OTOMOTIFMEDIA.COM – Membeli mobil baru secara tunai seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Namun, pengalaman berbeda justru dialami Aa Juju setelah membeli Hyundai Ioniq 5.
Lewat video yang diunggah di akun TikTok @makanlurr, Aa Juju menceritakan rangkaian persoalan yang dialaminya setelah memiliki Ioniq 5.
Masalah tersebut tidak hanya menyangkut kondisi mobil, tetapi juga pengalaman ketika meminta bantuan kepada pihak dealer dan sales.
Dari video tersebut, setidaknya ada beberapa persoalan yang disoroti Aa Juju, mulai dari mobil tiba-tiba tidak bisa menyala, gangguan pada head unit, penanganan yang mengharuskan kendaraan diderek, kendala saat pengisian daya, hingga persoalan parkir paralel.
Yang membuatnya semakin kecewa adalah komunikasi dengan sales yang menurut Aa Juju tidak memberikan informasi dan respons sesuai harapannya.
“Ini mobil bikin gue stres banget,” ujar Aa Juju dalam video tersebut.
Beli Ioniq 5 Cash, Tidak Lama Kemudian Malah Bermasalah
Dalam bagian awal video, Aa Juju memperlihatkan momen ketika dirinya menerima Hyundai Ioniq 5. Mobil tersebut bahkan terlihat masih menggunakan dekorasi serah terima dengan pita biru.
Namun, cerita kemudian berubah ketika Ioniq 5 tersebut mengalami masalah.
Aa Juju memperlihatkan kondisi mobil yang harus mendapatkan penanganan. Dalam salah satu bagian video, bagian depan mobil dibuka dan terlihat teknisi melakukan pemeriksaan serta penanganan pada area kelistrikan.
Mobil tersebut kemudian terlihat berada di atas kendaraan towing.
Situasi ini menjadi salah satu hal yang membuat Aa Juju merasa kecewa.
Pasalnya, kendaraan yang baru dibeli justru sudah harus mendapatkan penanganan dan bahkan dibawa menggunakan towing.
Dalam videonya, Aa Juju menggambarkan kondisi tersebut sebagai masalah yang cukup menguras pikirannya.
Ia bahkan menggunakan kalimat bernada frustrasi bahwa persoalan yang dialaminya sampai membuatnya merasa perlu “berobat ke psikolog”.
Pernyataan tersebut tentu merupakan ungkapan emosional Aa Juju dalam video, tetapi sekaligus memperlihatkan seberapa besar rasa frustrasi yang ia rasakan.
Mobil Tidak Bisa Menyala Saat Hendak Berangkat Kerja
Persoalan berikutnya muncul ketika Aa Juju hendak menggunakan mobil untuk berangkat kerja.
Ia memperlihatkan dirinya sudah berada di dekat Ioniq 5 dengan membawa remote. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat digunakan.
“Pas gua mau berangkat kerja, mobil gua nggak bisa nyala,” ujar Aa Juju.
Masalah tersebut kemudian menjadi lebih serius karena bukan sekadar mobil tidak dapat digunakan, tetapi Aa Juju harus mencari bantuan teknisi untuk mengetahui penyebabnya.
Dalam salah satu bagian video, terlihat teknisi membuka area depan kendaraan dan melakukan pemeriksaan pada bagian kelistrikan.
Kabel jumper juga terlihat digunakan dalam proses penanganan.
Aa Juju kemudian menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan informasi mengenai kondisi baterai kendaraan.
“Karena akinya tuh habis katanya,” kata Aa Juju.
Dalam bagian lain, ia juga menyebut adanya penjelasan mengenai kondisi baterai yang berkaitan dengan pengisian daya atau over charge.
Karena video tersebut merupakan dokumentasi pengalaman pribadi, penyebab teknis tersebut tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan kerusakan tanpa diagnosis resmi dari pihak Hyundai.
Namun, bagi Aa Juju, persoalan utamanya adalah mobil yang seharusnya siap digunakan justru tidak dapat menyala ketika dibutuhkan.
Head Unit Ikut Bermasalah
Tidak hanya persoalan mobil yang tidak bisa menyala, Aa Juju juga menunjukkan adanya masalah pada head unit.
Dalam tangkapan percakapan dengan pihak Hyundai Fatmawati, terlihat Aa Juju mengirimkan video mengenai kondisi mobil. Salah satu pesan yang dikirimkannya berbunyi: “head unit nya mati."
Ia kemudian kembali mengirimkan video terkait kondisi kendaraan dan menuliskan: “masih belom bisa.”
Dari percakapan tersebut terlihat Aa Juju sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak dealer untuk mendapatkan penanganan.
Namun, menurut Aa Juju, respons yang diterimanya tidak berjalan sesuai harapan.
Hal tersebut kemudian menjadi salah satu alasan mengapa dirinya merasa proses penyelesaian masalah terlalu berlarut.
Kendala Charging, Sampai Harus Menunggu Lama
Persoalan lain yang diperlihatkan Aa Juju berkaitan dengan pengisian daya. Mobilnya disebut tidak dapat melakukan pengisian daya cepat alias fast charging.
Dalam video, ia memperlihatkan dirinya berada di fasilitas DC charging. Dirinya bahkan sempat menanyakan petugas di lokasi charging yang berlokasi di Hyundai Motorstudio Senayan Park.
Aa Juju bersama petugas tersebut terlihat kebingungan ketika mencoba melakukan pengisian.
“Lihat kita sama-sama bingung berdua,” ujar Aa Juju.
Ia kemudian memperlihatkan proses pengisian yang berlangsung hingga waktu semakin malam.
Dalam video tersebut, Aa Juju juga memperlihatkan proses ketika konektor charging dicoba kembali. Ia kemudian menyebut bahwa proses tersebut berlangsung cukup lama.
Dengan kondisi tersebut, persoalan charging menjadi masalah tersendiri bagi Aa Juju.
Sebab, mobil listrik sangat bergantung pada kesiapan sistem pengisian daya. Ketika proses charging tidak berjalan sebagaimana mestinya, aktivitas pemilik otomatis ikut terganggu.
Persoalan Paling Membuat Aa Juju Kesal: Parkir Paralel
Namun, dari seluruh masalah yang diceritakan, persoalan parkir paralel tampaknya menjadi salah satu hal yang paling membuat Aa Juju kecewa.
Dalam video, Aa Juju menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa Ioniq 5 miliknya tidak disarankan untuk diparkir secara paralel.
Masalahnya, informasi tersebut menurut Aa Juju tidak disampaikan secara jelas ketika proses pembelian.
Ia bahkan mempertanyakan mengapa informasi mengenai keterbatasan tersebut tidak diberikan oleh sales sejak awal.
“Kak kamu sebagai sales kenapa ga info kalau emang ini mobil gak bisa parkir pararel kalau ternyata kelistrikan iya gak disarankan untuk parkir pararel, kak aku marah,” tulis Aa Juju kepada sales.
Sales kemudian memberikan jawaban bahwa mobil tersebut sebelumnya pernah diuji dalam kondisi parkir paralel.
“Loh kan pada saat di test pararel bisa ka,” jawab pihak sales.
Menurut penjelasan sales yang ditampilkan dalam video, saat uji parkir paralel sebelumnya juga sudah diberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Namun, Aa Juju mempersoalkan hal berbeda. Menurutnya, informasi mengenai larangan atau ketidakteranjuran parkir paralel seharusnya disampaikan dengan jelas sebelum pembelian.
“Tapi ternyata ga ada info di internet kalau ga di sarankan parkir pararel," ujarnya.
Bagi Aa Juju, persoalan tersebut menjadi penting karena parkir paralel merupakan kondisi yang sangat mungkin ditemui dalam aktivitas sehari-hari.
Persoalan parkir paralel tersebut ternyata bukan sekadar teori.
Dalam video, Aa Juju memperlihatkan percakapan dengan petugas keamanan. Petugas tersebut menghubunginya karena ada kendaraan lain yang hendak keluar.
Aa Juju kemudian memberikan nomor teleponnya kepada petugas parkir dan meminta agar dirinya dihubungi.
Situasi inilah yang kemudian membuat Aa Juju semakin kesal.
Ia merasa keterbatasan parkir tersebut akhirnya membuat aktivitas hariannya terganggu.
Dengan kata lain, persoalan parkir bukan lagi sekadar soal teknis kendaraan, tetapi sudah berdampak langsung terhadap rutinitas Aa Juju.
Aa Juju Pertanyakan Tanggung Jawab Sales
Kekecewaan Aa Juju kemudian diarahkan kepada sales yang menangani pembelian mobilnya.
Dalam percakapan yang ditampilkan, ia menilai sales tidak cukup informatif mengenai kondisi mobil.
“Ini gue mau minta pertanggungjawaban lo sebagai sales yang gak kompeten dan informatif, hidup gw jadi ribet,” ucapnya.
Aa Juju juga mengeluhkan bahwa dirinya merasa tidak mendapatkan komunikasi lanjutan yang memadai.
“Sampe skrg gw gak nerima apapun pertanggungjawaban lo sebagai sales gak kompeten," kata Aa Juju.
Ia bahkan menyebut bahwa komunikasi yang dilakukan sales menurutnya hanya sebatas meneruskan persoalan kepada teknisi.
Aa Juju kemudian mempertanyakan apakah tanggung jawab sales hanya sampai kendaraan berhasil terjual.
“Emang yg penting buat lo tuh sebagai sales gak kompeten yg penting jualan ya?” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sumber kekecewaan Aa Juju tidak lagi hanya berasal dari masalah teknis mobil, tetapi juga dari ekspektasi terhadap layanan setelah transaksi.
Sales Sebut Masalah Sudah Masuk Ranah After Sales
Penulis : iman
Editor : Aji
-->






