Astra Otoparts Raup Laba Rp1,2 Triliun di Semester I 2026, Naik 22,6 Persen

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 28 Juli 2026 10:09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Astra Otoparts Raup Laba Rp1,2 Triliun di Semester I 2026, Naik 22,6 Persen

OTOMOTIFMEDIA.COM – PT Astra Otoparts Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester pertama 2026. 

 

Di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah, perusahaan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp1,2 triliun, atau tumbuh 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp939 miliar.

 

Tak hanya laba, pendapatan Astra Otoparts juga mengalami peningkatan signifikan. 

 

Hingga Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp10,9 triliun, naik 13,2 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp9,6 triliun.

 

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan dua lini bisnis utama, yakni segmen manufaktur dan segmen perdagangan (aftermarket).

 

Pada segmen manufaktur, peningkatan permintaan komponen dari pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) menjadi motor utama pertumbuhan, seiring meningkatnya kebutuhan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Sementara itu, segmen perdagangan memperoleh kontribusi dari semakin lengkapnya portofolio produk aftermarket, kuatnya permintaan pasar domestik, perluasan jaringan distribusi dan ritel, serta pertumbuhan ekspor.

 

"Pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha Perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar Rupiah," ujar Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman.

 

Segmen Manufaktur Tetap Tumbuh

 

Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan dari segmen manufaktur mencapai Rp5,6 triliun, meningkat 11,6 persen dibandingkan Rp5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan komponen kendaraan dari berbagai pelanggan OEM, sekaligus bertambahnya kerja sama dengan produsen otomotif baru.

 

Selain memperkuat bisnis konvensional, Astra Otoparts juga terus mengembangkan komponen kendaraan elektrifikasi (xEV), baik untuk general parts maupun specific parts.

 

Perseroan juga memproduksi perangkat pengisian daya kendaraan listrik melalui merek ALTRO, sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

 

Di luar industri otomotif, Astra Otoparts turut memperluas diversifikasi bisnis ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan berbagai sektor industri lainnya untuk memperkuat sumber pertumbuhan jangka panjang.

 

Bisnis Aftermarket Makin Kuat

 

Segmen perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan pendapatan mencapai Rp5,3 triliun, naik 15,1 persen dibandingkan Rp4,6 triliun pada semester I 2025.

 

Kinerja tersebut didukung permintaan suku cadang aftermarket yang tetap tinggi di pasar domestik, ditambah kontribusi penjualan ekspor.

 

Hingga Juni 2026, Astra Otoparts memiliki jaringan distribusi yang terdiri dari 49 dealer utama, 27 kantor penjualan, serta melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia.

 

Di sektor ritel modern, perusahaan kini telah mengoperasikan 667 gerai, sebagai bagian dari strategi mendekatkan layanan kepada konsumen.

 

Astra Otoparts juga terus mengembangkan platform digital AstraOtoshop yang mengintegrasikan layanan online to offline (O2O). 

 

Melalui platform tersebut, pelanggan dapat membeli produk secara daring sekaligus melakukan pemasangan di jaringan ritel resmi Astra Otoparts.

 

Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

 

Komitmen terhadap elektrifikasi juga terus diperluas. Hingga semester I 2026, Astra Otoparts telah mengoperasikan 70 unit Astra Otopower yang tersebar di 60 lokasi strategis di Indonesia.

 

Keberadaan infrastruktur pengisian daya tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan di Tanah Air.

 

Dari sisi neraca, total aset Astra Otoparts hingga akhir semester I 2026 mencapai Rp23,9 triliun, meningkat 5,6 persendibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp22,6 triliun. 

 

Sementara total ekuitas tercatat sebesar Rp17,2 triliun, mencerminkan struktur keuangan yang tetap solid untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.

 

Berita Terkait

iCAR V27 Siap Debut di GIIAS 2026, SUV Boxy REEV dengan Jarak Tempuh 1.200 Km Isuzu Bawa Lima Kendaraan Niaga dengan Aplikasi Khusus ke GIIAS 2026, Fokus Dukung Dunia Usaha Insentif Mobil Listrik Belum Terbit, Gaikindo Minta Konsumen Tak Menunda Pembelian IMI Awards 2025: Honda Diapresiasi atas Dedikasi Empat Dekade untuk Motorsport Indonesia Indomobil Serius Garap Segmen EV, Leapmotor B10 dan Deepal S05 Tampil Perdana di Tangerang IIMS 2027 6-16 Mei, Siapkan Area Lebih Luas dan Kota Baru Industri Plastik Tertekan, ExxonMobil Tawarkan Solusi Pangkas Biaya dan Downtime IIMS Surabaya 2026 Pecah Rekor, Transaksi Tembus Rp336 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca