Hilirisasi Aluminium Jadi Sorotan di GIFA-METEC Indonesia 2026

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Jumat, 11 September 2026 08:13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hilirisasi Aluminium Jadi Sorotan di GIFA-METEC Indonesia 2026

OTOMOTIFMEDIA.COM – GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dengan membawa lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara. 

 

Pameran teknologi pengecoran dan metalurgi ini menyoroti kebutuhan Indonesia untuk mempercepat hilirisasi industri logam, terutama pengolahan aluminium menjadi produk bernilai tambah.

 

Memasuki edisi ketiga, GIFA dan METEC Indonesia berlangsung hingga 12 September 2026 dengan area pameran lebih dari 8.000 meter persegi. 

 

Kedua pameran yang digelar Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia ini hadir berdampingan dengan Mining Indonesia ke-24 dalam rangkaian IEE Series - Engineering Week 2026.

 

Pameran tersebut diproyeksikan menarik lebih dari 6.000 pengunjung profesional. 

 

Bukan hanya menjadi tempat bertemunya produsen mesin dan pelaku industri, GIFA-METEC juga menjadi ajang bagi perusahaan Indonesia untuk melihat langsung teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi, otomatisasi, dan keberlanjutan proses produksi.

 

Managing Director Messe Düsseldorf Asia Lars Wismer menilai Indonesia tengah berada pada fase penting dalam transformasi industrinya.

 

“Tantangan selanjutnya, dan peluang yang lebih besar, terdapat pada penguatan ekosistem hilir yang mengubah aluminium mentah menjadi produk bernilai tinggi dan kompetitif di tingkat internasional. GIFA dan METEC Indonesia 2026, bersama dengan Aluminium Pavilion yang baru, akan menyatukan industri pada titik kritis transformasi seraya menciptakan platform untuk berkolaborasi, berinovasi dan membuka kesempatan baru di seluruh rantai nilai aluminium,” ujar Lars Wismer.

 

Dari Bahan Mentah ke Produk Bernilai Tinggi

 

Isu hilirisasi menjadi semakin kuat pada penyelenggaraan tahun ini dengan hadirnya Aluminium Pavilion. 

 

Area khusus tersebut mempertemukan teknologi yang mencakup hampir seluruh rantai pengolahan aluminium.

 

Mulai dari smelting, persiapan alloy, ekstrusi, rolling, produksi kawat, pemotongan presisi, hingga pengolahan scrap metal ditampilkan dalam satu area.

 

Langkah tersebut relevan dengan perkembangan industri Indonesia yang mulai memperbesar kapasitas pengolahan aluminium. 

 

Material ini juga semakin strategis karena banyak digunakan pada kendaraan listrik, konstruksi, hingga infrastruktur energi terbarukan.

 

Teknologi dari Asia hingga Eropa

 

GIFA dan METEC Indonesia 2026 menghadirkan teknologi dari berbagai negara. Tiongkok, India, Singapura, Austria, Jerman, Italia, dan Spanyol turut membawa solusi untuk berbagai kebutuhan industri logam.

 

Dari Tiongkok, misalnya, Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) dan Foshan Diamond Technology Co., Ltd menampilkan teknologi metalurgi, termasuk peralatan pemotongan logam presisi.

 

India membawa solusi multimineral dari Ashapura International Limited serta sistem manajemen energi digital dari Secure Meters.

 

Sementara MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd dari Singapura menawarkan teknologi simulasi pengecoran untuk membantu mengurangi potensi cacat pada produk cor.

 

Dari Eropa, Qoncept Technology GmbH asal Austria menampilkan teknologi digitalisasi dan otomatisasi pabrik. 

 

Jerman menghadirkan solusi tungku induksi hemat energi melalui ABP Induction Systems GmbH serta komponen sistem katup pengaman manufaktur baja dari BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH.

 

Italia turut membawa teknologi pisau pemotong presisi untuk kebutuhan fabrikasi aluminium melalui Servizi Lame di A. Marchesini. 

 

Sementara KALFRISA, S.A.U. dari Spanyol menampilkan sistem perlindungan lingkungan untuk industri metalurgi yang membutuhkan energi besar.

 

Menurut Wismer, arah industri logam Indonesia kini mulai berubah. Fokusnya bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah produksi, tetapi bagaimana bahan baku tersebut bisa diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

 

“Dengan menyatukan perusahaan pengecoran, pengolahan aluminium, dan penyedia yang membawa teknologi tersebut dalam satu panggung pameran, kami memberikan pasar sebuah tempat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana keunggulan bahan baku Indonesia menjadi keunggulan manufaktur yang sesungguhnya,” ujar Wismer.

 

Tidak hanya perusahaan global, sejumlah pemain industri dalam negeri juga ikut ambil bagian. 

 

Di antaranya PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara Indonesia, PT Duta Laserindo Metal, dan PT Presisi Digital Modern Teknologi.

 

Mesin, Otomatisasi, hingga B50

 

GIFA-METEC Indonesia 2026 juga tidak berhenti pada display mesin dan teknologi. 

 

Sejumlah agenda edukasi disiapkan untuk mempertemukan pelaku industri dengan pakar dan praktisi.

 

Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) bersama Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO) akan menggelar seminar pada 10 September dengan tema “Accelerating Indonesia's Manufacturing Competitiveness Through Advanced Machinery, Automation, and Industrial Innovation”.

 

Pembahasannya mencakup perkembangan mesin dan otomatisasi, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga praktik industri rendah karbon.

 

Selain seminar, terdapat serial Tech Talk yang menghadirkan 19 pakar industri, akademisi, dan perwakilan teknis perusahaan.

 

Materi yang dibahas cukup dekat dengan tantangan industri saat ini, mulai dari teknologi pemanasan induksi multi-zoneuntuk pabrik pengerolan baja, solusi produksi baja berkelanjutan, hingga teknologi fuel polishing, filtrasi, dan pemisahan air untuk melindungi peralatan industri berat yang menggunakan bahan bakar campuran tinggi B50 biodiesel.

 

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026 di Hall B dan C JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini terbuka gratis bagi pengunjung profesional.

 

Berita Terkait

Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Pemasok Bahan Baku, Industri Baterai Dibidik Naik Kelas Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 Dibekali Mesin 4.778 cc EURO 4, Isuzu ELF Refrigerator Jadi Perhatian di GIICOMVEC 2026 Digelar 8 Sampai 11 April 2026, GIICOMVEC Kedatangan 3 Brand Kendaraan Niaga Baru Dibekali Mesin Smartstream Gamma II 1.5L, Intip Kecanggihan Kia New Sonet Dijual Mulai Rp 3 Jutaan, Intip Kelebihan Sepeda Listrik SUNRA Starlite dan Poppy Diva Ismayana Cedera, M Zidane Siap Gaspol di Ajang FMSCT Thailand Motocross 2026 Dilepas Mulai Rp 289 Juta, Intip Fitur Lengkap dan Teknologi Kia New Sonet
Berita ini 5 kali dibaca