi sukses mengguncang pasar lewat SU7, sementara beberapa produsen lain seperti Leapmotor juga dikabarkan tengah menyiapkan sub-brand baru tahun ini.
Di tengah transformasi tersebut, performa bisnis Seres masih menunjukkan tren positif.
Sepanjang Mei 2026, penjualan kendaraan energi baru (NEV) Seres mencapai 33.476 unit.
Sementara secara kumulatif Januari-Mei 2026, penjualannya mencapai 145.108 unit atau tumbuh 15,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.







