Suzuki e Sky Siap Tantang Honda Super One dan BYD Racco, Baterai Cuma 26 kWh Bisa Tempuh 310 Km

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Minggu, 30 Agustus 2026 08:00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suzuki e Sky Siap Tantang Honda Super One dan BYD Racco, Baterai Cuma 26 kWh Bisa Tempuh 310 Km

OTOMOTIFMEDIA.COM – Persaingan mobil listrik mungil berpotensi semakin menarik jika Suzuki e Sky ikut masuk ke pasar Indonesia. 

 

Meski baru dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026, mobil kei listrik ini memiliki modal menarik untuk menantang model sejenis seperti Honda Super One dan BYD Racco.

 

Terlebih jika Suzuki e Sky dan BYD Racco mulai dipasarkan di Indonesia, menyusul Honda Super One yang sudah mengaspal di Tanah Air pada GIIAS 2026.

 

Yang membuat Suzuki e Sky menarik bukan sekadar dimensinya yang kompak. 

 

Melansir laman Carscoops, Suzuki justru mengklaim mobil listrik ini mampu menempuh hingga 310 km dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas hanya 26 kWh.

 

Artinya, Suzuki mencoba mengejar efisiensi, bukan sekadar memperbesar kapasitas baterai untuk mendapatkan jarak tempuh panjang.

 

Suzuki e Sky merupakan mobil listrik produksi ketiga Suzuki setelah e Vitara dan e Every. 

 

Model ini dikembangkan menggunakan arsitektur Heartect e yang memang ditujukan untuk kendaraan listrik perkotaan.

 

Sumber yang menjadi acuan menyebut e Sky dibekali motor listrik pada as roda depan dengan tenaga yang belum diumumkan secara resmi Suzuki. 

 

Namun, output tersebut diperkirakan berada di sekitar batas maksimum mobil kei Jepang, yakni 63 hp atau 47 kW.

 

Dengan bobot sekitar 1.030 kg, e Sky memiliki keuntungan dari sisi efisiensi. 

 

Suzuki juga mengoptimalkan aerodinamika dan efisiensi motor untuk mengejar jarak tempuh hingga 310 km.

 

Angka tersebut cukup menarik jika dibandingkan dengan kapasitas baterainya yang hanya 26 kWh.

 

Sebagai pembanding, BYD Racco diklaim mampu mencapai jarak hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai yang lebih besar, yakni 35,84 kWh.

 

Jadi Penantang Honda Super One dan BYD Racco

 

Jika Suzuki e Sky benar-benar masuk Indonesia, pertarungannya berpotensi berada di ceruk mobil listrik mungil yang saat ini mulai mendapat perhatian.

 

Salah satu kandidat pesaingnya adalah Honda Super One, mobil listrik mungil yang dikembangkan dari basis kei car Honda N-One. 

 

Sementara BYD memiliki Racco, yang juga mengincar segmen mobil listrik berukuran kecil.

 

Ketiganya memiliki filosofi serupa, yakni dimensi kompak, mudah digunakan di perkotaan, tetapi menawarkan kepraktisan kendaraan listrik.

 

Namun, e Sky memiliki satu keunggulan yang cukup menarik di atas kertas, yakni efisiensi baterai.

 

Dengan baterai 26 kWh, Suzuki menargetkan jarak tempuh 310 km. 

 

Jika angka tersebut terealisasi sesuai klaim pengujian, e Sky berpotensi menjadi salah satu EV mungil dengan rasio kapasitas baterai terhadap jarak tempuh yang sangat menarik.

 

Sebagai mobil kei, dimensi Suzuki e Sky tetap sangat kompak. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta wheelbase 2.460 mm.

 

Konfigurasi tersebut membuatnya cocok untuk kebutuhan perkotaan, terutama di kawasan dengan jalan sempit dan ruang parkir terbatas.

 

Layaknya mobil kei Jepang lainnya, e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang dengan bagasi berukuran relatif kecil.

 

Namun, Suzuki tetap membekalinya dengan sejumlah fitur yang cukup modern.

 

Di dalam kabin terdapat layar infotainment 10,1 inci, panel instrumen digital, rem parkir elektrik, kursi dan setir berpemanas, serta sistem heat pump yang dipadukan dengan pemanas elektrik.

 

Untuk pengisian daya, Suzuki e Sky mendukung DC fast charging hingga 50 kW.

 

Pengisian baterai hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam sekitar 25 menit. 

 

Sementara menggunakan wallbox 6 kW membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk pengisian penuh.

 

Menariknya, e Sky juga mendukung fungsi Vehicle-to-Home (V2H). Fitur ini memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk memasok perangkat eksternal melalui outlet AC 100V/1.500W.

 

Belum Ada Kepastian Masuk Indonesia

 

Meski menarik sebagai calon penantang Honda Super One dan BYD Racco, Suzuki e Sky sejauh ini baru dipastikan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026.

 

Suzuki juga telah menyiapkan ekspansi ke Eropa dan Inggris pada 2027. Belum ada informasi resmi mengenai rencana pemasaran e Sky di Indonesia.

 

Karena itu, jika suatu saat Suzuki membawa e Sky ke Tanah Air, pertarungan di segmen EV mungil bisa menjadi jauh lebih menarik.

 

Apalagi bila BYD Racco juga benar-benar masuk Indonesia. Ketiganya, dengan Honda Super One, akan membawa resep berbeda untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan.

Berita Terkait

Honda Community Convoy Merdeka 2026: Riding, Belajar Sejarah hingga Berbagi untuk Pejuang BYD Racco Raup 1.000 Pesanan di Jepang, Siap Tantang Honda Super-ONE di Indonesia? Cuma Sebentar, tapi Terasa Karakternya: Menjajal DFSK E5 Plus di GIIAS 2026 Honda Super-ONE Ludes dalam Sehari, Booking Tembus 132 Unit BYD Bongkar Rahasia Teknologi Dual Mode, Hybrid Bisa Irit 65 Km/L hingga Siap Off-road Honda Buka Pemesanan Super-ONE: Harga Rp 438 Juta, Kuota 100 Unit Honda Rayakan 50 Tahun Civic di Indonesia di GIIAS 2026, Ini Jejak Evolusi Sang Legenda Cuma 20 Unit, Daihatsu Terios Special Edition Jadi Buruan Kolektor di GIIAS 2026
Berita ini 6 kali dibaca