Order 300 Unit, dan Approval Disney: Cerita Autoglaze Bikin Aira EV Toy Story di GIIAS 2026

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Rabu, 05 Agustus 2026 06:30:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Order 300 Unit, dan Approval Disney: Cerita Autoglaze Bikin Aira EV Toy Story di GIIAS 2026

Otomotifmedia.com - Booth Wuling di GIIAS 2026 tahun ini punya daya tarik ekstra berkat kehadiran Aira EV edisi kolaborasi dengan Disney and Pixar’s Toy Story. 
 
Body wrap-nya menghadirkan tiga karakter ikonik Woody, Jessie, dan Buzz Lightyear. Lengkap dengan detail visual masing-masing.
 
OTOMED berkesempatan ngobrol sama Parin Budiman, Business and Operations Manager Autoglaze Jakarta Barat, workshop yang mengeksekusi seluruh proyek ini dari nol. 
 
Dan ternyata, di balik hasil akhir yang keliatan playful dan ceria itu, prosesnya jauh dari kata santai.
 
Approval Disney Jadi Tantangan Nomor Satu
 
Sebelum ngomongin teknis cutting sticker-nya, Parin cerita kalau tantangan pertama yang mereka hadapi justru bukan soal eksekusi di lapangan.
 
“Effort pertama itu approval disney, kedua instalasi woody yg keliling dengan pattern kotak kotaknya yg harus visually perfect,” ungkap Parin.
 
Menggunakan karakter dari waralaba sebesar Toy Story tentu nggak bisa asal tempel. 
 
Ada proses approval yang harus dilewati dulu sebelum desain bisa dieksekusi ke unit mobil sungguhan.
 
Body Bulat Tanpa Sudut Jadi Tantangan Teknis
 
Setelah approval kelar, tantangan berikutnya baru soal eksekusi teknis. Motif Woody dengan pattern kotak-kotak khasnya harus melingkari seluruh body Aira EV tanpa ada satu bagian pun yang terlihat “putus” atau nggak menyatu.
 
“Basically kesulitannya design menyatu keliling dan body Aira ev nya bulet semua tanpa sudut itu challenging banget,” jelas Parin, yang berkantor di Autoglaze Jakarta beralamat di Jalan Panjang No. 1P, Arteri Kedoya, Jakarta Barat.
 
Ini jadi tantangan tersendiri, karena beda sama body mobil yang punya garis dan sudut tegas sebagai patokan pattern.
 
Bentuk Aira EV yang serba membulat bikin desain harus benar-benar presisi biar visualnya tetap konsisten, dari sudut pandang manapun pengunjung melihatnya.
 
 
Tiga Karakter, Tiga Kepribadian Visual
 
Soal alasan di balik pemilihan konsepnya, Parin jelasin kalau setiap karakter Toy Story yang tampil di Aira EV punya cerminan visual masing-masing, yang disesuaikan dengan kepribadian karakter tersebut.
 
“Alasan modelnya adalah harus ada cerminan tiap karakter toy story didalamnya seperti woody dengan topi cowboy dan orange square pattern nya,”
 
“Jessy cowboy wanita yang centil dengan celana biru dan belt coklatnya, dan buzz dengan kegagahannya dan rocket pack nya disandingkan warna kalem cream, ungu dan hijaunya,” papar Parin.
 
Jadi tiap unit bukan cuma ditempelin gambar karakter doang, tapi elemen kostum dan warna khas masing-masing karakter benar-benar diterjemahkan ke dalam bahasa desain body wrap-nya.
 
300 Unit dalam 20 Hari
 
Skala proyek ini juga nggak main-main. Total ada 300 unit Aira EV yang harus dikerjakan, dan menurut Parin, seluruh prosesnya rampung dalam waktu kurang lebih 20 hari.
 
Kalau dihitung-hitung, itu artinya tim Autoglaze harus menjaga konsistensi visual “perfect” di setiap unit.
 
Sambil tetap mengejar volume produksi yang besar dalam waktu yang terbatas. Bukan pekerjaan yang bisa dikerjakan setengah hati.

Berita Terkait

Di Balik Kemewahan Bentley: Teknologi Jerman, Sentuhan Inggris Toyota, Hyundai, dan Daihatsu Jadi Merek Mobil Paling Memuaskan Menurut Survei Populix DANZA Z9 GT Dijual Rp2,25 Miliar, Kabinnya Punya Kulkas hingga Audio 20 Speaker Toyota Innova Zenix 2026 Bisa Nyalakan Mesin dan Atur AC dari HP Toyota Hilux Rangga Disulap Jadi Mobil Layanan Imigrasi, Ini Ubahan DSP Styling GIIAS Semarang 2026 Hadir 30 September, Bawa 18 Merek Mobil Toyota Gandeng Tujuh Atlet Asia, Muhammad Fadli Jadi Wakil Indonesia GIIAS Semarang 2026 Hadirkan 19 Merek, Digelar 30 September–4 Oktober
Berita ini 94 kali dibaca