Mitsubishi Fuso Canter Lolos Uji B50 Sejauh 40.000 Km, Ini Hasilnya

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Sabtu, 08 Agustus 2026 14:00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitsubishi Fuso Canter Lolos Uji B50 Sejauh 40.000 Km, Ini Hasilnya

OTOMOTIFMEDIA.COM – Implementasi biodiesel B50 di Indonesia mulai memasuki fase yang semakin serius, termasuk bagi sektor kendaraan niaga. 

 

Di tengah persiapan tersebut, Mitsubishi Fuso Canter menjadi salah satu kendaraan yang telah menjalani pengujian biodiesel B50 sejauh 40.000 kilometer dan dinyatakan mampu mempertahankan performanya.

 

Kesiapan tersebut disampaikan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam forum "Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampak pada Industri Otomotif Indonesia" di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

 

Forum ini mempertemukan regulator, produsen kendaraan niaga, pelaku usaha transportasi, dan asosiasi logistik untuk membahas kesiapan Indonesia menuju penggunaan bahan bakar nabati dengan kandungan biodiesel hingga 50 persen.

 

B50 Diuji 40.000 Km Sebelum Diterapkan

 

Kementerian ESDM menjelaskan, implementasi B50 bukan keputusan yang dibuat secara mendadak. 

 

Pengembangan formulasi bahan bakar tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan pengujian, termasuk pengujian kendaraan niaga dengan bobot di atas 3,5 ton.

 

Salah satu tahapan pentingnya adalah uji jalan sejauh 40.000 kilometer. 

 

Setelah pengujian, sejumlah komponen kendaraan seperti mesin, fuel line, hingga fuel filter dianalisis untuk memastikan dampak penggunaan biodiesel terhadap kendaraan.

 

"Setelah pengujian selesai, komponen mesin, fuel line, hingga fuel filter dianalisis bersama para ahli teknis dari para pabrikan. Peningkatan kandungan biodiesel juga selalu diiringi dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan mutu bahan bakar di lapangan," ujar Cahyo Setyo Wibowo, Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM.

 

Pemerintah sendiri menempatkan B50 sebagai salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

 

Canter Jadi Salah Satu yang Teruji

 

Bagi pelaku usaha, pertanyaan terbesarnya bukan hanya soal kebijakan, tetapi bagaimana kendaraan bekerja setelah menggunakan B50 dalam operasional sehari-hari.

 

KTB memastikan Mitsubishi Fuso Canter telah mengikuti rangkaian pengujian B50 yang diselenggarakan pemerintah. 

 

Hasil pengujian tersebut menjadi dasar bagi Mitsubishi Fuso untuk menyatakan kesiapan Canter menggunakan bahan bakar dengan kandungan biodiesel 50 persen.

 

"Hasil pengujian menunjukkan Canter tetap memberikan performa optimal, dengan sistem mesin dan bahan bakar bekerja sesuai standar operasional. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Mitsubishi Fuso Canter telah teruji menggunakan biodiesel B50," kata Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.

 

Namun, KTB menekankan bahwa kesiapan B50 tidak hanya bergantung pada kemampuan produk. 

 

Perawatan berkala dan pemahaman konsumen terhadap preventive maintenance tetap menjadi bagian penting untuk menjaga kendaraan tetap produktif.

 

Canter dan Fighter X Sudah Euro 4

 

KTB juga menyebut seluruh lini Canter dan Fighter X telah menggunakan teknologi Euro 4 sejak 2022.

 

Kesiapan tersebut diperkuat jaringan 223 dealer Mitsubishi Fuso di Indonesia serta layanan purna jual dan edukasi preventive maintenance untuk mekanik maupun konsumen.

 

"Komitmen tersebut juga kami wujudkan melalui kesiapan seluruh lini produk Canter dan Fighter X yang telah mengadopsi teknologi Euro 4 sejak 2022, didukung jaringan 223 dealer di seluruh Indonesia, layanan purna jual yang komprehensif, serta edukasi preventive maintenance bagi mekanik dan konsumen," ucap Aji menambahkan.

 

Bagi kendaraan niaga, faktor tersebut menjadi penting karena kendaraan merupakan bagian langsung dari aktivitas bisnis.

 

Ketika armada berhenti terlalu lama, biaya operasional dan potensi kehilangan pendapatan ikut meningkat.

 

Pengusaha Angkutan: Tidak Ada Kendala Signifikan

 

Pengalaman pelaku usaha juga menjadi gambaran lain mengenai penggunaan B50 di lapangan.

 

PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk, yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit armada untuk melayani rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi, mengaku telah menggunakan B50 pada sebagian besar armadanya, termasuk kendaraan Mitsubishi Fuso.

 

"Selama proses transisi, kami tidak menemukan kendala signifikan terhadap performa mesin. Dukungan edukasi dan pelatihan preventive maintenance dari ATPM menjadi faktor penting sehingga operasional armada kami tetap berjalan lancar dan produktif," ujar Ronny Senjaya, Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk.

 

Berita Terkait

Canter Extra Long Bus Meluncur di GIIAS 2026, Senjata Baru Mitsubishi Fuso untuk Sektor Pariwisata Dari Lancer hingga Xpander Cross, Loyalis Ini Beberkan Alasan Tetap Memilih Mitsubishi Blind Spot Jadi Ancaman Tersembunyi, Ini Cara Kerja Fitur BSW-LCA di Mobil Mitsubishi B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji: Mesin Tetap Aman Ini Status Perizinan Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Ini Dia Dua Mobil Modifikasi Terbaik di Osaka Auto Messe 2026 Ini Daftar Juara CustoMAXI Yamaha 2025, Logo Emas Yamaha XMAX Bikin Heboh Ini Dia Para Jawara Putaran Akhir Yamaha Youth Community 2025 yang Digelar di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca