OTOMOTIFMEDIA.COM – Kenyamanan sebuah SUV ternyata bukan hanya soal jok empuk, kabin lega, atau banyaknya fitur.
Di balik rasa nyaman saat berkendara, ada rekayasa teknis yang menentukan bagaimana mobil merespons jalan, meredam guncangan, menjaga kestabilan, hingga mengisolasi suara dari luar kabin.
Hal tersebut menjadi perhatian iCAR Indonesia dalam mengembangkan iCAR V27, flagship SUV terbarunya.
Mobil ini mengandalkan kombinasi teknologi suspensi, chassis, distribusi bobot, serta optimasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menghadirkan karakter berkendara yang stabil dan halus.
Pendekatan tersebut disiapkan untuk menghadapi karakter jalan Indonesia yang sangat beragam.
Mulai dari kemacetan perkotaan, jalan tol, perjalanan antarkota, hingga permukaan jalan yang tidak selalu mulus.
"Mulai dari sistem suspensi, pengembangan chassis, distribusi bobot kendaraan, hingga penyempurnaan kualitas kabin, seluruhnya dirancang agar setiap perjalanan terasa lebih stabil, nyaman, dan minim kelelahan bagi pengemudi maupun penumpang," kata Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCAR Indonesia.
H-Arm Aluminium Jadi Salah Satu Kunci
Salah satu teknologi yang menjadi fondasi karakter suspensi iCAR V27 adalah Hollow Cast Aluminum H-Arm Suspension.
Penggunaan material aluminium berongga dirancang untuk menghasilkan komponen suspensi yang lebih ringan sekaligus memiliki tingkat kekakuan struktur yang tinggi.
Kombinasi tersebut membuat roda dapat merespons perubahan kontur permukaan jalan secara lebih optimal.
Guncangan akibat jalan bergelombang, sambungan aspal, maupun permukaan yang tidak rata diharapkan dapat diredam tanpa mengorbankan stabilitas dan presisi pengendalian.
Dengan kata lain, iCAR tidak hanya mengejar suspensi yang terasa empuk, tetapi berusaha mencari titik keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan mobil tetap terkontrol.
Distribusi Bobot Ikut Menentukan
Suspensi bukan satu-satunya komponen yang menentukan rasa berkendara.
iCAR V27 juga dikembangkan melalui pendekatan balanced chassis development, terutama untuk mengoptimalkan distribusi bobot kendaraan.
Keseimbangan tersebut berperan ketika SUV digunakan dalam berbagai kondisi.
Saat melaju di jalan tol, mobil diharapkan tetap stabil. Sementara ketika digunakan bermanuver di jalan perkotaan, pengendalian tetap terasa percaya diri.
Karakter tersebut juga menjadi penting ketika V27 digunakan untuk perjalanan jauh bersama keluarga, di mana kenyamanan penumpang harus berjalan beriringan dengan kestabilan kendaraan.
Kabin Dibuat Senyap, NVH di Bawah 61 dB
Selain bagaimana mobil melewati jalan, iCAR juga memberikan perhatian terhadap suara dan getaran yang masuk ke dalam kabin.
iCAR V27 diklaim memiliki tingkat NVH kurang dari 61 dB, yang disebut memberikan tingkat kesenyapan setara dengan kendaraan listrik murni.
Untuk mencapai karakter tersebut, sejumlah bagian kendaraan dioptimalkan guna mengurangi suara, getaran, serta resonansi yang berasal dari permukaan jalan maupun lingkungan sekitar.
Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan Active Noise Cancellation (ENC), kaca keselamatan laminated yang dilengkapi lapisan insulasi panas, serta struktur bodi yang telah dioptimalkan.
Hasil yang dituju adalah kabin yang lebih tenang, sehingga percakapan antara penumpang maupun aktivitas menikmati hiburan selama perjalanan tidak terganggu suara dari luar.
Golden REEV Bawa Daya Jelajah Lebih dari 1.200 Km
Seluruh rekayasa tersebut kemudian dipadukan dengan teknologi Golden REEV.
Sistem ini dirancang memberikan karakter performa khas kendaraan listrik sekaligus menawarkan daya jelajah lebih dari 1.200 km.
"Melalui iCAR V27, kami ingin menghadirkan SUV yang tidak hanya memiliki performa khas kendaraan listrik dan daya jelajah yang panjang, tetapi juga dirancang agar nyaman digunakan di berbagai karakter jalan di Indonesia," ucap Tommy memungkasi.







