Bridgestone Uji Coba Ban Tanpa Angin di Jalan Raya, Kecepatannya Cuma 20 Km per Jam

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Senin, 20 Juli 2026 08:06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bridgestone Uji Coba Ban Tanpa Angin di Jalan Raya, Kecepatannya Cuma 20 Km per Jam

OTOMOTIFMEDIA.COM - Setelah hampir dua dekade melakukan riset dan pengembangan, Bridgestone akhirnya membawa teknologi ban tanpa udara (AirFree) ke penggunaan komersial. 

 

Meski menjadi tonggak penting dalam industri ban global, teknologi ini masih memiliki keterbatasan karena saat ini hanya digunakan pada kendaraan berkecepatan rendah dengan batas maksimal sekitar 20 km per jam.

 

Disitat dari laman Carscoops, ban AirFree mulai dioperasikan pada armada kendaraan otonom di Kota Higashiomi, Jepang. 

 

Kendaraan yang bentuknya menyerupai kereta golf tersebut digunakan sebagai moda transportasi bagi warga lanjut usia dan menjadi aplikasi komersial pertama ban tanpa udara Bridgestone setelah 18 tahun pengembangan.

 

Peluncuran ini menandai transisi teknologi AirFree dari sekadar prototipe dan uji coba menjadi produk yang benar-benar digunakan dalam layanan transportasi sehari-hari.

 

Dikembangkan Selama 18 Tahun

 

Bridgestone pertama kali memperkenalkan konsep ban tanpa udara pada 2008. 

 

Setelah melalui beberapa tahap penyempurnaan, perusahaan meluncurkan generasi ketiga AirFree pada 2023 yang kini digunakan pada armada otonom tersebut.

 

Berbeda dengan ban konvensional yang mengandalkan tekanan udara, AirFree menggunakan struktur jari-jari (spokes) berbahan resin termoplastik yang menopang bobot kendaraan. 

 

Di bagian luar terdapat lapisan tapak karet yang tetap memberikan traksi saat bersentuhan dengan permukaan jalan.

 

Material resin fleksibel dipilih agar mampu menyerap beban dan meredam guncangan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. 

 

Selain itu, sebagian besar materialnya juga dirancang agar dapat didaur ulang sehingga mendukung konsep mobilitas berkelanjutan.

 

Belum Siap untuk Mobil Penumpang

 

Meski berhasil digunakan secara komersial, Bridgestone mengakui teknologi AirFree saat ini masih belum ditujukan untuk mobil penumpang.

 

Kendaraan yang menggunakan ban tersebut dibatasi melaju hingga 12 mph atau sekitar 20 km per jam, sehingga lebih cocok digunakan pada shuttle otonom, kendaraan kawasan wisata, area industri, maupun kendaraan mobilitas perkotaan berkecepatan rendah.

 

Keterbatasan kecepatan menjadi tantangan terbesar sebelum teknologi ini dapat diterapkan pada mobil produksi massal yang beroperasi di jalan raya.

 

Bidik Mobilitas Masa Depan hingga Kendaraan Luar Angkasa

 

Selain mengembangkan ban tanpa udara untuk kendaraan perkotaan, Bridgestone juga tengah memanfaatkan teknologi serupa untuk proyek ban kendaraan penjelajah bulan (lunar rover).

 

Konsep tersebut menggunakan struktur logam sebagai pengganti resin agar mampu bertahan menghadapi kondisi ekstrem di permukaan bulan.

 

Sementara itu, Bridgestone juga masih mengkaji model bisnis AirFree, termasuk kemungkinan menggabungkan penjualan ban dengan layanan daur ulang material sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular perusahaan.

 

Berita Terkait

20.000 Motor Listrik ALVA Mengaspal, Penggunanya Naik 100 Persen Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK untuk Beli BBM Subsidi, Ini Penjelasannya Pertamina Enduro Gelar Nobar MotoGP Aragon, Libatkan 10 Komunitas dan Ojol Perluas Pasar EV, iCAR Resmi Buka City Store Pertama di Medan Pernah Laku 767 Ribu Unit, Chevrolet Kini Setop Jual Mobil Baru di China Cuma Sebentar, tapi Terasa Karakternya: Menjajal DFSK E5 Plus di GIIAS 2026 Cuma 20 Unit, Daihatsu Terios Special Edition Jadi Buruan Kolektor di GIIAS 2026 Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026
Berita ini 84 kali dibaca